Artikel Kesehatan Pemerintah Kota Metro

Pelantikan 30 Pengurus Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan Daerah Kota Metro

Pelatihan Dan Pengukuhan Pengurus Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan Daerah Kota Metro, pada periode 2017-2021 telah berlangsung di Aula Kelurahan Ganjar Agung, Rabu (11/10/2017).

Sebanyak 30 orang dilantik langsung oleh Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN Prof. Drh. Rizal Damanik, MRepSc, PhD, yang disaksikan langsung oleh Wakil Walikota Metro Djohan, Kepala BKKBN Provinsi Lampung, Perwakilan Koalisi Kependudukan Lampung Timur, Lampung Tengah dan Lampung Utara, serta para OPD di Pemerintahan Kota Metro.

Berdasarkan Laporan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Juni Kuswati mengatakan, tujuan dengan dilantiknya kepengurusan ini yaitu, untuk mewujudkan Kota Metro yang berorentasi kependudukan untuk meningkatkan kualitas SDM sejak dari kandungan sampai lanjut usia dan menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan keluarga kecil yang berkualitas.

Sementara dari sambutan Wakil Walikota Metro Djohan mengatakan, dalam rangka pembangunan kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKB-PK) Kota Metro telah menujukan keberhasilan, dimana program KKB-PK sampai pada bulan Agustus 2017, jumlah peserta KB baru 3.599 atau (34,58 %) dari perkiraan masyarakat sebesar 10.409.

“Dan peserta KB Aktif sebesar 19.567 (71,56 %) dari pasangan usia subur sebesar 27.342. Hal ini tentunya sesuai dengan Visi Kota Metro, sebagai Kota Pendidikan dan Wisata Keluarga berbasis Ekonomi Kerakyatan berlandaskan Pembangunan Partisipatif.” ungkap Djohan.

Tambahnya, Djohan mengharapkan Koalisi Kependudukan ini, mampu meningkatkan kemitraan dan koordinasi lintas sektor dalam rangka, mempercepat pelaksanaan dan mewujudkan keselarasan program pembangunan dari perspektif kependudukan. “Disamping itu, semoga dapat berperan aktif dalam memberikan bantuan kepada Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), agar meningkatkan kapasitas dan kerjasama dengan baik antar aparatur,” ucap Djohan.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN mengucapkan selamat kepada anggota yang telah dilantik dengan diketuai oleh Bapak Supriyadi. “Saya setuju dengan apa yang diharapkan oleh Wakil Walikota Metro, dimana koalisi ini  untuk meningkatkan kemitraan. Dimana sebagai Kota Pelajar, Kota Metro yang menjadi tempat pendatang penduduk luar, dari hal ini merupakan sebagai peluang dan tantangan bagi koalisi ini,” katanya.

Lebih lanjut, Rizal Damanik mengungkapkan, Provinsi Lampung secara keseluruhan merupakan pemasok daging dan telur untuk di Pulau Jawa. “Hal ini akan menjadi ironi, apabila masyarakat masih kekurangan protein. Semoga dengan organisasi ini dapat memberikan masukan kepada Pemerintah Kota Metro, agar dapat mengatasi kondisi kekurangan gizi yang ada di Kota Metro. Dan mudah-mudahan apa yang kita harapkan sekarang dapat direalisasikan,” ucapnya di akhir sambutan.

Walikota Metro Sambangi Korban Keracunan

Setelah menghadiri agenda Pemerintah Kota Metro tentang Pengajian sekaligus Pemberian Santunan Kepada Anak Yatim, Walikota Metro Achmad Pairin sambangi Korban Keracunan Susu Kambing Etawa dari Sekolah TK (Taman Kanak) PKK II Yosodadi Kecamata Metro Timur, Sabtu (7/10/17).

 Tepat pukul 22.00 WIB Walikota Metro mendatangi Rs. Islam Kota Metro guna meninjau korban, lalu dilanjut dengan mengunjungi RSUD A Yani Kota Metro. “Sementara ini 23 anak dan 1 Kepala Sekolah telah dirawat inap di RSUD A Yani Metro dan di RS. Islam berjumlah 8,” terang Walikota Metro.
“Pihak rumah sakit jangan mempermasalahkan soal biaya, karna yang paling utama saat ini adalah keselamatan anak-anak,” jelasnya Achmad Pairin.
Sekain itu, Walikota Metro juga sangat terkejut mendengar kejadian ini, dengan harapan anak-anak dan kepala sekolah dapat cepat membaik dan bisa segera pulang kerumah. Karena keracunan ini tidak ada indikasi berbahaya.
Selain itu, Korban keracunan susu kambing etawa tidak hanya di RS. Islam dan RSUD A Yani Kota Metro, melainkan ada juga di RS Mardiwaluyo serta Klinik Azizah.

Kebakaran Pasar Cendrawasih, Walikota dan Wakil Walikota Metro Menyambangi Tempat dan Korban Kebakaran

Penuhnya agenda kegiatan Pemerintah Kota Metro, tidak menurunkan kepedulian Walikota dan Wakil Walikota beserta jajaran untuk meninjau langsung lokasi kebakaran yang terjadi di lorong pasar Cendrawasih dan Metro Mega Mall, Jumat (6/10/17). Kebakaran kios pedagang bakso dan mie ayam tersebut menelan dua korban yang bernama Wartini (45) pemilik kios dan Dini Awalia (18) seorang karyawan di kios tersebut.


Kejadian yang menimpa warga Hadimulyo Barat (Wartini) dan Metro Kibang (Dini Awalia) tersebut bermula dari kebocoran Gas Elpiji pada pukul 06.45 pagi 06 Oktober 2017, dan langsung dilarikan ke RSUD A. Yani Metro.

Usai meninjau lokasi, Walikota dan Wakil Walikota melihat langsung kondisi dari kedua korban yang sedang dirawat di RSUD A. Yani Metro. “Semoga kedua korban tersebut kembali sehat dan dapat bekerja sedia kala,” ujar Pairin.

“Pemerintah Kota Metro memang memiliki program untuk menata pasar cendrawasih pada bagian atas, setelah ditata dan layak pakai maka akan dipindah ke bagian atas, dan kebetulan lokasi yang akan kami pindahkan adalah lokasi yang salah satunya terkena musibah ini,” ucapnya.

Dan mengenai terlihatnya banyak sampah dipasar, Pairin menghimbau agar masyarakat pasar untuk peduli terhadap kebersihan. “Saya menghimbau kepada masyarakat pasar agar dapat membersihkan masalah sampah tersebut secara bersama-sama, dan tentunya dari Pemerintah Daerah juga ada langkah-langkah untuk permasalahan itu,” tambah Walikota Metro.

Sementara itu, Wakil Walikota Metro Djohan menambahkan bahwa kejadian itu agar dapat diambil hikmahnya. “Pemerintah Daerah sendiri memang sudah program untuk penataan, semoga dengan kondisi dilokasi tadi mudah-mudahan para pedagang mau ditata, sehingga kedepan dapat menjadi lebih bagus dan pasar menjadi lebih kondusif,” terang Djohan.

Selain itu, menurut data yang disampaikan oleh Direktur RSUD A. Yani Metro Erla Adrianti korban bernama Dini Awalia mengalami luka bakar ringan didaerah siku belakang, sekitar punggung kaki, dan telah diberikan obat saleb dan infuse. Dini sendiri telah dinyatakan untuk diperbolehkan pulang.

Sementara itu, korban bernama Wartini mengalami luka bakar 13% didaerah kaki, tangan, sedikit pada leher dan muka serta telah diberikan obat berupa saleb, antibiotic, penahan sakit dan cairan infuse. Wartini sendiri telah dikonsulkan ke dokter bedah untuk dirawat inap.

Direktur RSUD A. Yani Kota Metro Buka Workshop Tata Kelola Limbah Padat Fasyankes

Direktur RSUD. Jend A. Yani Kota Metro Drg. Erla Andrianti, MARS membuka Workshop Tata Kelola Limbah Padat Fasyankes dengan Pola 3R Inplementasi Kredensialing Sanitarian yang mendukung Akreditasi di RSUD. Jend A. Yani Kota Metro, Senin (25/09/17).

Dalam laporannya ketua pelaksana Aida Wati menyampaikan bahwa, kegiatan workshop berlangsung di aula diklat RSUD Jend. A. Yani Metro selama dua hari, dari tanggal 25-26 September 2017.

Selain itu, kegiatan ini juga di hadiri sebanyak 42 peserta dari rumah sakit, dosen/praktisi kesehatan lingkungan, pengelolaan kebijakan, sanatarian dan kesehatan lingkungan di Dinas Kesehatan Provinsi/Kota/Kabupaten, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi/Kota/Kabupaten.

“Adapun tujuan dari pelaksanaan workshop yakni, memberikan informasi tentang pengelolaan limbah dengan pola 3R (Reduce, Reuse dan Recycle), menjadikan Fasyankes yang ramah lingkungan, mengurangi volume sampah dan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” terangnya.

Pada paparan Direktur RSUD. Jend A. Yani Kota Metro Drg. Erla Andrianti, MARS yang sekaligus membuka acara ini mengatakan, workshop tata kelola limbah padat fasyankes dengan pola 3R ini berujuan untuk memberikan edukasi dan membuka wawasan terkait penanganan limbah secara efektif, efisien, ekonomis dan bertangung jawab.

“Plastik infus dapat didaur ulang dan jerigen ruang hd dapat juga dimanfaatkan kembali menjadi pot bunga, ini dilakukan untuk meminimalisir limbah rumah sakit dan puskesmas yang ada,” jelas Erla Andrianti.

Usai sambutan, Direktur RSUD. Jend A. Yani Kota Metro Erla Andrianti beserta perwakilan Poltekes Bandar Lampung, Pimpinan Tim Medis IDI Yogyakarta, Dinas lingkungan Hidup Kota Metro serta HAKLI Provinsi Lampung melakukan penandatanganan bank sampah siger A Yani Kota Metro.

Gebyar Donor Darah Sukarelawan dalam rangka HUT PMI ke 72

Walikota Metro Achmad Pairin membuka Gebyar Donor Darah Sukarelawan dalam rangka memperingati Hari Jadi Palang Merah Indonesia (PMI) ke 72, yang berlangsung di Grand Sekuntum Kota Metro, Minggu (16/09/17).

Turut Hadir dalam kegiatan Ketua PMI Provinsi Lampung, Forkopimda Kota Metro, Kepala Sekolah se Kota Metro, Pengurus PMI Kota Metro, Camat dan Lurah se Kota Metro serta seluruh tamu undangan.

Dalam laporannya ketua pelaksana Ade Kurniawan menyampaikan, jumlah darah yang dibutuhkan di Kota Metro sebenarnya hanya 2%, namun RSUD A Yani Kota Metro merupakan rumah sakit rujukan sehingga kita perlu memiliki persediaan darah yang cukup.

Adapun kemajuan pendonor darah dari tahun 2015 sebanyak 5.093 kantong, 2016 sebanyak 7.239 kantong dan tahun 2017 sampai Agustus donor darah sukarelawan mencapai 70% atau sekitar 6.5870 kantong. Selain itu kegiatan HUT PMI ini juga akan dijadikan momentum untuk melakukan pembagian tali asih.

Dalam sambutannya, Walikota Metro Achmad Pairin menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan ini, dimana donor darah merupakan tindakan yang sangat bermanfaat bagi orang yang sedang membutuhkan. “Jadilah unit transfusi darah PMI dengan hasil dan pelayanan yang baik, sehingga apa yang dipercayakan pemerintah maupun masyarakat dalam bidang transfusi darah dapat terwujud sebagaimana mestinya,” jelasnya.


Setelah sambutan, Walikota Metro didampingi Ketua PMI Provinsi Lampung menyerahkan piagam kepada Donor Darah Sukarelawan (DDS) ke 25 dan 50 kali, penyerahan piagam penghargaan kepada komunitas DDS Kota Metro dan penyematan duta donor darah pelajar oleh Ketua PMI Provinsi Lampung serta penandatanganan MoU antar karang Taruna Kota Metro dengan UTD PMI Kota Metro.

Komunitas TB HIV Care Aisyiyah Kota Metro Peduli Tuberkulosis HIV/AIDS

Komunitas TB HIV Care Aisyiyah Kota Metro, melakukan sosialisasi mengenai Pengembangan Kapasitas Customer Service Officer (CSO) dalam Komunikasi dan Advokasi Masyarakat peduli akan pencegahan dan penanganan penyakit Tuberkulosis HIV/AIDS, Rabu (30/08/17).


Kegiatan yang berlangsung di Aula Grand Skuntum Kota Metro diikuti oleh, PPTI Kota Metro, Forum Kota Sehat, KPA, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Metro, Aisyiyah dan Dinas Kesehatan Kota Metro. Dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang dan berlangsung selama satu hari dari pukul 08.00 – 17.00 WIB.

Menurut koordinator pelaksana, penyakit tuberkulosis berkaitan erat dengan HIV/AIDS. “Komunitas ini didirikan dengan tujuan untuk membantu Dinas Kesehatan, Rumah Sakit dan Puskesmas yang ada di Kota Metro,” tegasnya.

Dalam paparannya Jatmiko Kasi TB Dinas Kesehatan Kota Metro mengharapkan, penyakit menular yang ada di Metro dapat tertangani serta perda penyakit menular dapat terealisasi. “Karena bisa kita sadari DBD dan hepatitis B dan C sangat mudah menular dan sudah banyak diderita oleh masyarakat Kota Metro,” ucapnya.

“Saat ini, RSUD A Yani Kota Metro telah memiliki alat PCM yang di peroleh dari pusat. Sehingga penderita DBD dan hepatitis B dan C akan lebih mudah dalam pendeteksiannya,” jelas Jatmiko.