Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian urusan Pemerintahan Daerah berdasarkan azas otonomi dan pembantuan di bidang Koperasi, UMKM dan Perindustrian.

Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian mempunyai fungsi :

  1. Perumusan kebijakan teknis di bidang sekretariat , Koperasi , UMKM dan Perindustrian
  2. Penyelenggraaan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang Sekretariat, Koperasi, UMKM dan Perindustrian.
  3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang Sekretariat Koperasi, UMKM dan Perindustrian
  4. Penyelenggaraan kesekretariatan Dinas.
  5. Pembinaan, pengendalian, pengawasan dan koordinasi.
  6. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

1. SEKRETARIAT

Sekretariat mempunyai tugas pokok melaksanakan administrasi perencanaan, keuangan, umum dan kepegawaian serta koordinasi pelaksanaan tugas-tugas  bidang .

Untuk melaksanakan tugas pokok  tersebut Sekretariat mempunyai fungsi :

  1. Pengumpulan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis mengenai pembinaan di bidang adnministrasi Perencanaan, Keuangan, Umum dan kepegawaain.
  2. Pengumpulan bahan dan penganalisaan data dan memberikan pertimbangan dalam rangka Koordinasi di Bidang Koperasi, UKM dan Perindustrian.
  3. Penyiapan bahan perumusan rencana dan program serta memfasilitasi dan melaksankan kerjasama di Bidang dan Perencanaan, Keuangan, Umum dan Kepegawaain..
  4. Penyelenggaraan monitoring dan pengendalian persiapan dan laporan Dinas.
  5. Penyelenggaraan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan Tupoksi.

 

1.1     Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan

Sub Bagian  Perencanan  dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan Penyusunan Perencanaan , Penatausahaan  Keuangan dan Pelaporan, dengan Penjabaran Tugas sebagai berikut :

  1. Menyusun Bahan Kebijakan Teknis Perencanaan, Penatausahaan Keuangan dan Pelaporan Lingkup Dinas;
  1. Mengkoordinasikan Penyusunan Perencanaan dan Anggaran RKA dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), dan Menyusun Pelaporan;
  2. Melaksanakan Penyusunan bahan Perencanaan meliputi Rencana Strategis (RENSTRA), Rencana Kerja Tahunan (RENJA) dan Menyusun Rencana Kebutuhan Anggaran Rutin Dinas serta Perencanaan Dinas lainnya;
  3. Melaksanakan Penyusunan Bahan Pelaporan meliputi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), Bahan Penyusunan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Lingkup Dinas dan Laporan Dinas lainnya;
  4. Melaksanaan Penatausahaan Keuangan Dinas;
  5. Melaksanakan Pembinaan Pelaksanaan dan Penyelenggaraan Fungsi Perencanaan dan Pelaporan Dinas;
  6. Menyusun Laporan Keuangan Dinas meliputi : Laporan Realisasi Anggaran (LKA), Neraca, Catatan atas Laporan Keuangan, Laporan Keuangan Tahunan dan Berkala, serta Laporan Keuangan Lainnya;
  7. Mengkoordinasikan Perencanaan dan Program antar Bidang dan Instansi terkait dalam rangka Pembahasan Program Pembangunan serta menyiapkan Bahan Musrenbang;
  8. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan Tupoksi.

 

1.2.    Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyelenggarakan kegiatan surat-menyurat, tata naskah dinas, kearsipan, memberi layanan administrasi umum kepegawaian, dengan penjabaran tugas sebagai berikut :

  1. Melaksanakan dan menyiapkan bahan pengelolaan administrasi kegiatan surat-menyurat.
  2. Melaksanakan dan menyiapkan bahan penyelesaian surat-surat Dinas, penataan, penyimpanan dan pengarsipan.
  3. Melaksanakan dan menyiapkan bahan pelayanan yang berhubungan dengan kepegawaain sebagai pedoman pelaksanaan tugas .
  4. Mengumpulkan / menginventarisasi dan mengolah data sarana dan prasarana dinas untuk rencana pengadaan.
  5. Melaksanakan pengadaan barang / jasa dan pemeliharaan sesuai dengan ketentuan / kebutuhan dinas.
  6. Mengawasi barang-barang inventarisasi milik negara.
  7. Melaksanakan dan menyiapkan bahan laporan pelaksanaan kegiatan Sub bagian umum dan kepegawaian.
  8. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

2. BIDANG KOPERASI

Bidang koperasi mempunnyai tugas pokok, melaksanakan perumusan  program kerja untuk pembinaan dan pengembangan koperasi.

Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, bidang koperasi menyelenggarakan fungsi:

  1. Pelaksanaan penyusunan program, pengelolaan data dan informasi di bidang koperasi
  2. Penyuisunan perumusan pelaksanaan teknis serta bimbingan di bidang koperasi
  3. Pemberian pendidikan dan pelatihan, konsultasi serta penyuluhan kepada koperasi,
  4. Pemberian rekomendasi, pengesahan badan hukum, perubahan anggaran dasar, penggabungan, peleburan dan pembubaran koperasi
  5. Pelaksanaan fasilitasi pembiayaan untuk perkuatan modal koperasi
  6. Penilaian kesehatan/kelayakan usaha koperasi
  7. Pelaksanaan fasiltasi kemitraan, promosi, sarana dan prasarana koperasi
  8. Pengendalian, monitoring dan evaluasi penyelenggaraan koperasi
  9. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan

2.1     Seksi Bina Lembaga Koperasi

Seksi Bina Lembaga Koperasi mempunyai tugas pokok, melakukan pembinaan kelembagaan koperasi. Penjabaran tugas seksi bina lembaga koperasi  adalah  sebagai berikut:

  1. Melakukan penyusunan program, pengumpulan dan pengolahan data serta informasi dibidang kelembagaan koperasi
  2. Melaksanakan penelitian persyaratan pengesahan badan hukum koperasi
  3. Melaksanakan inventarisasi dan evaluasi Rapat Anggota tahunan Koperasi
  4. Melaksanakan penyuluhan perkoperasian pada masyarakat serta peningkatan pendidikan dan pelatihan sumberdaya manusia koperasi
  5. Melaksanakan evaluasi serta laporan bidang kelembagaan koperasi
  6. Melaksanakan pengawasan pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) perkoperasian
  7. Mengesahkan, pembentukan, penggabungan dan peleburan serta pembubaran koperasi
  8. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan

2.2     Seksi Penilaian Dan Pengawasan Koperasi

Seksi penilaian dan pengawasan koperasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan, pengolahan, dan menyiapakan bahan perumusan kebijakan teknis dibidang penilaian dan pengawasan serta melaksanakan kegiatan penilaian kesehatan dan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan koperasi.

Penjabaran tugas seksi penilaian dan pengawasan koperasi adalah sebagai berikut:

  1. Melaksanakan dan menyiapkan bahan rencana teknis penilaian kesehatan, pemeringkatan koperasi dan pengawasan penyelenggaraan bagi koperasi
  2. Melaksanakan dan menyiapkan bahan penilaian kesehatan dan kelayakan usaha terhadap koperasi
  3. Melaksanakan dan menyiapkan bahan pengawasan terhadap koperasi penerima dana bergulir atau fasilitas pembiayaan baik yang bersumber dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat
  4. Melaksanakan dan menyiapkan bahan evaluasi dan laporan hasil penilaian kesehatan dan pengawasan koperasi
  5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan

2.3     Seksi Fasilitasi Dan Pembiayaan Koperasi

Seksi fasilitasi pembiayaan koperasi mempunyai tugas pokok, melakukan fasiliasi pembiayaan.

Rincian tugas seksi fasilitasi  dan pembiayaan koperasi adalah sebagai berikut

  1. Menyiapakan bahan perumusan kebijakan teknis, fasilitasi pembiayaan, terhadap koperasi
  2. Memberikan informasi tentang peluang permodalan bagi koperasi
  3. Memfasilitasi pengajuan permodalan bagi koperasi baik yang bersumber dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat.
  4. Mengadakan pembinaan dan bimbingan teknis terhadap pelaksanaan manajemen koperasi.
  5. Menyiapkan data dan informasi tentang kegiatan koperasi
  6. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan

3. BIDANG USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM)

Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mempunnyai tugas pokok, melaksanakan perumusan  program kerja untuk pembinaan dan pengembangan UMKM.

Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, bidang koperasi menyelenggarakan fungsi :

  1. Pelaksanaan penyusunan program, pengelolaan data dan informasi di bidang UMKM
  2. Penyusunan perumusan pelaksanaan teknis serta bimbingan di bidang UMKM
  3. Pemberian pendidikan dan pelatihan, konsultasi serta penyuluhan kepada UMKM,
  4. Pemberian pembinaan dan pengembangan serta promosi produk UMKM,
  5. Pelaksanaan fasilitasi pembiayaan untuk perkuatan modal UMKM
  6. Penilaian dan pengawasan penyelenggaraan usaha kecil dan menengah/kelayakan usaha
  7. Pelaksanaan fasiltasi kemitraan, promosi, sarana dan prasarana UMKM
  8. Pengendalian, monitoring dan evaluasi penyelenggaraan UMKM
  9. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan

3.1     Seksi Bina Usaha UMKM

Seksi Bina Usaha UMKM mempunyai tugas pokok, melakukan pembinaan mikro, kecil dan menengah.

Penjabaran tugas seksi Bina usaha UMKM adalah sebagai berikut:

  1. Melaksanakan pengumpulan, pengolahan data, dan informasi di bidang usaha kecil dan menengah dalam rangka penyusunan program
  2. Memfasilitasi pengadaan sarana dan prasarana usaha mikro kecil dan menengah
  3. Melakukan fasilitasi kemitraan dan promosi usaha mikro kecil dan menengah.
  4. Melakukan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia bagi pelaku usaha kecil dan menegah
  5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.

3.2     Seksi Penilaian Dan Pengawasan UMKM

Seksi penilaian dan pengawasan UMKM mempunyai tugas melakukan pengumpulan, pengolahan, dan menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis dibidang penilaian dan pengawasan serta melaksanakan kegiatan penilaian UKMM dan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan UMKM.

Penjabaran tugas seksi penilaian dan pengawasan UMKM adalah sebagai berikut:

  1. Melaksanakan dan menyiapkan bahan rencana teknis penilaian dan pengawasan penyelenggaraan bagi UMKM
  2. Melaksanakan dan menyiapkan bahan penilaian dan kelayakan usaha.
  3. Melaksanakan dan menyiapkan bahan pengawasan terhadap UMKM penerima dana bergulir atau fasilitas pembiayaan baik yang bersumber dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat.
  4. Melaksanakan dan menyiapkan bahan evaluasi dan laporan hasil penilaian dan pengawasan UMKM
  5. Melaksanakan dan menyiapkan bahan bahan laporan kegiatan seksi penilaian dan pengawasan UMKM
  6. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan

3.3     Seksi Fasilitasi Dan Pembiayaan UMKM

Seksi fasilitasi dan pembiayaan ukm mempunyai tugas melakukan pengumpulan, pengolahan dan menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pembiayaan UMKM, penyampaikan informasi peluang permodalan dan fasilitasi akses pembiayaan bagi UMKM.

Penjabaran tugas seksi fasilitasi dan pembiayaan UMKM adalah sebagai berikut:

  1. Melaksanakan dan menyiapkan bahan penyusunan rencana teknis bimbingan dan penyuluhan bidang pembiayaan UMKM
  2. Melaksanakan dan menyiapkan bahan penyebaran informasi tentang peluang permodalan bagi UMKM
  3. Melaksanakan dan menyiapkan bahan fasilitasi akses pembiayaan/permodalan bagi UMKM baik yang bersumber dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat.
  4. Melaksanakan dan menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi penyaluran dana bergulir bagi UMKM
  5. Melaksanakan dan menyiapkan bahan koordinasi dengan dinas/instansi BUMN/BUMD/BUMS tentang pembiayaan bagi UMKM
  6. Melaksanakan dan menyiapkan bahan laporan kegiatan seksi pembiayaan dan UMKM
  7. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.

 

  1. BIDANG INDUSTRI

Bidang Industri mempunyai tugas, melaksanakan perumusan  program kerja untuk pembinaan dan pengembangan Industri baik itu Industri Kimia dan Industri Agro.

Untuk melaksanakan tugas tersebut, bidang industri menyelenggarakan fungsi :

  1. Merencanakan dan melaksanakan program kerja bidang Industri sebagai pedoman pelaksanaan tugas.
  2. Membagi tugas dan memberi petunjuk kepada bawahan sesuai dengan bidang tugasnya agar tugas dikerjakan bawahan selesai tepat waktu.
  3. Menyelia pelaksanaan tugas dilingkungan bidang Industri sesuai dengan rencana kerja.
  4. Mengatur pelaksanaan kegiatan di bidang Industri supaya kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik.
  5. Menyelia pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data sebagai bahan pembinaan dan bimbingan serta pelatihan teknis untuk pelaksanaan kebijaksanaan di bidang Industri.
  6. Mengevaluasi pelaksanaan program kegiatan yang sudah dilaksanakan untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan dimasa mendatang.
  7. Membuat laporan pelaksanaan tugas kepada Kepala Dinas agar diketahui keberhasilannya atau kekurangan dari tugas yang sudah dilaksanakan dan sebagai bentuk pertanggung jawaban kepada atasan.

4.1     Kepala Seksi Bina Sarana Industri

Seksi Bina Sarana Industri mempunyai tugas, pengumpulan dan pengolahan data industri, pemberian rekomendasi perizinan industri , dengan penjabaran tugas sebagai berikut :

  1. Memahami peraturan perundang-undangan dan ketentuan lainnya yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan tugas.
  2. Menyusun rencana kegiatan Seksi Bina Sarana Industri sebagai pedoman pelaksanaan tugas.
  3. Membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan bidang tugasnya.
  4. Memberi petunjuk kepada bawahan agar tugas dapat dilakukan dengan baik.
  5. Memeriksa hasil kerja bawahan agar sesuai dengan petunjuk dan ketentuan yang berlaku.
  6. Menyiapkan data Industri
  7. Menyiapkan bahan rekomendasi SITU/HO dan perizinan Industri berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan dan berkas persyaratan sebagai bahan pertimbangan atasan.
  8. Menyusun bahan penyuluhan kepada para pengusahan industri, mengevaluasi prosedur pengajuan dan persyaratan yang diperlukan untuk Pengurusan tanda SNI, HAKI dan Legalitas lainnya.
  9. Menginventarisasi data Tanda Daftar Industri dan Izin Usaha Industri.
  10. Memantau pemanfaatan sarana dan prasarana produksi usaha industri yang berpotensi mencemari lingkungan melalui kunjungan secara berkala untuk mewujudkan usaha industri yang berwawasan lingkungan.
  11. Menyusun bahan konsep profil komoditi industri berdasarkan komoditi yang memiliki daya saing kuat dipasaran dalam dan luar negeri.
  12. Melaporkan evaluasi perkembangan pelayanan dan pemberian rekomendasi izin usaha Industri.
  13. Membuat laporan pelaksanaan tugas Seksi Bina Sarana Industri sebagai pertanggung jawaban.
  14. Melakukan tugas lain sesuai petunjuk atasan.

4.2     Kepala Seksi Bimbingan Usaha Industri

Seksi Bimbingan Usaha Industri mempunyai tugas, melakukan pembinaan dan pengembangan SDM serta melakukan bimbingan teknis industri, dengan penjabaran tugas sebagai berikut :

  1. Memahami peraturan perundang-undangan dan ketentuan lainnya yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan tugas.
  1. Menyusun rencana kegiatan Seksi Bimbingan Usaha Industri sebagai pedoman pelaksanaan tugas.
  2. Membagi tugas, memberi petunjuk dan mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan agar dicapai keserasian dan kesesuaian hasil kerja dengan yang diharapkan.
  3. Menyusun laporan kegiatan Seksi Bimbingan Usaha Industri untuk bahan laporan triwulan, semesteran dan tahunan.
  4. Menyiapkan penyusunan bahan bimbingan teknis pembinaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) serta pemilihan penggunaan mesin dan peralatan.
  5. Menyiapkan penyusunan bahan bimbingan teknis pembinaan dalam pemilihan penggunaan bahan baku dan penolong
  6. Menyusun bahan konsep kerjasama terpadu antar industri terkait dan pemerintahan daerah untuk pengembangan industri.
  7. Menyusun bahan konsep keterkaitan antar industri dan sector ekonomi lainnya serta kemitraan dalam rangka pengembangan pasar dalam dan luar negeri.
    1. Melakukan evaluasi kebutuhan permodalan, bahan baku dan kemampuan produksi industri sebagai konsep penyusunan kebijaksanaan optimalisasi kapasitas terpadu.
    2. Menyusun bahan konsep peningkatan hubungan kerjasama antar pengusaha dan asosiasi dan kadin dalam rangka penciptaan dan pengembangan iklim usaha yang serasi.
    3. Membuat laporan pelaksanaan tugas Seksi Bimbingan Usaha Industri sebagai pertanggung jawaban.
    4. Melakukan tugas lain sesuai petunjuk atasan.

4.3     Kepala Seksi Bimbingan Produksi Industri

Seksi Bimbingan Produksi Industri mempunyai tugas, melaksanakan bimbingan produksi dan promosi industri, dengan penjabaran tugas sebagai berikut :

  1. Memahami peraturan perundang-undangan dan ketentuan lainnya yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan tugas.
  2. Menyusun rencana kegiatan Seksi Bimbingan Produksi Industri sebagai pedoman pelaksanaan tugas.
  3. Membagi tugas, memberi petunjuk dan mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan agar dicapai keserasian dan kesesuaian hasil kerja dengan yang diharapkan.
  4. Menyusun laporan kegiatan Seksi Bimbingan Produksi Industri untuk bahan laporan triwulan, semesteran dan tahunan.
  5. Menyusun bahan informasi kepada investor atau calon investor tentang klasifikasi mutu bahan baku, standard dan proses produksi dalam rangka peningkatan mutu dan efisiensi industri.
  6. Menyusun bahan konsep pengesahan dan klasifikasi teknik penerapan teknologi perusahaan industri dalam rangka peningkatan mutu diversifikasi serta efisiensi produksi.
  7. Melaksanakan pemantauan secara berkala untuk mengetahui perkembangan mutu produksi bagi perusahaan industri yang telah menggunakan standar produksi.
  8. Membuat laporan pelaksanaan tugas Seksi Bimbingan Produksi Industri.
  9. Melakukan tugas lain sesuai petunjuk atasan.