Artikel Pemerintahan Kota Metro

Kota Metro Kedatangan Tim Verifikasi dan Penilaian Penghargaan Lampung Sejahtera Tahun 2019

Wakil Walikota Metro Djohan menerima langsung kunjungan Tim Verifikasi dan Penilaian Penghargaan Lampung Sejahtera Tahun 2019 bertempat di OR Setda Kota Metro, Jumat (08/03/2019).

Turut mendampingi pada acara tersebut yakni Staf Ahli Pemerintahan Kota Metro, Para Asisten, Kepala Dinas/Badan, Para Camat, Tim Teknis, Anggota TKPK serta Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan se-Kota Metro.

Wakil Walikota Metro Djohan, tak lupa mengucapkan selamat datang kepada Tim Penilai serta menyambut baik atas diselenggarakannya Penghargaan Lampung Sejahtera 2019. Dimana penghargaan ini dapat mendorong partisipasi aktif, inovatif dan berkelanjutan dari pemerintah kabupaten/kota dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan di wilayahnya masing-masing. Diharapkan pada akhirnya dapat mendorong percepatan penanggulangan kemiskinan di Provinsi Lampung yang kita cintai.

Berdasarkan hasil verifikasi berkas Penghargaan Lampung Sejahtera 2019, Kota Metro dinyatakan lolos dan menjadi salah satu NOMINASI Kabupaten/Kota dan selanjutnya akan dilakukan Penilaian Tahap II oleh Tim Penilai dari Provinsi Lampung.

Djohan yang juga Ketua TKPK (Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan) menyatakan upaya penanggulangan kemiskinan di Kota Metro menunjukkan kecenderungan yang semakin membaik. Berdasarkan data BPS, tingkat kemiskinan Kota Metro mengalami penurunan dari 9,89% pada tahun 2017 menjadi 9,14% pada 2018.

Bila dibandingkan dengan tingkat kemiskinan provinsi Lampung yang sebesar 13,14% dan nasional yang sebesar 9,82% maka tingkat kemiskinan di Kota Metro sudah lebih rendah. Namun demikian, kita tidak bisa berpuas diri karena target tingkat kemiskinan yang akan dicapai adalah sebesar 7-8% sebagaimana yang ditetapkan dalam RPJMD Kota Metro Tahun 2016-2021.

Djohan menambahkan bahwasanya suatu kehormatan bagi Pemerintah Kota Metro untuk dapat mengikuti Penghargaan Lampung Sejahtera. “Kami senantiasa berkomitmen dalam upaya percepatan penanggulangan kemiskinan di Kota Metro, tentunya harus ada sinergitas antara Pemerintah Kota Metro dengan Provinsi,” ujarnya.

Sambutan yang kedua Ketua Tim Verifikasi dan Penilaian Penghargaan Lampung Sejahtera Tahun 2019 Fitria S.STP, M.IP menyampaikan kedatangan Tim verifikasi ini didasarkan dokumen yang telah disampaikan. Hal yang melatarbelakangi penghargaan Lampung Sejahtera mengenai kegundahan Wakil Gubernur yang mana evaluasi selama lima tahun belakang ini penurunan angka kemiskinan di Provinsi Lampung tidak lebih dari setengah digit.

“Ada sesuatu yang harus dibenahi sehingga bagaimana  caranya ada motivasi sekaligus wadah pembelajaran bagi  percepatan pemberantasan kemiskinan di Provinsi Lampung. Ada empat point mekanisme penilaian yakni perencanaan dan kelembagaan, pelaksanaan, hasil serta inovasi daerah”, tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Bappeda Kota Metro Bangkit, juga memaparkan capaian pelaksanaan percepatan penanggulangan kemiskinan di Kota Metro. Ada empat point yang disampaikan yakni trend penurunan kemiskinan, perencanaan dan kelembagaan, pelaksanaan serta inovasi.

“Dimana pemaparan lebih menitikberatkan pada perkembangan tingkat kemiskinan di Kota Metro berdasar data yang diperoleh dari kurun waktu tahun 2003-2018 yang mana tingkat kemiskinan Kota Metro menurun secara konsisten selama sepuluh tahun terakhir. Serta pengembangan inovasi yang digalakkan seperti Gerbang Bumi Sai Wawai, Aplikasi Lapor Yai, Sistem Informasi BDT berbasis GIS, e-Barcode untuk E-Warong juga Gertak Insting (Gerakan Serentak Intervensi Stunting),” ungkap Bnagkit.

Di akhir pemaparan tak lupa Bangkit menyampaikan harapan agar Metro mendapatkan hasil yang maksimal. “Mudah-mudahan hari ini tidak mengecewakan, nantinya Metro yang akan mendapatkan penghargaan”, tutupnya.

Pemerintah Kota Metro Menggelar Rakor (Rapat Koordinasi) Bulanan

Pemerintah Kota Metro mengadakan Rakor (Rapat Koordinasi) Bulanan di Aula Pemerintah Kota Metro, Senin (11/03/19).

Sekda Kota Metro Nasir menindaklanjuti mengenai belum terbitnya sertifikat tanah oleh Pemda yang dengan harapan paling tidak bulan depan sudah ada progres untuk 22 sertifikat yang belum terbit, lanjutnya mengenai tindak lanjut hasil Musrenbang, serta Lomba kelurahan di 5 Kecamatan yang sedang berangsung mulai hari ini.
Turut hadir dalam Rakor Walikota Metro, Wakil Walikota Metro, Sekda Kota Metro, Para Asisten, Staff ahli, Kepala OPD se-Kota Metro, Camat Lurah se-Kota Metro,  serta Instansi Vertikal.

Djohan Buka Training Center (TC) MTQ Provinsi Lampung

Wakil Walikota Metro Djohan membuka Training Center (TC) bagi calon peserta MTQ Kota Metro yang akan mengikuti MTQ Tingkat Provinsi Lampung tahun 2019 bertempat di OR Setda Kota Metro, Jumat (08/03/2019).

Djohan menyambut baik penyelenggaraan kegiatan ini, yang mana sebagai bentuk upaya kita untuk lebih mempersiapkan diri dalam rangka mengikuti Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Lampung tahun 2019.

“Perlu saya tegaskan bahwa penyelenggaraan TC ini, bukan sekedar acara simbolis atau pun berkumpul menghabiskan waktu, melainkan lebih melatih diri termasuk mempelajari dan mendalami setiap isi dan makna Al-Qur’an serta mampu mengimbangi, meningkatkan daya pemahaman terhadap Al-Qur’an yang lebih baik lagi”, ucapnya.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar, serta memberikan hasil yang maksimal untuk meningkatkan kualitas peserta MTQ  Kota Metro yang akan bertanding. Tentunya qari dan qariah dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sebaik-baiknya untuk mendapatkan tambahan ilmu, serta percaya diri dalam menghadapi MTQ Tingkat Provinsi Lampung, serta termotivasi untuk terus belajar dan mendalami materi yang disampaikan oleh para pelatih.

“Mudah-mudahan dengan TC ini bisa menjadikan peserta atau qari qariah menggali potensi yang ada untuk bisa meraih prestasi di Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Lampung nantinya “, tutupnya.

Dalam acara ini juga dihadiri oleh kepala kantor Kemenag Kota Metro, Pengurus LPTQ Kota Metro, Para Alim Ulama, Tokoh Masyarakat, Para undangan serta peserta Training Center (TC) MTQ Kota Metro.

Musrenbang Tingkat Kecamatan Metro Pusat

Musrenbang  Tahun 2020 Tingkat Kecamatan yang berlangsung di Kecamatan Metro Pusat, bertempat di Kelurahan Hadimulyo Barat, Rabu (06/03/19).

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Metro Djohan, OPD se-Kota Metro, Camat dan Lurah se-Kecamatan Metro Pusat, para RT/RW serta tamu undangan.

Camat Metro Pusat Triana Aprisia melaporkan bahwa, dalam pencapaian PBB Metro Pusat telah 82,2% -an atau 900 jutaan. Adapaun yang harus disampaikan yakni  belum tercapainya secara maksimal program Gerbang BSW.

“Saya mengusulkan agar dreinase dan trotoar  yang mulai rusak dan tersumbat sehingga menimbulkan genangan air pada musim penghujan dapat diperbaiki. Dan tahun yang akan datang pun, dana kelurahan akan kami luncurkan juga untuk pembuatan jamban, terutama bagi warga yang belum memiliki jamban, karena bisa kita ketahui bersama warga Kecamatan Metro Pusat masih ada yang belum memilikinya,” ucapnya.

Dalam arahannya, Wakil Walikota Metro Djohan mengajak agar masyarakat dapat melakukan kerja sama/ gotong royong sehingga Metro lebih baik lagi.

“Mengenai target Gerbang BSW yang belum tercapai, saya berharap agar OPD terkait dapat berkoordinasi supaya tidak terjadi kembali program pembangunan yang sama dengan Dinas PUPR,” jelasnya.

Musrenbang Kecamatan Metro Timur

Pemerintah Kota Metro kembali mengadakan Musrembang tingkat Kecamatan Metro Timur yang diadakan di Aula Kelurahan Yosodadi, Selasa (05/03/19).

Dalam sambutannya Wakil Wali Kota Metro Djohan meminta masyarakat Kecamatan Metro Timur untuk mematangkan usulan-usulan masyarakat.

“Hal ini, agar usulan tersebut bisa masuk ke Musrenbang tingkat kota,”ujar Djohan.

Tambahnya, Hal itu perlu dilakukan agar Metro Timur berhasil tentunya dengan diperjuangkan.

“Dimatangkan usulan-usulan apa saja yang menjadi perioritas, supaya bisa diperjuangkan ke Musrenbang tingkat kota,” tuturnya.

Menurut dia, Musrenbang tahun 2019 ini merupakan perencanaan pembangunan untuk tahun depan, sehingga segala usulan yang mau diusulkan harus disampaikan.

Pihaknya menambahkan, masyarakat yang datang tidak hanya mewakili kelurahan, tetapi Kecamatan Metro Timur.

Kepala Sekolah se-Kota Metro Ikuti Workshop Jurnalistik

Puluhan peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah dan Bendahara se Kota Metro mengikuti Workshop Jurnalistik, mengenai Tindakan Pidana Korupsi dan Undang-undang IT, yang berlangsung di Aula STO (Sekolah Tinggi Olahraga) Kota Metro, Selasa (05/03/19).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Walikota Metro yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Metro, Ketua AWPI Kota Metro, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Ketua dan Panitia Pelaksana, Rekan-rekan jurnalis dan Para Narasumber/ Pemateri Kegiatan Workshop.

Ketua AWPI Kota Metro, mengucapkan terima kasih kepada semua peserta yang telah meluangkan waktunya untuk hadir dalam acara Workshop yang diadakan AWPI Kota Metro.

“Kegiatan ini kita lakukan untuk memajukan Kota Metro terutama dibidang pembangunan, kita sebagai jurnalis khususnya DPC AWPI Kota Metro dituntut untuk menjadi wartawan yang profesional dan bekerja sebagai jurnalis yang sopan serta berjalan sesuai rel yang sudah ditentukan dalam UU Pers No 40,” tutur Verry Sudarto.

Lanjutnya, suatu program  bisa mendapatkan hasil yang baik jika dilakukan dengan rasa sadar, cinta serta aman,  nyaman maka akan mencapai hasil yang kita harapkan dengan tetap memperhatikan rambu-rambu yang ditentukan.

Sementara itu Walikota Metro yang diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Metro, Dra. Farida menyampaikan tujuan kegiatan Workshop adalah untuk memberikan pemahaman kepada para kepala sekolah dan bendahara di satuan pendidikan SD, SMP, SMA/SMK se-Kota Metro tentang tindak pidana korupsi dan UU IT.

Sebagai mitra pemerintah para jurnalis harus turut serta dalam proses pelaksanaan dan pengawasan pembangunan di Kota Metro terlebih dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pencegahan tindak pidana korupsi dan pemahaman UU IT bahkan termasuk didalamnya Para Kepala Sekolah dan Bendahara,” ujarnya.

Tambah Farida, Harapan kami para rekan-rekan jurnalistik mampu menjadikan profesi yang mulia dan memiliki nilai tersendiri didalam proses pembangunan yang kita laksanakan, kegiatan semacam ini menjadi hal yang penting dan harus dipahami para peserta dengan baik.