Wakil Walikota Metro Djohan menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) akhir tahun anggaran 2016 dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Metro diruang sidang Dewan Kota Metro pada Senin (20/3/2017).

Sidang Paripurna DPRD Kota Metro itu dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda didampingi Wakil Ketua Fahmi Anwar dan 21 Anggota DPRD Kota Metro.

Pembacaan LKPJ dihadiri juga oleh Wakil Kota Metro Ahmad Piarin, Anggota Fokorpimda Kota Metro, Plt Sekretaris Daerah Kota Metro, beserta segenap jajaran SKPD dilingkup Kota Metro, Camat, Lurah, pimpinan Parpol, serta perwakilan para tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kota Metro.

Dalam sidang paripurna itu, Wakil Walikota menyampaikan bahwa Muatan LKPJ ini, disusun dengan mengacu Pasal 18 sampai 22, Peraturan Pemerintah Nomor 3 tahun 2007. Hal ini meliputi Laporan tentang arah kebijakan umum pemerintahan daerah, Laporan pengelolaan keuangan daerah secara makro, Laporan penyelenggaraan urusan desentralisasi, Laporan penyelenggaraan tugas pembantuan, serta Penyelenggaraan tugas umum pemerintahan.

Walikota Metro menjelaskan bahwa, pertumbuhan ekonomi Kota Metro pada tahun 2015 sebesar 5,85 persen lebih rendah dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 6,13 persen dan yang terendah dibandingkan periode empat tahun sebelumnya.

Sementara laju inflasi Kota Metro pada tahun 2016 sebesar 2,92 persen. Selama Tahun 2016, inflasi tertinggi terjadi pada Bulan Juni yaitu sebesar 0,67 persen selama bulan Ramadhan.  Sementara deflasi pada Bulan April yang mencapai 0,80 persen yang disebabkan oleh meningkatnya jumlah pasokan beras selama masa panen pada Bulan Maret-April.

“Sedangkan menurut hasil penghitungan IPM, Kota Metro memiliki nilai tertinggi sebesar 75,10  dibandingkan dengan 15 kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Lampung. Dengan Angka Harapan Hidup 70,98 tahun, Harapan Lama Sekolah 14,26 tahun, Rata-Rata Lama Sekolah 10,55 tahun dan Pengeluaran Per Kapita Rp 10,707 juta. Meski demikian permasalahan kesenjangan ekonomi serta tingkat pengangguran, masih menjadi pekerjaan utama kita semua,” ujar Djohan.

Dalam rangka memperkuat struktur APBD Kota Metro, Djohan menjelaskan upayanya untuk meningkatkan pendapatan daerah, baik dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, maupun lain-lain pendapatan daerah yang sah. Sementara PAD dari pajak daerah tahun 2016 mencapai target 97,42%.

Sementara Belanja daerah Kota Metro Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp. 975.809.813.344,94 yang dipergunakan untuk belanja tidak langsung sebesar Rp. 448.254.588.825,00 dan Rp.  527.555.224.519,94 untuk belanja langsung.

Dari sektor ketenagakerjaan tahun 2016 cukup gemilang, Hal ini dapat kita lihat dari penurunan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,22 dari target 5,11. Selain itu, persentase pencari kerja yang ditetapkan sebesar 56,50% dari target 34,3%.

“Secara umum, pembangunan Tahun  2016 terbilang berhasil dengan capaian kinerja rata-rata sebesar 91,77% dan banyaknya pengakuan serta penghargaan berbagai pihak terhadap kemajuan dalam berbagai bidang, baik di tingkat Provinsi lampung maupun nasional. Untuk itu kekurangan dari tahun kemari dapat dijadikan pengalaman untuk pelajaran dalam mewujudkan pembangunan Kota Metro yang lebih baik,” ujar Djohan.

There are no comments yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).

error: Isi dilindungi !!