Walikota Metro Bersilaturahmi dengan LLI Kota Pontianak Kalimantan Barat

Silaturahmi dengan LLI Kota Pontianak Kalimantan Barat, di Kediaman Ketua LLI Kota Metro Bapak Kusudiarto, Kamis (07/12/2017).

Acara silaturahmi ini dihadiri pula Walikota Metro Achmad Pairin, serta para anggota LLI dan para tamu yang hadir, dalam kujungannya, LLI Kota Pontianak ke Kota Metro ini bertujuan untuk belajar dan saling tukar pikiran antara kedua pihak.

Dalam sambutannya Walikota Metro berterima kasih atas kunjungan, dan berharap kegiatan seperti ini dapat terus diadakan agar semangkin mempererat tali silaturahmi, dan semoga LLI Kota Metro dapat berkunjung ke Kota Pontianak lain waktu, “Saya sangat berterima kasih atas kunjungan dari saudara saya yang menyempatkat waktunya untuk menyambangi Kota Metro, dan saya juga berharap silaturahmi seperti ini dapat terus terjalin, semoga lain kesempatan Kota Metro yang berganti berkunjung ke Kota Pontianak” Ucapnya Achmad Pairin.

Selain itu juga LLI Kota Metro dan LLI Kota Pontianak saling bertukar kenang-kenangan.

 

Para Pedagang Kaki Lima Kembali Ajukan Aspirasi

Pedagang Kaki Lima kembali ajukan Aspirasi kepada Pemerintah Kota Metro, yang berlangsung di Halaman Pemda Kota Metro Kamis(02/11/17).

Para pendemo yang terdiri dari pedagang kaki lima dan GMBI (Gabungan Masyarakat Bawa Indonesia) menutut agar pasar tidak di pindah, menurut mereka itu merugikan dan menguntungkan pihak ke-3, Sebelumnya pada tangal 23 Oktober mereka mengadakan demo serupa.

Merasa tuntutanya di penuhi, mereka akhirnya mengadakan demo dengan jumlah yang lebih sedikit, sempat terjadi kerusahan antara aparat kepolisian dan para pendemo, mereka ingin masuk ke dalam untuk mengajukan aspirasi.

Merasa suasana semakin memanas akhirnya Wakil Walikota mendatangi para pendemo untuk memperbolehkan perwakilan dari pendemo untuk bermusyawarah kepada pemerintah Kota Metro di ruangan OR.

Mereka hanya ingin agar pemerinta Kota Metro memenuhi tututan mereka, Walikotapun menjelaskan tentang penertipan pasar agar lebih tertata dan lebih indah, supaya pasar Metro lebih hidup lagi.

Setelah dari pertemuan antara pemerintah Kota Metro dengan para pendemo selesai, mereka membubarkan diri dan mereka mengecam jika tuntutannya tidak di penuhi mereka akan berdemo kembali.

Wakil Walikota Metro Djohan Hadiri Diskusi Publik

Wakil Walikota Metro bersama dengan Ketua DPRD Kota Metro dan unsur Fokorpimda Kota Metro menghadiri acara Diskusi Publik Pemerintah Kota Metro dan tokoh masyarakat yang diselenggarakan oleh Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kota Metro, Kamis (02/11/2017).

Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Grand Skuntum Kota Metro tersebut, Wakil Walikota Metro Djohan mengharapkan kegiatan ini dapat menjadi wadah komunikasi dan dapat menjadi salah satu media dan jembatan penghubung demi meningkatkan hubungan yang harmonis.

“Kami berharap kegiatan Diskusi Publik yang akan kita laksanakan ini, dapat memberikan masukan yang sangat berarti demi terwujudnya visi dan misi pembangunan Kota Metro,” ujar Djohan.

Berdasarkan sambutan, Ketua AWPI Kota Metro Very Sudarto mengatakan, tema pada kegiatan ini yaitu, Melalui Diskusi Publik Pemerintah Kota Metro dan Tokoh Masyarakat Bersinergi dalam Meningkatkan Pembangunan Pada Sektor Pendidikan dan Pariwisata Guna Menunjang Visi Kota Metro Sebagai Kota Pendidikan dan Wisata Keluarga Berbasis Ekonomi Kerakyatan Berlandaskan Pembangunan Partisipatif.

Tambahnya, Very Sudarto menyampaikan bahwasanya melalui diskusi ini dimaksudkan untuk mengajak Pemerintah dan masyarakat dapat bersinergi. “Salah satunya pada perancangan dan menjalankan pembangunan, khusus pada sektor pendidikan dan pariwisata untuk dapat bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat. Dari hal inilah AWPI mengajak untuk dapat duduk bersama dan bekerjasama,” ungkap Very Sudarto.

Ratusan Pendemo Ajukan Aspirasi Masalah Pasar Kepada Pemerintah Kota Metro

Ratusan pedagang Kaki Lima di Pasar Kota Metro, Lampung menggelar aksi unjuk rasa di 3 lokasi. Lokasi yang dijadikan demo diantaranya, di depan kantor Walikota Metro, Kantor Kejaksaan Negeri, Kantor DPRD Kota Metro, Senin (23/10/2017).

Sebelumnya pada hari Kamis 19 Oktober lalu, Pemkot Metro dan para pedagang Kaki Lima telah mengadakan rapat untuk melakukan kesepakatan di OR Pemkot Metro. Kesepakatan tersebut menuntut Pemerintah Kota Metro agar mengijinkan berdagang di lokasi semula, serta tidak adanya penggusuran kepada pedagang.

Merasa tuntutannya tidak terpenuhi, sekitar 700-an pedagang kaki lima, bersama GMBI (Gabungan Masyarakat Bawah Indonesia), PMII (Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia) dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) mengadakan demo dari pukul 08.00 hingga 12.00 Wib.

Demo tersebut pun berjalan dengan tertib lantaran puluhan anggota kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja, melakukan penjagaan ketat di  tiga lokasi tersebut. Sementara itu, arus lalu lintas di sekitaran Jalan AH. Nasution terpantau macet, sehingga puluhan polisi mengalihkan pengendara ke jalur alternatif lainnya.

Didalam penyampaiannya, Achmad Pairin mengatakan bahwa, tugas dari Pemerintah Daerah adalah melayani masyarakat salah satunya berkaitan dengan pasar. Dimana Pemerintah Kota ingin mengembalikan fungsi pasar sebagaimana mestinya, yang bermanfaat untuk seluruh masyarakat.

“Oleh karena itu perlu adanya penataan fasilitas-fasilitas seperti tempat parkir yang memang berfungsi untuk parkir, lorong dan trotoar yang berfungsi untuk pejalan kaki, tempat berjualan yang tertata sehingga nyaman dan layak bagi para pembeli dan penjual, toilet, tempat sholat, dan tempat penampungan sampah, yang selama ini sebagian fungsinya digunakan untuk berdagang,” ungkapnya dalam menanggapi pendemo.

 

Pembukaan Karya Galang ke-VI se-Kwarda Lampung Racana Raden Intan II dan Puteri Rarang Pangkalan IAIN Metro 2017

Pembukaan Karya Galang ke-VI se-Kwarda Lampung Racana Raden Intan II dan Puteri Rarang Pangkalan IAIN Metro 2017 diadakan di Lapangan Kampus IAIN Metro, Minggu pagi (17/09/2017).

Acara Karya Galang keenam ini dibuka oleh Walikota Metro yang diwakili Asisten II Prayetno dan dihadiri oleh Kwarda lampung, Kwarcab Kota Metro, Racana tetangga se-Lampung dan peserta SD-SMP se-Kwarda Lampung.
 
Ketua Pelaksana Karya Galang ke-VI , Ahmad Agus Saputra mengatakan bahwa Karya Galang adalah kegiatan rutin pramuka penggalang tingkat SD dan SMP sederajat yang setiap tahunnya diadakan oleh Unit Kegiatan Khusus (UKK) Pramuka IAIN Jurai Siwo Metro. Pada tahun ini Karya Galang sudah memasuki usia yang keenam. Peserta Karya Galang tahun ini berjumlah 55 Gugus Depan yang terdiri dari 900 peserta putra dan 800 peserta putri.
Selain itu dalam sambutannya Asisten II Prayetno menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Racana Radin Inten II dan Putri Kandang Rarang Pangkalan IAIN Metro yang telah mampu menyelenggarakan kegiatan Pembukaan Karya Galang ke-VI se-Kwarda Lampung ini dengan baik.
“Mudah-mudahan event ini akan memberikan makna yang berarti bagi peningkatan kegiatan kepramukaan, serta pembinaan generasi muda di Kota Metro dan di Provinsi Lampung pada umumnya,” ujar Prayetno.
Acara dilanjutkan dengan pemotongan pita balon sebagai simbolisasi dibukanya acara Karya Galang ke-VI dan sesi foto bersama.

Forum Diskusi Publik “Merawat NKRI Melalui Ormas di Bumi Pertiwi” Digelar di Kota Metro

Dalam rangka sosialisasi, edukasi, peningkatan pemahaman dan dukungan masyarakat terhadap penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat, Direktorat Pengelolaan Media Publik bersama dengan Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI melaksanakan kegiatan diseminasi informasi melalui Forum Diskusi Publik dengan tema “Merawat NKRI melalui Ormas di Bumi Pertiwi” yang berlangsung di Gedung Wisma Haji Al Khairiyah, Kota Metro (09/09/17).

Eksistensi keberadaan ormas sebagai wadah berserikat dan berkumpul adalah perwujudan kesadaran dan tanggungjawab kolektif warga negara untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Ormas merupakan potensi yang harus dikelola sehingga tetap menjadi energi positif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Untuk menjaga dinamika ormas dalam berbangsa dan bernegara yang sesuai dengan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia 1945, Pemerintah mengeluarkan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat. Peraturan tersebut dimaksudkan semata-mata agar aktifitas ormas tetap pada koridor hukum yang berlaku, baik hukum positif maupun norma, nilai-nilai, moral dan etika yang berlaku di masyarakat untuk menjamin keamanan, ketenteraman dan ketertiban umum demi kedaulatan NKRI.

Tujuan dari forum ini adalah untuk meningkatkan pemahaman yang baik dan mendalam terkait Perppu Nomor 2 Tahun 2017 dan terbangunnya kesadaran, kepedulian, dan kecerdasan dalam menginternalisasikan nilai-nilai yang ada di dalam Perppu tersebut.

Didalam kegiatan yang berlangsung di Wisma Haji Kota Metro tersebut, turut dihadiri oleh perwakilan unsur Fokorpimda Kota Metro, Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Metro, Camat dan Lurah Kota Metro, Ketua LPM se Kota Metro, Ketua Ormas, OKP dan Keagamaan se Kota Metro, perwakilan dari Perguruan Tinggi se-Kota Metro, serta Para Narasumber terdiri dari Ustad & Penyiar TV Agus Idzwar selaku moderator, Sri Yunanto selaku Tenaga Ahli Menko Polhukam, Syafiq Hsayim selaku Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Tokoh Agama/Masyarakat, dan Akademisi.

Adapun setelah kegiatan ini akan diselenggarakan rangakaian kegiatan berikutnya yaitu Pertunjukan Rakyat yang akan dilaksanakan di Lapangan Samber Kota Metro pada hari Minggu tanggal 10 September 2017 pukul 19.30.