Metro Selayang Pandang

 
 

General Description

Metro city geographically lays in 105,17 – 105,19 east longitude and 5,6 – 5,8 is transversal of south, having a distance about 45 km from Bandar Lampung city (capital of Lampung Province)

Metro city is relatively flat with the height between 30-60 m above sea water surface. It has rainy climate of humid tropical. Air temperature ranges from 26 – 28, dampness of air within the average 80 – 88 % and rainfall every year between 2,264mm – ,868 mm. Rainy month ranges from September until May.

Metro city has a width of region at 68,74 km2 or 6.874 hectare, with amount of resident 150.950 lives which spread over in 5 district regions and 22 sub –districts with regional boundary :

North side with district of Punggur, Central Lampung Regency, and District Of Pekalongan, East Lampung Regency.
East side with District Of Pekalongan and District Of Batanghari, East Lampung Regency.
South side with District Of Metro Kibang, East Lampung Regency /Way Sekampung.
West side with District Of Trimurjo, Central Lampung

Land use pattern is grouped into 2 types, that is built–up area and not built–up area. Area of built up consisted of settlement area, public facilities, social facilitation, and commerce facility and service, while farm is not laid up consisted of rice field, farm, and other usages. Area is not built up predominated by rice field with technical irrigation system with a width of 2968, 15 hectares or 43,38% dart lugs region, rest is lawn dry farming, non irrigated dry field and rice field non irrigation.

Gambaran Umum

Kota Metro secara geografis terletak pada 105,170-105,190 bujur timur dan 5,60-5,80 lintang selatan, berjarak 45 km dari Kota Bandar Lampung (Ibukota Provinsi Lampung).Wilayah Kota Metro relatif datar dengan ketinggian antara 30-60 m diatas permukaan air laut. Beriklim hujan humid tropis .suhu udara berkisar antara 260-280, kelembaban udara rata-rata 80-88 % dan curah hujan per-tahun antara 2,264 mm – 2,868 mm. bulan hujan berkisar antara September sampai Mei.

Kota Metro memiliki Luas wilayah 68,74 km2 atau 6.874 ha, dengan jumlah penduduk 150.950 jiwa yang tersebar dalam 5 wilayah kecamatan dan 22 kelurahan dengan batas wilayah :

Sebelah Utara dengan Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, dan Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur.
Sebelah Timur dengan Kecamatan Pekalongan dan Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur.
Sebelah Selatan dengan Kecamatan Metro Kibang, Kabupaten Lampung Timur/Way Sekampung.
Sebelah Barat dengan Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah.

Pola penggunaan lahan di kelompokkan ke dalam 2 jenis, yaitu lahan terbangun dan tidak terbangun. Lahan terbangun terdiri dari kawasan pemukiman, fasilitas umum, fasilitas sosial, dan fasilitas perdagangan dan jasa, sedangkan lahan tidak terbangun terdiri dari persawahan, perladangan, dan penggunaan lainnya. Kawasan tidak terbangun didominasi oleh persawahan dengan sistem irigasi teknis seluas 2.968,15 hektar atau 43,38% dari luas wilayah, selebihnya adalah lahan kering pekarangan, tegalan dan sawah non irigasi.

Transportation

Transportation in the Metro City is supported with a good sreet network, bus station and supporting facilities for adequate publik transportation.

The street length total in Metro City reaches 434,36 kms, consisting of Hotmik 96,705 kms, Penetrating 145,314 kms, Onderlagh 156,444 kms, Sirtu 3,710 kms, Soil; land; ground 62,298 kms and Paving Blok 41,451 kms.

To support transportation service of passengers and goods, Metro City has 2 bus station, i.e. town terminal which is located in Central Metro and mains terminal in Mulyojati, Metro Barat.

Transportasi

Transportasi di Kota Metro didukung dengan jaringan jalan yang baik, terminal dan sarana angkutan umum yang memadai.

Total panjang jalan di Kota Metro mencapai 434,36 km, terdiri dari Hotmik 96,705 km, Penetrasi 145,314 km, Onderlagh 156,444 km, Sirtu 3,710 km, Tanah 62,298 km dan Paving Blok 41,451 km. Untuk mendukung pelayanan angkutan penumpang dan barang, Kota Metro memiliki 2 buah terminal, yaitu terminal kota yang terletak di Metro Pusat dan terminal induk di Mulyojati, Metro Barat.

Banking

Economics progress of area compares parallel with progress of banking institutes. In on side, the economics development of area will attract banking enthusiasm to open its branch; on the other side, banking existence also will quicken economics progress of area.

In Metro city there is banking institutes that are, BNI, BRI, Bank Mandiri, Bank Floats, Bank Danamon, BCA, BII, Bank Buana, Bank Eka Bumi Arta, Bank Haga, Town Bank Liman, equipped by some Automatic Teller Machine units (ATM).

Perbankan

Kemajuan perekonomian daerah berbanding sejajar dengan kemajuan lembaga perbankan. Di satu sisi, perkembangan perekonomian daerah akan menarik minat perbankan untuk membuka cabangnya, disisi lain keberadaan perbankan juga akan mempercepat kemajuan perekonomian daerah.

Di Kota Metro terdapat lembaga perbankan yaitu, BNI, BRI, Bank Mandiri, Bank Lampung, Bank Danamon, BCA, BII, Bank Buana, Bank Eka Bumi Arta, Bank Haga, Bank Kota Liman, dengan dilengkapi beberapa unit Anjungan Tunai Mandiri (ATM)..

Commerce

Metro City has good enough commerce prospect and condition of a real security and safety which is very conducive. Its situation which is strategic enough and easy to be reached from various directions, so that not only even serves requirement of Metro people, but also Center Lampung Regency, East Lampung, South Lampung, and other areas.

Commerce in Kota Metro focuses in two main markets; that are shopping Centre and Cendrawasih market. Besides, there are some markets which spread over in various regions Metro and has prospect that is promosing enough; that are Kopindo Market, 16C Market, Sumbersari Market Bantul, Grand Deserts Market, Morning Market Purwosari, pasar Ayam Hadimulyo, Tejo Agung Market, and self – service Market located in some places.

Perdagangan

Kota Metro memiliki prospek perdagangan yang cukup baik dan kondisi keamanan yang sangat kondusif. Letaknya yang cukup strategis dan mudah dijangkau dari berbagai arah, sehingga tidak saja melayani kebutuhan warga Metro tetapi juga warga Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan, serta daerah lainnya.

Perdagangan di Kota Metro berpusat di dua pasar utama yaitu Shoping Centre, dan Pasar Cendrawasih. Selain itu terdapat beberapa pasar yang tersebar di berbagai wilayah Kota Metro dan mempunyai prospek yang cukup menjanjikan, yaitu Pasar Kopindo, Pasar 16 C, Pasar Sumbersari Bantul, Pasar Ganjar Agung , Pasar Pagi Purwosari, Pasar Ayam Hadi Mulyo, Pasar Tejo Agung, dan pasar swalayan yang terletak di beberapa tempat.

Culture

The background of people tribe in Metro City is multi various, who mostly come from Java, West Sumatra, Lampung, and Tionghoa. Cultural art also grows according to its original area. Variety of this culture makes distinguished excellence for Metro City to attract tourists .

To promote tourism objects and native cultures, hence at the time of Metro City inauguration occasionally dated on 9 June, the government of Metro City Festival which is held together with Metro Expo.

Budaya

Latar belakang suku penduduk di Kota Metro beraneka ragam, yang sebagian berasal dari Jawa, Sumatera Barat, Lampung, dan Tionghoa. Seni budaya juga berkembang sesuai daerah asalnya. Keanekaragaman budaya ini menjadikan keunggulan tersendiri bagi Kota Metro untuk menarik wisatawan.

Guna mempromosikan objek wisata dan budaya daerah, maka pada peringatan Hari Jadi Kota Metro setiap tanggal 9 Juni, Pemerintah Kota Metro menggelar Festival Kota Metro yang digabungkan dengan Metro Expo.

Industry

Number of small industries 782 business units is divided into 5 groups of industries; i.e. food industry, handy crafting and public, chemistry clan construction material, metal and service, and clothing indusrty and leathers.

Small industry can permeate 2250 labors, with investment total around Rp.18.725.700.000, and still very possibly developed, due to its aesiness to getting raw materials, labors that are relatively easy and cheap, as well as supported by conducive security condition.

Industri

Jumlah industri kecil 782 unit usaha yang terbagi dalam 5 kelompok industri yaitu industri yaitu industri pangan, kerajinan dan umum, kimia dan bahan bangunan, logam dan jasa, serta industri sandang dan kulit.

Industri kecil mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 2.250 orang, dengan total investasi sekitar Rp 18.725.700.000, dan masih sangat mungkin dikembangkan, karena mudahnya mendapatkan bahan baku, tenaga kerja yang relatif mudah dan murah, serta didukung dengan kondisi keamanan yang kondusif.

Agriculture

Some of districts in Metro City still elaborate rice field agricultural sectors which are wide enough so that agricultural sector remains to get main attention.

Metro City is planned as a centre of levying paddy seed for the region of Metro City and its surroundings. Breeding sector and fishery also grows enough; as follows of cow livestock, goat, broiler chicken, meat chicken, egg chicken, and duck, and others.

Various fish types developed that are lele, patin, gurame, goldfish, and nila. One thing that deserves to be proud enough of is, Metro City has been determined as the lele centre for the region of Lampung Province.

Pertanian

Sebagian warga Kota Metro masih menekuni sektor pertanian persawahan dengan lahan yang cukup luas sehingga sektor pertanian tetap mendapatkan perhatian utama .

Kota Metro direncanakan sebagai pusat pengadaan benih padi untuk wilayah Kota Metro dan sekitarnya. Sektor perternakan dan perikanan juga cukup berkembang, diantaranya ternak sapi, kambing, ayam buras, ras pedaging, ras petelur, dan itik, dan lainnta.

Berbagai jenis ikan yang dikembangkan yaitu ikan lele, patin, gurame, ikan mas dan ikan nila. Satu hal yang cukup membanggakan, Kota Metro ditetapkan sebagai centra lele untuk wilayah Provinsi Lampung.

Education

Metro City, which has adequate education facilities, various achievements in education, conducive security situation, its friendly inhabitans, and the prices of basic needs are relatively cheap and easily available, become particular attraction for the people who want to study further.

Educational area of Metro City is mainly focused in campus area, and spread over in every region angle. Now there are 12 colleges and 183 schools starts from the level of kindergarten till vocational high school as well as various non formal supporting education facilities.

Metro City has a library which is representative enough, its strategic situation for students and public citizens to come and read in this place.

Metro people also develop sub-district libraries recognized with the title “Clever Houses” which make easy for the members who want to study through various available books.

Pendidikan

Kota Metro memiliki fasilitas yang memadai, berbagai prestasi dibidang pendidikan, situasi keamanan yang kondusif, penduduknya yang ramah, serta harga-harga kebutuhan pokok relatif murah dan mudah diperoleh merupakan daya tarik tersendiri bagi warga yang ingin menimba ilmu.

Kawasan pendidikan Kota Metro berpusat di daerah kampus, serta tersebar di setiap penjuru wilayah. Saat ini terdapat 12 Perguruan Tinggi dan 183 buah sekolah mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak hingga Menengah dan Kejuruan serta berbagai sarana pendidikan non formal lainnya. Kota Metro memiliki Gedung Perpustakaan yang cukup representatif, letaknya yang strategis memudahkan bagi pelajar dan masyarakat umum untuk datang dan membaca di perpustakaan ini.

Masyarakat juga mengembangkan perpustakaan kelurahan yang dikenal dengan sebutan “Rumah Pintar”yang memudahkan warga menimba ilmu melalui berbagai buku-buku yang tersedia .

Health

Metro City has health facilities consisting of 1 goverment hospital, 2 private hospitals, maternity hospitals, stay-in puskesmas (public health centres), polyclinics, health halls; even almost in every sub-district, it has Pos Kesehatan Kelurahan (POSKESKEL/Sub-disctrict Health Centres).

With good health service and supported by awareness of society in taking care of their own health and area, it makes the level of people health highly improved. This case has been proven by the susccess of Metro City for reaching the appreciation for the Healthiest City of the year 2006 and 2007.

Kesehatan

Kota Metro memiliki fasilitas kesehatan yang terdiri dari 1 rumah sakit pemerintah, 2 rumah sakit swasta, rumah sakit bersalin, puskesmas rawat inap, poliklinik, balai kesehatan, bahkan hampir di setiap kelurahan memiliki Pos Kesehatan Kelurahan (POSKESKEL).

Dengan pelayanan kesehatan yang baik didukung kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungannya, menjadikan derajat kesehatan masyarakat yang cukup-tinggi. Hal ini terbukti dengan keberhasilan Kota Metro meraih penghargaan sebagai Kota Sehat tahun 2006 dan 2007.

Permit service

To give best service to public, now Metro City has office of KPPT (Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu / The Integrated Licensing Services Office). In this office, people can manage various permits quickly, precisely, transparently and easily.

KPPT office (telephone 0725-49638) serves permit the management of entertainment amusement, the management of advertisement, IMB, particularly the usage of soil; land; ground, trouble HO, route permit, retribution is obliged to enlist company, retribution of warehouse list sign, retribution of industrial list sign, retribution of cooperation, retribution permit from effort for industry, retribution SIUP, permit effort for transportation.

Pelayanan perizinan

Untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, saat ini Kota Metro memiliki Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT). Di kantor ini masyarakat dapat mengurus berbagai perizinan secara cepat, tepat, transparan dan mudah.

Kantor KPPT (telepon 0725-49638) melayani perizinan penyelenggaraan hiburan, penyelenggaraan reklame, IMB, peruntukan penggunaan tanah, gangguan HO, surat izin trayek, retribusi wajib daftar perusahaan, retribusi tanda daftar gudang, retribusi tanda daftar industri, retribusi koperasi, retribusi izin usaha industri, retribusi SIUP, surat izin usaha angkutan.