Asisten I Pimpin Rapat Perwali

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Ridhwan, Pimpin rapat Perubahan atas Peraturan Walikota Metro Nomor 1A tahun 2014 tentang Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Metro yang dihadiri Kepala OPD, di OR Setda, Selasa (03/03/2020).

“Menimbang dengan dasar hukum guna kelancaran, tertib penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan kemasyarakatan agar terciptanya kondisi yang kondusif sehingga terpeliharanya stabilitas di Kota Metro, perlu dilaksanakan koordinasi antara aparatur pemerintah melalui forum koordinasi pimpinan daerah,” terang Ridhwan.

Sementara menanggapi masukan dari Sekretaris Diskominfo Subehi, Kasubbag Perundang-undangan Fahruddin menambahkan bahwa dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 tahun 2019 tentang perangkat daerah yang melaksanakan urusan Pemerintah di bidang kesatuan bangsa dan politik, maka perlu dilakukan perubahan Peraturan WalikotaMetro nomot 1A tahun 2014. (nv/gt)

Wakil Walikota Metro Bebaskan Ijazah Riswan Saputra

Wakil Walikota Metro Djohan mengunjungi kediaman Riswan Saputra mantan siswa SMK Negeri 2 yang belum mampu menebus ijazah kelulusan tahun 2018, di RT/RW 04/18 Jl. Seledri Gg.Subur Tejoagung Metro Timur, Selasa (03/03/2020).


Riswan yang merupakan putra pertama  dari pasangan Aguswanto dan Suyanti tidak mendapatkan ijazah kelulusan dikarenakan belum melunasi pembayaran sejumlah Rp.5.250.000,00.


Djohan mengatakan akan memberi bantuan, namun sekolah meminta surat keterangan tidak mampu, hanya saja surat tersebut sering dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab, maka dari itu pihak sekolah akan melakukan survei ke lokasi kediaman Riswan. Djohan menyarankan untuk membuat surat tersebut, namun apabila tidak ada maka ia akan tetap membayarkan untuk penebusan ijazah tersebut.


Adapun keadaan kehidupan keluarga Riswan sangat memprihatinkan dan tidak mampu. Dengan kondisi sang kakek yang hanya sebagai pengangkut sampah, ayahnya hanya pekerja serabutan dan sang ibu menunggu warung kecil-kecilan di depan rumahnya.

Harapan sang kakek adalah mendapatkan gerobak sampah baru dikarenakan gerobak yang lama hanya hasil pemberian yang sudah dibuang dan sudah tidak layak pakai.

Ditempat yang terpisah, nasib yang sama juga dialami oleh dua putri dari pasangan Sayudi yang bekerja sebagai tukang parkir di pasar pagi 24 Tejoagung dan Tego Purwati, yang beralamatkan di RT/RW 17/04.

Adapun nama mantan siswi tersebut yakni Dwi Nur Hayani anak kedua dan Nelly Indriyani anak ketiga dengan kisaran total tunggakan sebesar Rp.7.000.000. (nv/gt)