Bimbingan Teknologi Website Organisasi Perangkat Daerah Dan Sosialisasi Data Sektoral 2017

Bimbingan teknologi website organisasi perangkat daerah dan sosialisasi data sektoral yang di selenggarakan oleh Dinas Kominfo yang bertempat di Lec Metro, Rabu (19/07/17).

Dihadir Asisten 2 Prayetno dalam hal ini mewakili Walikota Metro yang tidak dapat hadir dan Kepala Dinas Kominfo Farida serta peserta Bimtek, jumlah peserta yang mengikuti bimbingan teknologi website ada 80 orang, peserta dari kelurahan, kecamatan dan skpd Kota Metro

Kegitan yang dihadiri oleh 80 peserta ini diselengarakan agar peserta dapat memahim tentang  pengembangan website dan membuatannya, diera teknologi sekarang ini perkembangan website semakin berkembang dan maju sangat pesat, tujuannya agar peserta dapat membuat website, pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi sebuah institusi tidak bisa dihindarkan lagi dan menjadi sebuah keharusan, termasuk bagi Pemerintah Daerah. Salah satu bentuk perwujudan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi tersebut adalah dalam bentuk Website atau portal web berbasis internet online.

“Seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat serta persaingan di era globalisasi, maka setiap organisasi, baik organisasi swasta maupun organisasi pemerintah dituntut untuk selalu tampil prima dan meningkatkan kualitasnya dalam mengemban misinya, organisasi pemerintah dengan mengemban misi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, diharapkan untuk tetap tampil dengan  kualitas pelayanan yang bersaing” ungkap Prayetno

Teknologi sangat penting di era globalisasi saat ini demi mengoptimalkan kinerja dan kualitas pembuatan website sangat di butuhkan untuk insitusi agar mengakses lebih cepet beriteraksi dengan masyarakat membutuhkan.

Menkominfo RI Himbau Masyarakat Waspadai Serangan Virus Ransomware WannaCry

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan perlu kecepatan dalam tangani  serangan ransomware Wannacry. “Tersebarnya ransomeware ini demikian masif di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia. Sehingga perlu percepatan untuk penangannya, hitungannya bukan hari tapi menit.” ungkap Rudiantara pada Konferensi Pers Serangan Ransomeware Wannacry, di Bakoel Koffie Jakarta, Minggu (14/5/2017).

Saat ini banyak enjiner dunia mencoba mencari cara selesaikan serangan ini dengan membuat antivirus dimana hitungan versi nya bisa dalam hitungan menit. “Serangan ransomeware ini menjadi isu global, sehingga penyelesaiannya juga secara internasional. Indonesia bukan menjadi negara terbesar yang terkena serangan.” jelas Chief RA.

Ransomware Wannacry sendiri dijelaskan oleh Adi Jaelani dari Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (Id-SIRTII) menyerang secara global baik kepada sektor swasta maupun pemerintah. Malware ini teridentifikasi sebagai varian ransomware yang dikenal sebagai WannaCry, Wanna Decrypt0r, WannaCryptor, WCRY.

“Jika telah terkena malware ini, maka penyerang akan meminta uang dalam bentuk bitcoin yang harus dibayarkan melalui link yang telah ditentukan. Kisaran uang yang dibayar sekitar 300 Dolar Amerika.” jelas Adi.

Langkah Antisipasi Pencegahan Serangan Ransomware WannaCry

Saat malware ini menyerang satu komputer, maka akan dengan cepat menyerang komputer yang lainnya yang berada pada satu jaringan. Adi Jaelani  juga menjelaskan bagaimana cara agar kita terlindungi dari serangan tersebut. Berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi serangan ransomware WannaCry:

  1. Melakukan backup secara berkala
  2. Melakukan patching pada service SMBv1 (sudah tersedia 2 bulan yang lalu)

Berikut link untuk update patch tersebut

https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms17-010.aspx

  1. Jangan membuka file yeng mencurigakan dari email
  2. Install anti virus dan Internet Security

Jika sudah terkena WannaCry maka berikut adalah tindakan yang sebaiknya dilakukan:

  1. Disable SMBv1
  2. Block 139/445 & 3389 Ports
  3. Melakukan patching pada service SMBv1
  4. Bisa coba kunjungi situs ini untuk pertolongan pertama

https://www.nomoreransom.org/crypto-sheriff.php

Pada akhir penjelasannya, Menkominfo mengajak semua pihak untuk melakukan langkah antisipasi terhadap serangan ini dan meminta masyarakat melakukan langkah-langkah pencegahan serangan Ransomare WannaCry yang dijelaskan oleh pihak Id-SIRTII. (VE)

Sumber : Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (https://www.kominfo.go.id/content/detail/9638/menkominfo-perlu-kecepatan-tangani-serangan-ransomware-wannacry/0/berita_satker)