Pisah Sambut Ketua Pengadilan Agama Kota Metro

Pemkot Metro berikan cinderamata kepada Ketua Pengadilan Agama Ma’muri  masa jabatan kurun waktu 5 tahun, di Guest House Rumah Dinas Walikota, Jum’at (13/03).

“Saya berterimakasih kepada Ketua Pengadilan Agama yang lama atas kerjasamanya selama ini, dan kepada Ketua Pengadilan Agama yang baru saya ucapkan selamat bertugas, mari kita jalin hubungan baik dan kerjasama yang baik”, ucap Walikota Metro, Achmad Pairin.

Sementara itu Ketua Pengadilan Agama Ma’muri mengungkapkan rasa terima kasihnya.

“Terima kasih saya ucapkan kepada Walikota beserta jajarannya atas kerjasamanya selama ini terhadap Pengadilan Agama Metro, semoga jalinan hubungan yang baik ini tetap akan terjalin,” tuturnya.

Lanjutnya, Ketua Pengadilan Agama yang baru Abdul Malik meminta kerjasamanya selama bertugas.

“Mari kita jalin hubungan yang baik antara pemkot dengan Pengadilan Agama Metro, dan saya mohon kerjasamanya selama nanti saya bertugas sebagai Ketua Pengadilan Agama Metro”, terangnya.

Turut hadir Fokorpimda Kota Metro, Sekda Kota Metro, Kepala Kemenag Metro, Ketua TP PKK, Ketua GOW, Kepala OPD Kota Metro. (tm/dk)

Walikota Metro Bentuk Satgas Corona

Satuan Tugas (Satgas) Corona di Kota Metro kini telah dibentuk oleh Walikota Metro Achmad Pairin. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus COVID-19 yang berasal dari Wuhan, di OR Setda Kota Metro, Jumat (13/03/2020).

Achmad Pairin mengatakan, Kota Metro kini melakukan pemantauan kepada 138 Warga Kota Metro, yang usai berpergian dari luar Indonesia untuk ibadah Umroh. Dari 138 terdapat 78 orang berasal dari luar Kota Metro. Sedangkan 60 orang merupakan penduduk asli warga Kota Metro.

“60 warga tersebut saat ini sudah dipantau oleh tenaga kesehatan kita. Dan alhamdulillah tidak ada satupun warga Kota Metro yang terdeteksi virus corona,” ungkap Achmad Pairin.

Ia juga mengatakan Pemkot Metro akan membentuk satgas anti corona yang bertugas meliputi sosialisasi, pencegahan dan langkah-langkah pengobatan.

“Hal ini kami lakukan guna meminimalisir kekawatiran warga Kota Metro mengenai Virus Corona,” ungkap Pairin (Sr/Dk).

Walikota Metro Berharap, Program Kartu Tani Berjaya Mampu Sejahterakan Petani

Walikota Metro Achmad Pairin memimpin sosialisasi Program Kartu Tani Berjaya (PKTB) bersama Tim PKTB Provinsi Lampung di OR Setda Metro, Jumat (13/03/2020).

Achmad Pairin mengatakan jumlah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kota Metro sebanyak 18 orang. Kemudian hasil panen pada tahun ini yang ditargetkan 45.000 ton telah melampaui target sebanyak 47.000 ton. Dengan adanya PKTB, semoga dapat membuat hasil panen petani di Kota Metro meningkat.

“Kemudian harga Sembako di pasaran Kota Metro meliputi beras pagi ini berkisar Rp. 9.775-11.000, Gula pasir dari Rp. 15.200-16.500-, Cabai rawit Rp. 33.000-, Bawang merah Rp. 28.000-, bawang putih kateng Rp. 43.000 bawang  biasa Rp. 35.500. Sedangkan untuk minyak goreng curah Rp. 12.875/ liter dan Bimoli  Rp. 13.875-, dan telur ayam mencapai Rp. 24.000-,” kata Pairin.

Prof. Dr. Ir. Muhammad Yusuf Sulfarano Barusman, MBA selaku Ketua Tim PKTB Provinsi Lampung mengutarakan bahwa, Kota Metro termasuk penyumbang nilai IPM tertinggi di Lampung, diantaranya juga Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Pringsewu.

“Permasalahan di Provinsi Lampung  yang membuat nilai IPM terendah di Indonesia bahkan Pulau Sumatra yaitu  kemiskinan  dan ketimpangan. Namun lain halnya, Kota Metro menjadi primadona penyumbang nilai tinggi dari 3 faktor yaitu ekonomi, kesehatan dan pendidikan,” ungkap M. Yusuf.

M. Yusuf juga menjelaskan mengenai PKTB yang sudah diolah selama 1 tahun. Kartu ini berisi program yang berbeda dengan Kartu Tani, dimana Kartu Tani sebagai alat bayar dari program negara. Sementara Program Kartu Petani Berjaya (PKPB) yang tertuang dalam Pergub No 9 Tahun 2020.

“Keunikan PKPB itu sendiri sebagai rencana usaha tani, laporan usaha tani, keanggotaan pertanian dan semua pihak terkait terdaftar dalam suatu sistem, serta proses transfer dan arus transaksi secara otomatis diatur dalam sistem KPB,” kata M. Yusuf.

Lanjutnya, M. Yusuf juga memaparkan manfaat PKPB untuk Petani yaitu mendapatkan kepastian ketersediaan pupuk, benih, obat-obatan, baik yang digunakan pada tanaman pangan perkebunan, peternakan dan perikanan yang bersubsidi dan non subsidi. Memudahkan permodalan baik dari bank atau lembaga keuangan.

“Selain itu juga PKPB dapat mendukung asuransi usaha tani padi, maupun asuransi usaha. Mendapatkan fasilitas sosial seperti beasiswa anak petani. Mendapatkan kepastian pemasaran hasil panen. Mendapatkan pembinaan dan penyuluhan usaha. Mendapatkan informasi dan laporan keuangan usaha. Mendapatkan informasi terkait teknologi usaha. Mendapatkan data dan informasi yang akurat dan meningkatkan efektivitas program seperti pupuk subsidi, benih, KUR, bantuan sosial,” jelas M. Yusuf. (Sr/Dk).