Hoax atau pemberitaan palsu adalah usaha untuk menipu atau mengakali pembaca/pendengarnya untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta berita palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut adalah palsu. Salah satu contoh pemberitaan palsu yang paling umum adalah mengklaim sesuatu barang atau kejadian dengan suatu sebutan yang berbeda dengan barang/kejadian sejatinya.

Pada era globalisasi ini, informasi sangat mudah tersebar. Diantara informasi – informasi tersebut, ada yang fakta atau benar adanya, dan ada juga yang tidak valid atau bohong.

Ciri ciri hoax diantaranya :
1. Menggunakan judul yang terkesan melebih-lebihkan (hiperbola). Seperti contoh: ” Hujan Lele di Jawa Tengah..!!!”, “Heboh..!! Seorang Polisi Bisa Terbang”, dll.
2. Jika kita copy paste isi artikel tersebut ke Google Search, maka muncul banyak artikel yang sama. Berarti, artikel terbut hanya duplikat dari artikel lain.
3. Sumber tidak jelas, atau bahkan tidak ada sumber.
4. Menggunakan kata – kata persuatif seperti “Ayo Sebarkan..!!!”.
5. Isinya merendahkan satu pihak, dan meninggikan pihak lain.

Agar tidak mudah tertipu HOAX, kita harus lebih pintar dalam menerima informasi. Jangan langsung percaya, apalagi berita yang terkesan mengehebohkan. Cari dulu sumbernya, jelas atau tidak. Jangan mudah terprovokasi, apalagi membantu menyebarkan. Jika berbentuk gambar atau foto, dapat di cek melalui pencarian gambar dari google (https://images.google.com/), agar terlihat sumbernya.

Jadilah Masyarakat yang cerdas dengan tidak menanggapi dan menyebarluaskan HOAX…!!!