Sebanyak 27,23 miliar, Pemkot Metro Persiapkan Dana Covid-19

Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto membuka telekonferensi bersama Sekertaris Daerah (Sekda) se-Provinsi Lampung, mengenai penanganan Covid-19 di Command Center Metro, Kamis (26/03/2020).

Fahrizal Darminto mengatakan kita harus melakukan pemantauan di lapangan, menyusun peta penyebaran lebih rinci hingga tingkat kecamatan. Lakukan upaya pencegahan peyebaran dengan sosialisasi, bila perlu pembagian tugas tiap kecamatan.

“Kami minta juga anggaran kabupaten/kota untuk menangani 3 hal terkait, yaitu mengadakan alat kesehatan, pemerintah daerah untuk mengantisipasi dana APBD untuk penanganan Covid-19 dan mengatur pengeluaran dari dana yang tak terduga,” ungkap Fahrizal Darminto.

Sekda Kota Metro A. Nasir mengatakan anggaran Pemkot Metro untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 sebesar Rp. 27,23 miliar.

“Sebelumnya, Pemkot Metro telah melakukan sosialisasi secara langsung pada tanggal 18 Maret dengan menurunkan 34 tim dan 5 kelompok petugas penyemprotan cairan disinfektan ke tempat-tempat ibadah, umum dan instansi,” ungkap Nasir.

Dalam arahan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, mengungkapkan bahwa penanganan Covid-19 ini harus maksimal, terutama dengan data harus saling berkoordinasi dan update.

“Rekofusing mengenai Covid-19 seperti penjagaan pintu gerbang masuk kabupaten/kota lebih di perketat, hal ini dikarenakan penduduk daerah red zona melakukan mudik. Terlebih penting juga, kita harus mengupayakan belanja yang belum tentu digunakan,” ungkapnya.

Nunik juga menjelaskan 30 Rumah sakit telah menjadi rujukan di Provinsi Lampung untuk penanganan Covid-19. Dengan harapan rekofusing anggaran itu masuk pada tenaga medisnya, bukan hanya alat medisnya.

“Saya juga minta kita semua harus waspada, namun jangan panik. Tenaga kesehatan harus melakukan pelayanan sesuai dengan protokol penanganan. Sementara mengenai pembiayaan pasien Covid-19 akan ditanggung oleh Pemerintah Pusat, asalkan dirawat di RS rujukan provinsi,” pungkasnya. (Sr/Gt)

Walikota Metro Monitoring Kesigapan Kecamatan Terkait Covid-19

Walikota Metro Achmad Pairin memonitor beberapa kecamatan, guna pantau kesiapan aparat tentang tanggap Covid-19, Kamis (26/03/2020).

Walikota Metro menginformasikan saat memonitor di Kecamatan Metro Utara dan Metro Timur, bahwa di RSUD Ahmad Yani sudah terdapat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang berumur dua tahun enam bulan.

“Pasien yang masuk PDP ini berumur dua tahun enam bulan, yang berdomisili di Batanghari, Lampung Timur. Dimana pasien ini memiliki gejala demam, batuk dan sesak napas,” ujar Pairin.

Dalam arahannya, Pairin meminta kepada aparat untuk cepat tanggap, terlebih jika terdapat laporan mengenai warga yang memiliki gejala Covid-19.

“Jika terdapat laporan dari warga yang memiliki gejala Covid-19, langsung bawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Tidak perlu berjenjang, guna meminimalisir kontak langsung dengan pasien. Terlebih jika pasien melapor ke RW setempat, maka RW tersebut langsung bawa pasien ke Puskesmas terdekat,” papar Pairin. (Sr)