Pedagang Kaki Lima di Taman Merdeka Kota Metro, Bakal Pindah

Walikota dan Wakil Walikota Metro meninjau bangunan Nuwo Intan yang merupakan Sentral Makanan Siap Saji di Kota Metro, Senin (21/08/2017). Didalam pantauannya, Walikota Metro Achmad Pairin merencanakan pemindahan pedagang kaki lima yang ada Taman Merdeka Kota Metro.

“Bangunan Nuwo Intan yang sudah dibangun ini akan kita fungsikan kembali, dengan memindahkan para pedagang kaki lima dari Taman Merdeka Kota ke Nuwo Intan. Sehingga Taman Merdeka akan difokuskan pada fungsi awal sebagai taman,” terangnya.

“Tentu untuk meramaikan peminat kita butuh suatu tindakan. Hal tersebut perlu berkoordinasi pada Dinas Perdagangan yang lebih paham tentang aturannya. Yang lebih penting lagi adalah tujuan akhir kita, untuk menyejahterakan rakyat serta mendukung salah satu visi Kota Metro sebagai Wisata Keluarga,” terang Pairin.

Tambahnya, Achmad Pairin menjelaskan bahwa bangunan Nuwo Intan ini memiliki 33 plong, akan ditambah 1 plong lagi, dengan daya tampung mencapai 17 pedagang. Sementara pada 2 plong yang lain akan diperuntukkan satu pedagang, hal ini dilakukan agar tidak terlihat sempit.

“Untuk menindaklanjuti hal tersebut, kita perlu mendata kembali berapa jumlah pedagang dan jumlah tempat yang tersedia saat ini. Menyangkut dalam hal ini,  kita masih akan merancang kembali bersama dinas terkait,” tambah orang no satu di Metro.

Sementara itu, Wakil Walikota Metro Djohan, menambahkan bahwa pemindahan pedagang ke Nuwo Intan akan dilakukan setelah fasilitas-fasilitas pada Nuwo Intan selesai dibangun dan perbaiki.

Penambahan Titik Lampu Jalan, Akan Penuhi Janji Musrenbang

Dalam rangka meningkatkan fungsi pelayanan masyarakat, Pemerintah Kota Metro bekerja sama dengan PT. PLN (PERSERO) Area Metro untuk memenuhi target penambahan titik lampu yang telah dijanjikan pada saat Musrenbang bulan Maret lalu.

Pada tahun 2016 telah terpasang lampu jalan sebanyak 2.833 titik di Kota Metro. Sementara pada  tahun 2017 kita rencanakan ada penambahan 200 titik lampu lagi. Untuk kedepannya, Pemkot Metro akan mengupayakan pada tahun 2020 terpasang sebanyak 3.633 titik PJU, yang idealnya Kota Metro membutuhkan 8.400 titik lampu PJU.

“Pemerintah upayakan infrastruktur, PLN menyediakan daya listrik dan masyarakat melaksanakan kewajibannya. Dengan harapan seluruh wilayah Kota Metro menjadi terang dan hal tersebut perlu adanya kerjasama dari semua pihak,” jelas Walikota Metro saat melakukan Penandatanganan MoU dengan PT. PLN di Ruang Kerja Walikota, Kamis (10/8/2017).

Selain itu juga akan dilakukan penggantian lampu PJU. “Kita upayakan ganti lampu LED, lebih hemat listrik dan tahan lama,” jelas Edwin Soni, Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Manager PT. PLN area Metro, Gustiawan mengharapkan kerja sama Pemerintah Kota Metro untuk mensosialisasikan program migrasi pelanggan pra bayar ke paska bayar. “Kita mendorong pelanggan lama untuk melakukan migrasi kWH meter ke sistem paska bayar, agar meningkatkan kinerja pelayanan kami, sebab kWH meter elektronik tidak dapat berkerja pada tegangan dibawah 180 V, sehingga bila ada masalah dalam tegangan dapat segera terdeteksi,” ujarnya.

“Mohon kerja sama Camat dan Lurah untuk mendorong warganya melakukan migrasi kWH meter ke paska bayar. Selain itu, segera informasikan kepada kami bila terjadi gangguan jaringan baik oleh tanam tumbuh atau kerusakan jaringan. Cukup hubungi hotline kami di nomor 123, kami siap menindaklanjuti,” pungkasnya.

Menutup acara tersebut, Walikota Metro Achmad Pairin, menegaskan kembali bahwa tujuan dari MoU ini untuk menjalin kerjasama dan kebersamaan antara Pemerintah Daerah dengan PT. PLN didalam menangani permasalahan di Kota Metro.

 

Rapat Upaya Evaluasi Penataan Taman Merdeka Kota Metro

Guna meningkatkan penataan Taman Merdeka Kota Metro yang lebih baik, bertempat di OR Setda Kota Metro digelar rapat koordinasi dan evaluasi antara Sekretaris Daerah, Staf Ahli, Para Asisten, dan Kepala Satker terkait, Rabu (5/7/17).

Rapat tersebut sebagai upaya evaluasi penataan taman kota yang telah banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Dari evaluasi tersebut dirumuskan hal apa saja yang menjadi rancangan renovasi taman untuk meningkatkan taman kota agar lebih nyaman.

Sekretaris Daerah berkomitmen menata pedagang kaki lima dan usaha lainnya yang ada di Taman Merdeka Kota Metro. Berpegang kepada Peraturan Daerah Kota Metro No 05 Tahun 2010, pemerintah Kota Metro akan merapikan pedagang-pedagang yang melanggar.

“Taman akan di tata dan dikembalikan sesuai fungsi pertama kali di bangun taman itu sebagai ruang terbuka hijau dan rencananya dibuat pemagaran kecil”, ujar A. Nasir A.T. selaku Sekretaris Daerah Kota Metro.

Nasir menegaskan para pedagang, odong-odong, dan mainan akan di relokasikan ke tempat yang akan ditentukan oleh pemerintah Kota Metro. Hal ini dilakukan untuk menjadikan Taman Merdeka Kota Metro terpusatkan sebagai ruang pendidikan dan menjadi ajang eksplor bakat para pemuda/i Kota Metro, selain itu juga taman akan tetap terjaga keindahannya.

“Dengan menegakkan aturan secara tegas, yakin semua dapat ditata dengan baik, salah satunya dengan cara memberikan surat edaran dan sosialisasi, dengan maksud taman merdeka dapat tetap steril dari pedagang dan taman dapat menjadi ruang terbuka hijau dan menjadi tempat berekspresi oleh komunitas-komunitas yang ada di Kota Metro” ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli Walikota, Yusuf Kota Alam selaku Koordinator, menjelaskan bahwa untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut masih perlu adanya sosialisasi dan pemahaman peraturan yang ada tentang ada atau tidaknya sebuah larangan.

Kota Metro Rancang Pembangunan Jalan Rigid Bukan Lagi Jalan Hotmix

Guna memastikan program pembangunan berjalan baik dan tepat waktu, Walikota Metro, Ahmad Pairin turun langsung melakukan pemeriksaan fisik di 5 titik jalan Kota Metro, Kamis (13/04/2017).

Peninjauan yang didampingi, Kabid Bina Marga Dinas PU Kota Metro Sardi, dilakukan untuk pembangunan jalan beton (rigid) di sekitaran ruas Jalan Dr. Sutomo, Jalan Dewi Sartika. Sementara dari ruas Jalan Gatot Subroto sampai Jalan WR Supratman, yang rencananya akan mengalami pelebaran jalan seluas 2,5 meter dan jembatan. Dan untuk Jalan Kanguru akan mengalami perbaikan berupa pengaspalan.

Walikota Metro Ahmad Pairin mengatakan, peninjauan yang dilakukan ini untuk memastikan beberapa proyek pembangunan yang akan dilaksanan di Kota Metro pada tahun ini, agar sesuai dengan rencanaan yang ada.

“Kita harapkan pembangunan jalan dengan rigid dapat menjadi sosuli, agar pembangunan jalan yang dilakukan tidak mudah rusak. Dengan kata lain, tahun depan kita dapat melaksanakan pembangunan di bidang lainnya,” ujar Pairin.

Tambahnya, Pairin menegaskan bahwa, pembangunan jalan dengan rigid akan menghabiskan dana yang lebih banyak, namun dapat menghasilkan kualitas jalan yang lebih baik.