Artikel Pemerintahan Kota Metro

Sebanyak 40 Pegawai Pemkot Metro, Ikuti Diklat Teknis Pengadaan Barang dan Jasa

Sebanyak 40 orang perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Kota Metro mengikuti Diklat Teknis Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Kota Metro Tahun Anggaran 2017 yang berlangsung di Local Education Center (LEC) Kartika Metro, Rabu (18/10/2017).

Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kota Metro ABP. Herjuno, diklat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang ketentuan, cara-cara serta siklus manajemen pengadaan barang dan jasa,  meningkatkan kemampuan pengelola dan mempercepat proses pengadaan barang dan jasa secara efektif dan efisien, serta untuk meningkatkan ketersediaan SDM yang memiliki profesionalisme dalam hal pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Pelaksanaan diklat tersebut, akan dilaksanakan selama 4 hari dimulai hari ini sampai dengan hari Jumat. Sementara pelaksanaan ujian akan diselenggarakan pada hari Sabtu, tanggal 21 Oktober 2017 yang bertempat di SMK Negeri 3 Metro. Dengan narasumber dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) RI,” jelas Herjuno.

Usai melakukan penyematan Tanda Peserta Diklat secara simbolis, Asisten III Evi Roffiyanti yang mewakili Walikota Metro, pada sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Dengan harapan kepada seluruh peserta agar dapat memahami secara benar tentang proses pengadaan barang dan jasa, sehingga seluruh proses pengadaan dapat dilakukan dengan baik.

“Saya ingatkan kembali kepada peserta, untuk mengikuti diklat ini dengan serius dan tanyakan kepada narasumber apabila ada yang kurang jelas. Sehingga ujian pada hari Sabtu besok, peserta dapat lulus dengan hasil yang memuaskan,” ungkap Evi Roffiyanti.

 

Sekda Kota Metro Berikan Pembinaan Pada Kecamatan Metro Pusat

Menindak lanjuti rakor bulan Oktober 2017 tentang penyampaian Sekda Kota Metro bahwasanya untuk meningkatkan kedisiplinan para ASN Kota Metro, maka Sekda Kota Metro akan melakukan kunjungan dan pembinaan disetiap kecamatan di wilayah Kota Metro. Pada kesempatan ini, A. Nasir A.T memimpin apel di Kecamatan Metro Pusat yang dihadiri masing-masing kelurahan di Wilayah Metro Pusat, Senin (16/10/2017).

Didalam amanatnya, Sekda Kota Metro A. Nasir A.T menyampaikan apresiasi kepada peserta apel yang telah hadir, dan ia menyampaikan bahwa kunjungan sekaligus pembinaan ini selain dalam rangka silaturahmi, yakni guna untuk menyatukan langkah bahwa seluruh aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Metro baik camat maupun lurah memiliki satu tujuan, satu visi dan misi.

“Yang mengendalikan jalannya pemerintah adalah kita semua, khususnya dari tingkat RT sampai Kecamatan yang merupakan ujung tombak terkait dengan pelayanan, maka mari bersama-sama kita membangun rasa karsa kita, dan rasa korps kita.” Ucapnya.

“Saya akui tingkat kedisiplinan aparatur kita belum sepenuhnya disiplin, akan tetapi sedikit demi sedikit sudah menunjukan bahwa kita ingin berbuat ke arah yang lebih baik dan hal itu sanglah penting. Untuk itu kami bersama-sama dengan Asisten III, Inspektur, Kepala BKPSDM, dan Kepala Bagian Organisasi hadir dalam kunjungan ini yakni agar dapat melihat secara langsung apa yang terjadi dibawah dan apa yang bisa kita perbaiki bersama-sama.” Terang Nasir.

Usai pelaksanaan apel, dilanjutkan dengan briefing di Aula Kecamatan Metro Pusat. Hasil dari briefing tersebut, Kepala BKPSDM ABP. Herjuno mengatakan, sebagai pegawai dituntut untuk melaksanakan tugas dan kewajiban berdasarkan tupoksi, baik didalam pemerintahan maupun didalam pelayanan, dan ia mengharapkan agar dapat terus meningkatkan kedisiplinan dan tidak melanggar aturan yang berlaku.

Sementara itu, Camat Metro Pusat Triana Aprisia, sangat menyambut baik dan apresiasi atas perhatian dari Pemerintah Kota Metro yang bersedia terjun langsung. “Kunjungan ini selain untuk mengetahui kondisi dan melakukan pembinaan, juga memberikan motivasi dan masukan kepada kami yang ada di kecamatan dan kelurahan untuk tetap semangat dalam kinerja dan dalam peningkatan kedisiplinan.” Ujarnya.

Jum’at Bersih Bulan Oktober Sekaligus Peninjauan Walikota Di SMP Negeri 4 Metro

Walikota Metro Achmad Pairin meninjau kegiatan Jumat Bersih yang pada kesempatan ini berlangsung di lingkungan SMP N 4 Metro (13/10/2017). Kunjungan ini sekaligus melihat kondisi lingkungan di SMP N 4 Metro tersebut. Achmad Pairin juga meninjau lokasi Kantin, Parkir, dan Ruang UKS.

Setibanya di Kantin, Pairin mengharapkan agar pihak kantin terus menjaga kebersihan dan kehigienisan dari makanan/minuman yang disediakan, ia juga sangat mengapresiasi kegiatan jumat bersih ini.

Jumat bersih tersebut turut dihadiri pula Sekda Kota Metro dan Asisten II serta jajarannya. Sekda Kota Metro A. Nasir A.T menilai bahwa lingkungan di SMP N 4 Metro ini cukup bersih dan tertata. Ia ingin kebersihan ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan lagi.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Jumat ini turut melibatkan para ASN di Lingkungan Pemerintah Kota Metro, Petugas Kebersihan, serta pihak dari sekolahan baik para guru maupun siswa-siswinya.

Rakor Bulan Oktober Tahun 2017

Bertempat di OR Setda Kota Metro (12/10/2017), Pemerintah Kota Metro menggelar Rapar Koordinasi Bulan Oktober 2017. Rapat yang di pimpin oleh Walikota Metro dan didampingi Wakil Walikota Metro dan Sekda Kota Metro beserta jajarannya tersebut .

Sebelum memulai Rakor, terlebih Inspektur Kota Metro Jihad Helmi memaparkan sosialisasi tentang Strategi Peningkatan Kapabilitas APIP. Berdasarkan level Kapabilitas APIP di Wilayah Provinsi Lampung Tahun 2016, Kota Metro urutan ke dua dengan Level 2 DC (Dengan Catatan). Disamping itu juga, Jihad membahas mengenai Pengendalian Gratifikasi di Kota Metro.

Wakil Walikota Metro Djohan, dalam rakor tersebut memberikan arahan mengenai kedisiplinan dan tupoksi. “Disiplin ini bentuknya bermacam-macam diantaranya disiplin waktu, pekerjaan dan kelengkapan berpakaian. Terkait dengan disiplin kerja sekarang bulan oktober dan sudah menginjak triwulan terakhir dan apa yang menjadi pekerjaan di tahun 2017 ini dapat segera diselesaikan,” ucapnya.

Disamping itu, Sekda Kota Metro A. Nasir yang sebagai moderator dalam rakor tersebut mengajak untuk bersama-sama mengevaluasi tindak lanjut terhadap rakor pada bulan sebelumnya. “Pada umumnya telah ditindak lanjuti semua, namun ada yang masih belum tuntas antara lain tentang penertiban pasar dan taman, selama ini sudah kita upayakan akan tetapi kenyataannya dilapangan masih belum tuntas.” ujarnya.

A. Nasir juga menyampaikan kembali apa yang telah Wakil Walikota sampaikan, yakni mengenai kedisplinan. “Untuk menertibkan kedisiplinan saya akan melakukan pembinaan di setiap kelurahan dan kecamatan dari tanggal 16 oktober 2017, yang akan dimulai dari kecamatan Metro Pusat,” jelasnya.

Adapun beberapa bahan rakor yang ditegaskan pada kesempatan tersebut diantaranya, mengenai masalah salah satu tower yang ada di wilayah Kecamatan Metro Utara, perempatan Kelurahan Purwosari Metro Utara yang sering terjadi kecelakaan, percepatan APBDP 2017, banyaknya pejabat eselon II yang masih belum mengikuti Diklatpim II, banyaknya usulan perceraian yang terjadi pada PNS di Kota Metro, dan mengenai Panwas KPU didalam memasuki tahapan-tahapan menjelang Pilgub.

Sekda Kota Metro tersebut juga menambahkan mengenai Wisata Dam Raman, agar kiranya dari petugas Badan Penanggulanan Bencana Daerah Kota Metro untuk disiapkan pada hari libur, dari pihak kecamatan dan kelurahan agar dapat membantu untuk antisipasi jika terjadi keributan dan dari Satpol-PP untuk dapat membantu langkah-langkahnya.

“Disamping Satpol-PP, BPBD, Kecamatan dan kelurahan, dari Dinas Pariwisata dan Dinas Perhubungan juga diharapkan ikut membantu, sehingga apa yang telah kita lakukan bersama ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan bagi Pemerintah Daerah.” terang Nasir.

Diakhir hasil rakor, Walikota Metro Achmad Pairin menyimpulkan bahwa jumlah jiwa menurut data yang ada dan telah terdata di Kota Metro berjumlah 166.093 jiwa. Dan untuk masalah Dam Raman, Achmad Pairin mengharapakan agar dari Dinas PU, Dinas pariwisata, dan Dinas perhubungan agar dapat melihat segera dan meninjau lokasi untuk perencaanaan tahun 2018.

Selain itu, Achmad Pairin juga mengharapkan perangkat daerah dapat membuat perencanaan dengan baik dan dapat melakukan sesuai tupoksi. Mengingat Kota Metro telah mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Pusat. “Saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas terlaksananya rakor ini, apa yang telah sama-sama kita lakukan selama ini cukup bagus dan berharap kedepan lebih bagus lagi dan lebih baik lagi.” Tutup Walikota Metro.

Rapat Paripurna, DPRD Kota Metro Setujui Pembentukan Peraturan Daerah tentang Pemeliharaan dan Pelestarian Budaya Lampung

Rapat Paripurna tentang Pembicaraan Tingkat II Pendapat dalam Pengambilan Keputusan Terhadap Tiga Raperda Rancangan Peraturan Daerah Kota Metro, Selasa (10/9/17).

Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD Kota Metro dihadiri oleh, Walikota Metro Achmad Pairin dan Wakil Walikota Metro Djodan, Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda dan Anggota, Fokirpimda Kota Metro, Sekda Kota Metro A Nasir, Asisten Sekda Kota Metro, Kepala OPD se Kota Metro serta tamu undangan.

Dalam laporannya, pansus I dan II menyampaikan pembahasan 3 (tiga) raperda tentang pemeliharaan dan pelestarian budaya lampung, penyelengaraan kota wisata dan keteriban umum, kebersihan serta keindahan. “Pemerintah Kota Metro pun akan membuat tugu kota, menata taman, hutan dan terus melakukan pengembangan Masjid Taqwa sebagai wisata religi serta membangun rumah adat lampung, rumah adat tersebut akan digunakan sebagai tempat upacara adat dan akan dijadikan sebagai destinasi wisata di Kota Metro ” ucap pansus I Nasiyanto.

“Tempat wisata alam akan ditetapkan di Kecamatan Metro Utara dan Kecamatan Metro Selatan sedangkan objek wisata buatan serta taman tematik akan ditetapkan pada setiap kecamatan yang ada di Kota Metro,” terang pansus II Hendri Susanto.

Pada sambutannya, Walikota Metro Achmad Pairin mengucapkan terimakasih kepada pansus I dan II atas persetujuan anggota DPRD terhadap rancangan peraturan daerah menjadi peraturan daerah. Adapun jangkaun dari peraturan daerah pemeliharaan dan pelestarian budaya lampung yakni,
1. Penguatan instusi adat dan budaya lampung di Kota Metro
2. Meningkatkan kemampuan masyarakat akan pengakuan adat budaya
3. Meningkatkan keperdulian dan kesiapan masyarakat pada masalah-masalah adat istiadat dan budaya,
4. Meningkatkan perlindungan dan pelestarian masyarakat adat serta budaya.

Achmad Pairin juga menyampaikan bahwa, raperda tentang kota wisata alam serta buatan seperti penataan taman tematik, pengembangaan bumi perkemahan dan dam raman sangat mendukung visi Kota Metro, sebagai kota pendidikan dan wisata keluarga berbasis ekonomi kerakyatan berlandaskan pembangunan partisipatif.

“Tempat wisata Kota Metro diharapkan dapat memberikan multipller effect (hasil kali pertambahan tiap pos pendapatan) pada kondisi perekonomian lokal, meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata dan membuka peluang kerja pada bidang pariwisata,” jelasnya.

Kunjungan DPRD Temanggung Ke Kota Metro

Kota Metro mendapat kunjungan dari Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah, acara bertempat di Ruang Rapat (OR), Rabu (11/10/17).

Dalam Kunjungan ini di hadiri Sekda Metro A Natsir, Ketua DPRD Kabupaten Temanggung dalam hal ini di wakili oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Temanggung Tunggul Purnomo dan rombongan dari komisi C, serta para OPD Kota Metro.

Tujuan dari kunjungan Kabupaten Tamanggung adalah untuk mencontoh Pembangunan di Kota Metro (Indeks Pembangunan Manusia), Kota Metro menjadi nomor 2 tertinggi se-Indonesia dengan itu metro menjadi contoh dari berbagai Kabupaten dan Provinsi lain.

“Kota Metro ini adalah Kota kecil terdiri dari 5 kecamatan 20 kelurahan jumlah penduduknya hanya 164ribu jiwa tetapi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertnggi se-Provinsi lampung dan menjadi nomor 2 se-Indonesia kunjungan dari Temanggung ini sangat berguna untuk saling tukar pikiran mencomtoh yang ada di Temanggung  dan yang ada di Kota Metro” ucap A Natsir.

Kemudian di jelaskan tujuan dari Kabupaten Temanggung datang ke Kota Metro adalah untuk menjadi percontohan pembangunan dan saling tukar pikiran ” tujuan kami berkunjung ke Kota metro ini untuk bersilahturahmi dan mencontoh yang ada di Kota Metro yaitu pembagunan” jelasnya Tunggul Purnomo

Tujuan Kota Metro adalah menjadi Kota Smart City yang semuanya mengunakan elektronik dan Kota Metro akan mengunakan non tunai untuk semua pegawai PNS maupun Kontrak.