Pemkot Metro Hadiri Kegiatan Pengubian dan Panen Padi Demonstrasi Plot (Demplot) Adaptasi Spesifik Lokalita di Kelompok Tani Hadi Makmur IV, Kelurahan Hadimulyo Timur, Kecamatan Metro Pusat, Selasa (31/12/19).

Acara yang dihadiri oleh Walikota Metro Achmad Pairin, Wakil Walikota Metro Djohan, Dandim 0411 Lampung Tengah, Kepala BPS Kota Metro, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Metro, Kepala Bappeda Kota Metro, Kepala Dinas PUPR Kota Metro, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Metro, Komandan Rayon Militer Kota Metro, Penyuluh Pertanian dan POPT se-Kota Metro, Camat Lurah se-Kota Metro, serta Ketua Gapoktan Kelompok Tani.

Dalam laporan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Metro Heri Wiratno menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Metro yang telah hadir pada panen perdana Kelompok Tani Hadimulyo. Dengan luas lahan 2.980 ha yang tersedia, terdapat lahan seluas 100 ha yang tidak bisa ditanami karena tidak tersedianya air. Lahan lainnya yang sudah ditanami saat ini sudah siap untuk dipanen yang sudah dimulai sejak tanggal 26 Desember 2019.

“Telah dilaksanakan program dari Pemerintah untuk mendapatkan pupuk subsidi dari Kota Bandarlampung, serta para petani mendapatkan benih bibit dari pusat dan mendapatkan asuransi dari pertanian. Adapun kendala yang dihadapi sekarang adalah kekurangan air sehingga tidak dapat menanam secara serentak. Akan tetapi, pada akhir Januari diharapkan dapat panen secara serentak dan pada bulan Februari dan bulan Juli yang akan datang akan ditanami kembali. Saat ini harga padi berkisar antara Rp. 5.500,- dan paling rendah Rp. 5.100,-,” papar Heri Wiratno.


Walikota Metro Achmad Pairin dalam sambutannya mengatakan dengan luas lahan 2.980 ha dengan rata-rata produktivitas 6 ton perhektar, maka target produksi pada tahun 2019 diprediksi sekitar 35.760 ton gabah. Hal ini dikarenakan, pada tahun 2019 sebagian besar wilayah di Indonesia mengalami musim kemarau yang cukup panjang sehingga di Kota Metro juga hanya dapat bertanam padi 2 kali setahun yang biasanya sampai 3 kali setiap tahunnya.

“Untuk mencapai target hasil produksi pertanian sebagaimana yang kita harapkan, kita memerlukan partisipasi dari semua pihak. Hal itu dapat dilakukan dengan berkoordinasi, melakukan bimbingan, menyediakan subsidi benih, pupuk, alat dan mesin pertanian serta pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga yang rendah,” tutup Pairin.

There are no comments yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).