Artikel Lingkungan Pemerintah Kota Metro

Walikota Metro Bersilaturahmi dengan LLI Kota Pontianak Kalimantan Barat

Silaturahmi dengan LLI Kota Pontianak Kalimantan Barat, di Kediaman Ketua LLI Kota Metro Bapak Kusudiarto, Kamis (07/12/2017).

Acara silaturahmi ini dihadiri pula Walikota Metro Achmad Pairin, serta para anggota LLI dan para tamu yang hadir, dalam kujungannya, LLI Kota Pontianak ke Kota Metro ini bertujuan untuk belajar dan saling tukar pikiran antara kedua pihak.

Dalam sambutannya Walikota Metro berterima kasih atas kunjungan, dan berharap kegiatan seperti ini dapat terus diadakan agar semangkin mempererat tali silaturahmi, dan semoga LLI Kota Metro dapat berkunjung ke Kota Pontianak lain waktu, “Saya sangat berterima kasih atas kunjungan dari saudara saya yang menyempatkat waktunya untuk menyambangi Kota Metro, dan saya juga berharap silaturahmi seperti ini dapat terus terjalin, semoga lain kesempatan Kota Metro yang berganti berkunjung ke Kota Pontianak” Ucapnya Achmad Pairin.

Selain itu juga LLI Kota Metro dan LLI Kota Pontianak saling bertukar kenang-kenangan.

 

Pengolahan Sampah Terpadu, TPS-3R Diresmikan oleh Walikota Metro

Pengelolaan sampah dengan TPS-3R merupakan konsep penanganan sampah dengan cara Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali) dan Recycle (mendaur ulang) sampah mulai dari sumbernya. Pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah  (TPS-3R) dibangun dengan kucuran dana dari APBN dan merupakan program yang pertama di Kota Metro.

Tepatnya, pada Selasa (5/12/2017) Walikota Metro Achmad Pairin, meresmikan tempat pengelolaan sampah (TPS-3R) yang berlokasi di Kelurahan Sumbersari, Metro Selatan, Kota Metro.

Dalam sambutannya Walikota Metro berharap, dengan adanya tepat pengelolaan sampah (TPS-3R) di Sumbersari, dapat membantu Pemerintah Daerah dalam menangani persoalan sampah di Kota Metro, khususnya di Kelurahan Sumbersari.

“Mudah-mudahan dengan adanya peresmian seperti ini akan menghemat tempat penampungan sampah. Terlebih lagi pada pengelolaan yang akan langsung dikelola masyarakat mampu membantu program Kota Metro sebagai Kota Bersih,” ungkap Pairin.

Lebih lanjutnya, Achmad Pairin mengatakan pengelolaan sampah dengan TPS-3R nantinya sampah tidak lagi menjadi masalah di Kota Metro. Karena dengan pola TPS-3R akan memanfaatkan sampah organik menjadikan pupuk kompos.

“Dan kedepannya, dengan melihat kondisi sederhana seperti ini, tidak menutup kemungkinan Pemerintah Kota Metro akan melakukan replikasi di tempat-tempat lain menggunakan dana APBD. Sehingga permasalahan di TPA yang berkaitan dengan penumpukan sampah dapat teratasi,” papar Pairin, usai pemotongan pita dan peninjauan bangunan.

 

Wujudkan Kota Buah, Walikota Dan Wakil Walikota Metro Tanam Pohon Buah Di Kampung Kidul

Setelah melakukan Peninjauan ke Lapangan Hadimulyo Timur, Walikota Metro Achmad Pairin didampingi oleh Wakil Walikota Metro Djohan dan Camat Metro Timur serta warga melakukan kegiatan Penanaman Pohon Buah di Kampung Kidul, 24 Tejosari Kecamatan Metro Timur, Selasa (28/11/17).

Pada Kegiatan tersebut, warga kampung kidul yang sebelumnya melakukan kerja bhakti, telah memanfaatkan lahan sebelah saluran irigasi yang sepanjang 1 km untuk dijadikan lahan penanaman pohon-pohon buah seperti buah mangga, Durian, jambu air dan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Metro Achmad Pairin memberikan apresiasi terhadap warga Kampung Kidul yang berada di Kecamatan Metro Timur, dengan harapan 5 (lima) tahun kedepan kampung ini dapat menjadi kampung buah di Kota Metro.

15 Ribu Pohon Siap Ditamam di Kota Metro, Guna Mewujudkan Kota Terbuka Hijau

Pemerintah Kota Metro mengadakan kegiatan tanam pohon di lingkungan Objek Wisata Dam Raman, Metro Utara, Selasa (28/11/2017). Kegiatan ini merupakan upaya Pemkot Metro dalam memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Eka Irianta dalam laporannya mengatakan, dalam pelaksanaan HMPI mengusung tema Kerja Bersama: Makmurkan Rakyat dan Lestarikan Alam. Dengan tujuan, untuk mewujudkan Kota Metro menjadi Kota yang bersih, hijau dan asri. Serta guna meningkatkan kualitas lingkungan hidup sebagai pendukung visi Kota Metro, sebagai Kota Pendidikan dan destinasi wisata keluarga.

“Peserta dalam kegiatan HMPI Kota Metro Tahun 2017 berjumlah 200 orang, yang masing-masing berasal dari unsur pemerintahan dan masyarakat. Sementara untuk pohon yang akan ditanam berjumlah 15 ribu pohon. Kemudian 11 ribu bibit tersebut akan di distribusikan ke 22 kelurahan, jadi setiap kelurahan minimal mendapat 500 bibit pohon,” ungkap Eka Irianta.

Tambahnya, Eka menjelaskan bahwa, pohon yang akan ditanam merupakan jenis pohon buah-buahan seperti pohon jambu jamaika, pohon sirsak, pohon duren, pohon mangga, pohon alpukat dan pohon rambutan.

“Sementara itu terdapat juga pohon terbesi, cempaka, ketapang dan pohon salam. Tak hanya itu, pohon-pohon ini kami dapatkan dari bantuan pengusaha di Kota Metro, salah satunya dari Taman Palem Indah, BSB Asih dan Prodia Cabang Metro,” papar Eka.

Dalam sambutan Wakil Walikota Metro Djohan mengungkapkan bahwa, melalui kegiatan ini akan mampu memberikan motivasi dan pemahaman terhadap kelestarian lingkungan dan alam. Kegiatan seperti ini merupakan bentuk kecintaan dan kepedulian kita terhadap alam, khususnya di Kota Metro.

“Sesuai dengan prinsip kelestarian, kita harus prihatin kondisi alam kita saat ini yang mengalami kerusakan. Oleh karena itu, mari kita perangi secara terus menurus hingga alam menjadi lestari. Salah satunya dengan menanam pohon, guna memperbanyak ruang terbuka hijau,” ucap Djohan.

Diakhir sambutan, Djohan juga berpesan kepada para Tokoh, Camat dan Lurah untuk mengajak masyarakat dalam memelihara lingkungan dan merawat pohon yang ditanam.

“Jika pada hari ini pohon yang kita tanam hidup hingga 70 %, maka untuk kedepannya saya yakin Kota Metro menajadi kota terbuka hijau. Dimana memelihara lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, untuk kemajuan kita semua pada saat ini hingga masa depan,” ujarnya.

Sebelum akhir acara, Wakil Walikota Metro yang didampingi Anggota Fokorpimda Metro menyerahkan piagam dan trophy penghargaan Adiwiyata Kota Metro Tahun 2017 kepada SDN 4 Metro Selatan, SD Kristen BPK Penabur Metro, SD Pertiwi Teladan Metro, MIN 3 Metro dan SMP Muhammadiyah 1 Metro.

Penyerahan Bantuan Korban Bencana Alam Di Kelurahan Hadimulyo Timur Kecamatan Metro Pusat

Pemerintah Kota Metro memberi bantuan kepada korban bencana alam angin puting beliung di Kecamatan Hadimulyo Timur, bertempat di aula Kecamatan Hadimulyo Timur Selasa, (28/11/2017).

Bantuan yang di berikan berupan sembako serta perlengkapan bangunan, bantuan yang di berikan di sesuaikan dengan kerusakan pada rumah korban bencana alam tersebut, total korban kerusakan yang di akibatkan angin puting beliung ada 23 rumah tidak ada korban jiwa.

Yang hadir pada penyerahan bantuan hanya perwakilan dari warga, “kita akan bantu para korban dengan maksimal, bantuan yang di berikan ini sesuai apa kerusakan pada masing-masing rumah korban angin puting beliung, bencana ini murni dari alam kita hanya bisa berdoa dan semoga ini pertama dan terakhir” Tutupnya Achmad Pairin.

Kantor Kesbangpol Kota Metro Mengadakan Pembinaan Penanganan Konflik Sosial

Pemerintah Kota Metro melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesabangpol) Kota Metro, mengadakan pembinaan penanganan konflik sosial di Lingkungan Pemerintah Kota Metro. Kegiatan yang berlangsung di LEC Kartika Kota Metro ini, menghadirkan 130 peserta dan 3 narasumber.

Berdasarkan penyampaian Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Metro Deddy Fryady Ramli mengatakan, maksud sosialisasi penanganan konflik sosial ini yaitu, sebagai kegiatan rencana aksi terpadu penanganan gangguan keamanan daerah.

“Dengan tujuan, untuk meningkatkan partisipasi peserta dalam pelaksanaan penanganan konflik sosial masyarakat. Dalam rangka terwujudnya situasi yang aman, tertib dan tentram, sehingga pembangunan dapat berjalan sesuai dengan apa yang di cita-citakan, guna mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,” ucapnya Kamis (16/11/2017).

Sedangkan dalam penyampaiannya, Kepala Bidang Penanganan Konflik pada Kesbangpol Provinsi Lampung Firdaus mengatakan, penanganan konflik sosial merupakan program strategis nasional, yang telah di atur pada Peraturan Presiden RI Nomor 74 Tahun 2013 dan Peraturan Mentri Dalam Negri Nomor 12 dan 13 Tahun 2016.

“Dalam aturan tersebut dimaksudkan, agar kita dapat menyusun program kegiatan untuk pencegahan konflik. Dan saat ini Provinsi Lampung menempati peringkat pertama dari hasil evaluasi Rencana Aksi Daerah Penanganan Konflik Sosial Tahun 2017 periode B 04 (April) untuk Regional Sumatera dan Jawa. nilai ini dapat terus dipertahankan hingga penilaian periode B 08 (Agustus) dan B 12 (Desember),” ujar Firdaus.

“Kami juga mengharapkan bila terjadi masalah untuk segera dilaporkan. Apalagi, dalam waktu dekat ini kita akan melakukan pemilu, hal ini biasa memicu terjadinya konflik,” ungkapnya.

Sementara dalam sambutannya, Walikota Metro Achmad Pairin menyambut baik atas terlaksanakannya kegiatan ini, khususnya terkait dalam upaya mengantisipasi dan mencegah gangguan keamanan di Kota  Metro.

“Dimana munculnya konflik, dikarenakan ada perbedaan dan keragaman. Negara kita dengan jumlah penduduk yang sangat besar dapat berpotensi konflik, yang bernuansa suku, agama, ras dan konflik antar golongan,” papar Achmad Pairin.

“Oleh karenanya, Pemerintah Kota Metro secara tegas menyatakan dukungan terhadap kegiatan aksi terpadu penanganan gangguan keamanan daerah. Dan menolak secara tegas berkembangnya ajaran Ormas yang tidak sesuai dengan ideology Pancasila dan kebhinikaan bangsa kita,” tandas Achmad Pairin.

Lanjutnya, Achmad Pairin menyampaikan bahwa, terkait dengan penyelenggaraan sosialisasi ini, ia mengajak peserta dan masyarakat di Kota Metro untuk senantiasa bekerjasama dalam mencegah berkembangnya Gangguan Keamanan di Kota Metro dan Lampung pada umumnya.