Covid-19, Walikota Metro Turun ke Sekolah

Walikota Metro Achmad Pairin memimpin gelar musyawarah penanganan Covid-19 di UPTD SMP Negeri 1 dan UPTD SMP Negeri 5 Metro, Senin (16/03/2020).

Achmad Pairin imbau kepada seluruh sekolah untuk banyak menyediakan tempat cuci tangan dengan menggunakan air mengalir, serta tempat penampungan air menggunakan baskom stenlis.

“Pairin menyampaikan bahwa Covid-19 atau yang lebih dikenal dengan Corona mampu bertahan pada suhu dibawah 27°c. Dan jika ada warga Kota Metro yang terkena virus ini, maka virus tersebut mampu bertahan selama 14 hari di tubuh penderita.

Lanjutnya, Achmad Pairin mengungkapkan bahwa, angka kematian dari Virus Corona hanya mencapai 2%. Angka ini lebih kecil dari penyakit DBD (demam dengue) yang mencapai 4%.

“Oleh karena itu saya mengajak kita semua untuk mencegah Covid-19 dengan, cuci tangan dengan sabun sesering mungkin. Tidak bersalaman atau minimal bersentuhan fisik. Mengurangi pertemuan yang melibatkan banyak orang kalaupun ada pertemuan agar tanpa bersalaman. Menyiapkan sarana cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau cairan antiseptik. Menjaga stamina dengan makan makanan bergizi seimbang dan PHBS,” jelas Pairin.

Selain itu, Pairin juga melanjutkan penjelasannya mengenai cara pencegahan yaitu dengan melakukan pemantauan kepada orang yang baru bepergian ke luar negeri selama 14 hari dan melaporkan kedatangannya ke Puskesmas/ Dinas Kesehatan Kota Metro, serta menghindari tempat-tempat kerumunan orang.

“Bagi yang akan beribadah, agar membawa peralatan ibadah sendiri.
Sementara tidak berpergian ke luar negeri atau negara yang sedang terjangkit Covid-19. Bila ada keluhan demam, batuk, pilek, sesak napas segera berobat ke sarana pelayanan kesehatan,” jelas Pairin. (Ian/la)

Kapolres Metro Sosialisasikan Pencegahan Corona di SMP Negeri 2

Kapolres Metro Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Retno Prihawati, mensosialisasikan terkait pencegahan Corona / Covid-19, di SMP Negeri 2, Senin (16/03/2020).

Penyebaran virus corona menjadi perhatian banyak orang, termasuk di Indonesia. WHO menyarankan langkah perlindungan dasar yang disarankan bukan menggunakan masker, namun mencuci tangan sesering mungkin. Cuci tangan merupakan langkah mudah dan aman untuk melindungi diri dari virus corona, tetapi tidak banyak yang tahu bagaimana cara mencuci tangan yang benar.

Berdasarkan hal tersebut, Retno Prihawati mengajarkan cara mencuci tangan WHO yang benar untuk cegah virus corona. Ia juga mengimbau siswa-siswi untuk sementara waktu tidak bersalaman ketika bertemu teman, saudara atau orang yang lebih tua.

“Untuk sementara waktu adik-adik tolong hindari berjabat tangan atau bersalaman seperti biasa, memakai masker, tidak menyentuh wajah saat tangan kotor, dan cuci tangan sesering mungkin saat sebelum atau sesudah aktivitas apapun,” tandasnya.

Sementara ditempat yang sama beberapa polisi dan polwan memperagakan cara mencuci tangan WHO yang benar kepada siswa-siswi SMP Negeri 2. Adapun cara cuci tangan WHO yang benar adalah Basahi tangan dengan air, Tuang sabun pada tangan secukupnya untuk menutupi semua permukaan tangan, Gosok telapak tangan yang satu ke telapak tangan lainnya, Gosok punggung tangan dan sela jari, Gosok punggung jari ke telapak tangan dengan posisi jari saling bertautan, Genggam dan basuh ibu jari dengan posisi memutar, Gosok bagian ujung jari ke telapak tangan agar bagian kuku terkena sabun, Gosok tangan yang bersabun dengan air mengalir, kemudian Keringkan tangan dengan lap sekali pakai. (nv/cv)

Pencegahan Virus Corona, Dandim 0411/LT Gelar Sosialisasi ke SMPN 3

Dandim 0411/LT melalui Komando Distrik Militer P. Agus melakukan sosialisasi di UPTD SMP Negeri 3 Metro, tentang pencegahan Virus Corona di Kota Metro, Senin (16/03/2020).

Hal ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti amanat Walikota Metro pada rapat koordinasi khusus Sabtu malam lalu. Komando Distrik Militer P. Agus mengatakan virus ini bisa bertahan di permukaan benda selama 3-4 jam dan cairan disinfektan dapat membunuh virus.

“Oleh karena itu saya menyarankan untuk sering mencuci tangan dengan mengunakan sabun dan mengunakan air mengalir. Dan saya imbau, alat-alat yang ada di sekolahan untuk dibersihkan dengan pembersih mengunakan alkohol,” ungkap Agus.

P. Agus juga memaparkan mengenai masa inkubasi virus corona yang berlangsung selama 14 hari.  Diharapkan agar masyarakat saat anak-anak diliburkan untuk tetap didalam rumah, bukan untuk berjalan-jalan. Ditakutkan saat diluar rumah, malah terkena virus dari tempat keramaian tersebut.

“Cara pencegahan virus ini sangat mudah dengan mencuci tangan sesering mungkin, ketika batuk dan bersin menggunakan tisu, menjaga jarak 1 meter dengan orang lain yang sakit, buanglah masker pada kotak sampah,
hindari memegang mata, hidung dan mulut, serta tunda perjalanan dinas  ke luar daerah,” papar P. Agus. (Sr/Gt).