Dalam rangka mewujudkan Kota Layak Anak (KLA), Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP PA PP dan KB) Kota Metro ditandai dengan deklarasi dan penandatanganan dukungan di Samber Park, Minggu (07/10/18).

Camat berserta jajaran dan seluruh Lurah di Kota Metro, berkomitmen mewujudkan Kota Metro menjadi Kota Layak Anak (KLA).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP PA PP dan KB) Kota Metro, Juni Kuswati mengatakan Camat dan Lurah se-Kota Metro siap melaksanakan program kecamatan dan kelurahan layak anak untuk mewujudkan Kota Metro sebagai kota layak anak.

Deklarasi ini dalam rangka percepatan pelaksanaan program kota layak anak, maka tahun 2018 dibentuk kecamatan dan kelurahan layak anak di 5 kecamatan.

“Sosialisasi ini merupakan dukungan terhadap Undang-undang dasar 1945 28 ayat (2) b yang berisikan bahwa  Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”

Lanjut Juni, Keberadaan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,  mempertegas perlunya pemberatan sanksi pidana dan denda bagi pelaku kejahatan terhadap anak terutama kepada kejahatan seksual yang bertujuan untuk memberikan efek jera, serta mendorong adanya langkah konkrit untuk memulihkan kembali fisik, psikis dan sosial anak.

“Peraturan daerah nomor 8 tahun 2014 perlindungan perempuan dan anak dari tindak kekerasan dan yang terakhir adalah peraturan Walikota nomor 27 tahun 2017 tentang Kota Layak Anak (KLA)” tuturnya.

“Harapannya dengan adanya deklarasi Kecamatan Layak Anak dan Kelurahan Layak Anak bahwa anak adalah menjadi tanggungan kita bersama dengan berkomitmen Mengembangkan kebijakan tentang lingkungan yang layak anak, Memobilisasi suber daya dan semua mitra kerja potensial di kota, Menyusun strategi, program, kegiatan, dan anggaran untuk mengembangkan kemampuan kota dalam mewujudkan kota layak anak, Memperkuat peran pemerintah kota dalam menyatukan tujuan pengembangan daerah dalam bidang perlindungan anak Menyusun baseline data tentang situasi anak dikota sebagai dasar untuk merumuskan dan merencanakan program yang terbaik untuk anak, Memperkuat kemampuan keluarga dalam mewujudkan kesejahteraan dan perlindungan anak.” Tutup Juni.

There are no comments yet.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).