Pembukaan Karya Galang ke-VI se-Kwarda Lampung Racana Raden Intan II dan Puteri Rarang Pangkalan IAIN Metro 2017

Pembukaan Karya Galang ke-VI se-Kwarda Lampung Racana Raden Intan II dan Puteri Rarang Pangkalan IAIN Metro 2017 diadakan di Lapangan Kampus IAIN Metro, Minggu pagi (17/09/2017).

Acara Karya Galang keenam ini dibuka oleh Walikota Metro yang diwakili Asisten II Prayetno dan dihadiri oleh Kwarda lampung, Kwarcab Kota Metro, Racana tetangga se-Lampung dan peserta SD-SMP se-Kwarda Lampung.
 
Ketua Pelaksana Karya Galang ke-VI , Ahmad Agus Saputra mengatakan bahwa Karya Galang adalah kegiatan rutin pramuka penggalang tingkat SD dan SMP sederajat yang setiap tahunnya diadakan oleh Unit Kegiatan Khusus (UKK) Pramuka IAIN Jurai Siwo Metro. Pada tahun ini Karya Galang sudah memasuki usia yang keenam. Peserta Karya Galang tahun ini berjumlah 55 Gugus Depan yang terdiri dari 900 peserta putra dan 800 peserta putri.
Selain itu dalam sambutannya Asisten II Prayetno menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Racana Radin Inten II dan Putri Kandang Rarang Pangkalan IAIN Metro yang telah mampu menyelenggarakan kegiatan Pembukaan Karya Galang ke-VI se-Kwarda Lampung ini dengan baik.
“Mudah-mudahan event ini akan memberikan makna yang berarti bagi peningkatan kegiatan kepramukaan, serta pembinaan generasi muda di Kota Metro dan di Provinsi Lampung pada umumnya,” ujar Prayetno.
Acara dilanjutkan dengan pemotongan pita balon sebagai simbolisasi dibukanya acara Karya Galang ke-VI dan sesi foto bersama.

Forum Diskusi Publik “Merawat NKRI Melalui Ormas di Bumi Pertiwi” Digelar di Kota Metro

Dalam rangka sosialisasi, edukasi, peningkatan pemahaman dan dukungan masyarakat terhadap penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat, Direktorat Pengelolaan Media Publik bersama dengan Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI melaksanakan kegiatan diseminasi informasi melalui Forum Diskusi Publik dengan tema “Merawat NKRI melalui Ormas di Bumi Pertiwi” yang berlangsung di Gedung Wisma Haji Al Khairiyah, Kota Metro (09/09/17).

Eksistensi keberadaan ormas sebagai wadah berserikat dan berkumpul adalah perwujudan kesadaran dan tanggungjawab kolektif warga negara untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Ormas merupakan potensi yang harus dikelola sehingga tetap menjadi energi positif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Untuk menjaga dinamika ormas dalam berbangsa dan bernegara yang sesuai dengan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia 1945, Pemerintah mengeluarkan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat. Peraturan tersebut dimaksudkan semata-mata agar aktifitas ormas tetap pada koridor hukum yang berlaku, baik hukum positif maupun norma, nilai-nilai, moral dan etika yang berlaku di masyarakat untuk menjamin keamanan, ketenteraman dan ketertiban umum demi kedaulatan NKRI.

Tujuan dari forum ini adalah untuk meningkatkan pemahaman yang baik dan mendalam terkait Perppu Nomor 2 Tahun 2017 dan terbangunnya kesadaran, kepedulian, dan kecerdasan dalam menginternalisasikan nilai-nilai yang ada di dalam Perppu tersebut.

Didalam kegiatan yang berlangsung di Wisma Haji Kota Metro tersebut, turut dihadiri oleh perwakilan unsur Fokorpimda Kota Metro, Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Metro, Camat dan Lurah Kota Metro, Ketua LPM se Kota Metro, Ketua Ormas, OKP dan Keagamaan se Kota Metro, perwakilan dari Perguruan Tinggi se-Kota Metro, serta Para Narasumber terdiri dari Ustad & Penyiar TV Agus Idzwar selaku moderator, Sri Yunanto selaku Tenaga Ahli Menko Polhukam, Syafiq Hsayim selaku Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Tokoh Agama/Masyarakat, dan Akademisi.

Adapun setelah kegiatan ini akan diselenggarakan rangakaian kegiatan berikutnya yaitu Pertunjukan Rakyat yang akan dilaksanakan di Lapangan Samber Kota Metro pada hari Minggu tanggal 10 September 2017 pukul 19.30.

 

Pengukuhan DPC Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia Kota Metro

Wakil Walikota Metro Djohan, menghadiri Pengukuhan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kota Metro Masa Bakti 2017-2022, yang berlangsung di Grand Skuntum Kota Metro (07/08/17). Pada agenda tersebut turut hadir Ketua DPP AWPI Nadianto, DPD Provinsi Lampung Hengky Ahmad Jaluji, Ketua dan Pengurus DPC AWPI Kota Metro Verry Sudarto, serta undangan lainnya.

Menurut laporan ketua pelaksana kegiatan, dalam rangka pengukuhan DPC AWPI Kota Metro, sebelumnya telah diselenggarakan berbagai rangkaian kegiatan diantaranya lomba gerak jalan tingkat SD/SMP se-Kota Metro dan lomba senam aerobik tingkat Provinsi Lampung.

Wakil Walikota Metro Djohan, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya Pengukuhan DPC AWPI Kota Metro masa bakti 2017-2022, dengan harapan momentum tersebut dapat meningkatkan peran dan kiprah wartawan dalam mewujudkan masyarakat madani dan intelektual guna mendukung visi  dan misi Kota Metro.

Djohan berharap, para wartawan mampu menjadikan profesi jurnalisnya sebagai profesi yang mulia dan memiliki nilai tersendiri di dalam proses pembangunan yang dilaksanakan. “Profesionalitas ini menjadi hal yang sangat penting, sebab pekerjaan sebagai wartawan akan dihargai bukan karena statusnya, melainkan lebih kepada nilai profesionalisme yang dimiliki oleh rekan-rekan jurnalis itu sendiri,” ungkapnya. Lebih lanjut, ia juga menambahkan bahwa di dalam menjalankan profesi jurnalistiknya, insan pers dapat berperan aktif didalam proses pembangunan dengan tetap menjunjung tinggi etika profesi dan kode etik jurnalistik.

“Selamat bekerja dan selamat melaksanakan tugas kepada para pengurus DPC AWPI Kota Metro masa bakti 2017-2022 yang baru saja dikukuhkan, mari bersama-sama berperan aktif mendukung seluruh proses pembangunan di Kota Metro Bumi Sai Wawai yang sama-sama kita cintai”, tutup Djohan.

Sementara itu Ketua DPC AWPI Kota Metro, Verry Sudarto, menyampaikan bahwa AWPI Kota Metro siap menjalani kerjasama yang baik kepada Pemerintah Kota Metro dan masyarakat. “AWPI harus menjadi organisasi pers yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan, apapun kebebasan wartawan namun tetap menjunjung kode etik sebagai jurnalis”.