Pemerintah Kota Metro menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk bulan November 2019 yang bertempat di Aula Pemerintah Daerah Kota Metro, Selasa (05/11/2019). Rakor dihadiri oleh Walikota Metro, Wakil Walikota Metro, Sekda Kota Metro, Asisten Kota Metro, Kepala OPD serta Camat dan Lurah se-Kota Metro.

Di awal rapat Kepala BNN Provinsi Lampung Brigjen Pol. Ery Nursatari menyampaikan bahwa, pemberantasan narkoba di Kota Metro sudah bagus dan perlu adanya pemasangan banner di sejumlah titik tiap wilayahnya untuk mencegah terjadinya penyebarluasan narkotika. “Akan tetapi, kami juga belum bisa memantau seluruh wilayah di Kota Metro untuk peredaran narkoba dikarenakan hanya ada 80 personil di BNN Kota Metro ini,” ujar Ery.

Dalam tanggapannya Walikota Metro Achmad Pairin memberikan saran agar setiap keluarga dalam satu rumah harus di tes narkoba dan jika tidak ada yang menggunakan narkoba di rumah tersebut akan ditempel stiker yang bertuliskan “Rumah Bebas Narkoba.”

Pada rakor tersebut Pemerintah Kota Metro juga diberikan penghargaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia atas keberhasilan menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Tahun 2018 dengan Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian).

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Metro menutup rakor dengan menjelaskan tentang sosialisasi sensus penduduk yang diadakan setiap sepuluh tahun sekali. BPS menyampaikan adanya selisih jumlah penduduk di dalam data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan data dari Badan Pusat Statistik dikarenakan adanya penggunaan sistem penghitungan penduduk yang berdasarkan fakta langsung di lapangan dan dengan di data yang tercatat.

There are no comments yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).