Sekda Kota Metro Lepas Sepeda Gowes Kagama

Sekda Kota Metro A. Nasir AT sambut Keluarga Besar Alumni Gajah Mada dalam acara pelepasan sepeda gowes Kagama, di Lapangan Samber, Minggu (15/03/2020).

“Senang sekali bisa menerima kunjungan Kagama dari UGM dalam acara pelepasan sepeda gowes Kagama untuk rute mulai dari taman kota , gedung sesat, makam pahlawan, hingga Lapangan Mulyosari di Bumi Sai Wawai ini. Saya harap dengan adanya kegiatan ini maka tali silaturahmi diantara kita semakin kuat,” ucap Nasir.

Sementara Rektor UGM Panut Mulyono mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan kepada para peserta gowes. Panut juga menanggapi mengenai penyakit corona atau covid-19 yang sedang menjadi trending topic saat ini, dengan mengajak masyarakat dan anggota gowes di kota ini dapat bergabung dalam setiap acara kagama khususnya generasi muda agar ikut bersepeda sebagai sarana transportasi yang menyehatkan sekaligus ramah lingkungan.

“Mari kita cegah penularan covid-19 dengan cara hidup sehat salah satunya dengan berolah raga bersepeda setiap hari, sebab selain kita mendapat keringat dan sehat, aktivitas inipun sangat ramah akan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan tim Diskominfo, tampak Rektor UGM dan Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto didampingi rombongan ikut bersepeda menggunakan sepeda tua yang disediakan panitia menuju desa binaan Kagama Lampung di Liman Benawi Trimurjo yang sekaligus menjadi titik finish gowes. (nv/in)

Sekda Kota Metro Imbau Masyarakat Hindari Bersalaman

Sekda Kota Metro A.Nasir AT imbau masyarakat untuk sementara waktu hindari bersalaman terkait penularan corona/covid-19 saat car free day minggu ketiga Bulan Maret, di Lapangan Samber Kota Metro, Minggu (15/03/2020).

“Untuk sementara waktu hindari dulu yang namanya bersalaman dan cupika cupiki minimal sampai corona atau covid-19 hilang musnah dari bumi Indonesia,” tandasnya.

Pada kesempatan ini, car free day turut dimeriahkan dengan senam zumba dan senam lampung berkarya. Di puncak acara, Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Pariwisata I. Putu Ganepo menyerahkan sepeda gunung kepada dua warga yang beruntung. (nv/in)

Walikota Metro Gelar Rakorsus Penanganan Covid-19

Walikota Metro Achmad Pairin memimpin Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) penanganan Covid-19 di OR Setda Metro, Sabtu Malam (14/03/2020).

Achmad Pairin meminta seluruh stakeholder terkait, untuk bisa mensosialisasikan pencegahan Covid-19, hal ini agar masyarakat tidak panik dan resah.

“Kami berharap anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas, juga ikut mensosialisasikan pencegahan virus Covid-19 atau Corona, saat menjadi inspektur upacara di 62 Sekolah Dasar, 27 SMP dan 44 SMA, serta kepada masyarakat,” ungkap Pairin.

Lanjutnya, Pairin juga meminta kepada seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit untuk bekerja sama dalam menggencarkan sosialisasi pada unit-unit terkait, serta melakukan screening terhadap warga yang pulang dari luar negeri.

“Jika masyarakat ada yang mengalami batuk, demam tinggi, dan gangguan pernafasan (sesak nafas) segera periksa ke layanan kesehatan terdekat atau hubungi Posko Penanganan COVID-19,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Erla Andrianti, menuturkan pada dasarnya penyakit yang disebabkan oleh virus itu belum ada obatnya, berbeda dengan bakteri.

“Yang bisa melawan virus adalah sistem kekebalan tubuh (imunitas) itu sendiri. Jadi yang lebih penting adalah menjaga pola hidup sehat agar tidak mudah tertular Covid-19,” ucap Erla Andrianti.

Spesialis Paru-paru dr. Andreas Infianto menjelaskan tentang Covid-19 atau yang lebih dikenal dengan corona, yakni virus yang berasal dari hewan ke hewan seperti (unta, ular, kucing, kelelawar dan musang), kini dari manusia ke manusia yang berawal sejak 31 Desember 2019.

“Dengan adanya Virus Covid-19 ini pola hidup sehat sangat dianjurkan, dengan menjaga gizi makanan yang dikonsumsi, seperti perbanyak sayuran dan buah-buahan, lalu olahraga teratur, dan istirahat yang cukup. Jika pola hidup sehat ini telah dijalankan, maka tidak perlu cemas akan terjangkit Covid-19,” ungkapnya.

Andreas juga mengatakan, orang sehat tidak perlu pakai masker. Yang diwajibkan pakai masker itu hanya orang yang sedang sakit, batuk-batuk, dan petugas kesehatan yang sedang memeriksa pasien.

“Kita harus membiasakan cuci tangan setelah beraktifitas di tempat umum. Hindari menyentuh wajah, jika keadaan tangan dalam keadaan kotor. Tidak dianjurkan untuk memegang makanan, sebab kuman akan masuk dalam tubuh saat makan. Terlebih juga pahami cara cuci tangan yang benar, pakailah sabun dan bilaslah dengan air yang mengalir,” jelas Andreas. (Ins/Gt)