Rapat Paripurna, DPRD Kota Metro Setujui Pembentukan Peraturan Daerah tentang Pemeliharaan dan Pelestarian Budaya Lampung

Rapat Paripurna tentang Pembicaraan Tingkat II Pendapat dalam Pengambilan Keputusan Terhadap Tiga Raperda Rancangan Peraturan Daerah Kota Metro, Selasa (10/9/17).

Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD Kota Metro dihadiri oleh, Walikota Metro Achmad Pairin dan Wakil Walikota Metro Djodan, Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda dan Anggota, Fokirpimda Kota Metro, Sekda Kota Metro A Nasir, Asisten Sekda Kota Metro, Kepala OPD se Kota Metro serta tamu undangan.

Dalam laporannya, pansus I dan II menyampaikan pembahasan 3 (tiga) raperda tentang pemeliharaan dan pelestarian budaya lampung, penyelengaraan kota wisata dan keteriban umum, kebersihan serta keindahan. “Pemerintah Kota Metro pun akan membuat tugu kota, menata taman, hutan dan terus melakukan pengembangan Masjid Taqwa sebagai wisata religi serta membangun rumah adat lampung, rumah adat tersebut akan digunakan sebagai tempat upacara adat dan akan dijadikan sebagai destinasi wisata di Kota Metro ” ucap pansus I Nasiyanto.

“Tempat wisata alam akan ditetapkan di Kecamatan Metro Utara dan Kecamatan Metro Selatan sedangkan objek wisata buatan serta taman tematik akan ditetapkan pada setiap kecamatan yang ada di Kota Metro,” terang pansus II Hendri Susanto.

Pada sambutannya, Walikota Metro Achmad Pairin mengucapkan terimakasih kepada pansus I dan II atas persetujuan anggota DPRD terhadap rancangan peraturan daerah menjadi peraturan daerah. Adapun jangkaun dari peraturan daerah pemeliharaan dan pelestarian budaya lampung yakni,
1. Penguatan instusi adat dan budaya lampung di Kota Metro
2. Meningkatkan kemampuan masyarakat akan pengakuan adat budaya
3. Meningkatkan keperdulian dan kesiapan masyarakat pada masalah-masalah adat istiadat dan budaya,
4. Meningkatkan perlindungan dan pelestarian masyarakat adat serta budaya.

Achmad Pairin juga menyampaikan bahwa, raperda tentang kota wisata alam serta buatan seperti penataan taman tematik, pengembangaan bumi perkemahan dan dam raman sangat mendukung visi Kota Metro, sebagai kota pendidikan dan wisata keluarga berbasis ekonomi kerakyatan berlandaskan pembangunan partisipatif.

“Tempat wisata Kota Metro diharapkan dapat memberikan multipller effect (hasil kali pertambahan tiap pos pendapatan) pada kondisi perekonomian lokal, meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata dan membuka peluang kerja pada bidang pariwisata,” jelasnya.

Walikota dan Wakil Walikota Metro Tinjau Pembangunan Jalan WR. Supratman

Senin (9/10/17). Walikota Metro Achmad Pairin dan Wakil Walikota Metro Djohan meninjau pembangunan jalan WR. Supratman dan jalan lingkungan di RW 10, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Metro Utara.

Pada saat meninjau, Walikota Metro Achmad Pairin mengatakan bahwa ada laporan dari warga dari RW 10, yang mengeluhkan bahwa jalan di lingkungannya rusak dan setelah ditinjau ternyata kondisi jalan lingkungan tidak seperti apa yang dilaporkan. “Menurut laporan yang masuk, bahwa jalan tersebut berlubang sedalam betis tapi faktanya jalan baik-baik saja,” tegas Pairin.

Selain itu, Achmad pairin juga menyampaikan bahwa pembangunan jalan WR. Supratman masuk dalam agenda pembangunan prioritas dan saat ini jalan sudah terbangun sepanjang 1,7 Km, lalu pembangunan akan dilanjutkan pada tahun 2018 mendatang.

“Saya harap Dinas PU dan Tata Ruang Kota Metro, dapat mendata semua jalan di Metro seperti jalan nasional, jalan provinsi, jalan Kota maupun jalan-jalan yang ada di Kota Metro beserta kondisinya, karena semua ini dilakukan untuk antisipasi apabila sewaktu-waktu dibutuhkan perbaikan yang sifatnya segera atau urgent sudah siap,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Walikota Metro Djohan menambahkan bahwa semua pembangunan di kelurahan hendaknya dimusyarahkan di lingkungan masing-masing sebelum diusulkan ke pemerintah.

“Rencana pembangunan harus di musyawarahkan dengan warganya, sehingga apa yang dibangun benar-benar yang dibutuhkan dan menyokong warga setempat,”tutur Djohan. (Lampungcentral.com)

Penataan Pedagang Kaki Lima Di Kota Metro Berjalan Kondusif

Demi penertiban pedagang kaki lima di pusat perbelanjaan di Pasar Kota Metro, Pemerintah Kota Metro bersama TNI, POLRI, Satuan Polisi Pamong Praja gelar pembongkaran pasar, Rabu malam (6/9/2017).

Sebelum melakukan pembongkaran, terlebih dahulu para aparatur TNI, POLRI, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), Satpam, dan Anggota Dinas Perhubungan melakukan apel bersama di Halaman Pemda Kota Metro yang dipimpin oleh Asisten II Prayetno.

Tak tanggung-tanggung Asisten II Prayeno dan Asisten I Ridwan didampingi oleh Kepala Sat Pol PP Imron, Kepala Dinas Perdagangan, Camat Metro Pusat dan Lurah Iringmulyo dan para Komanda pasukan langsung menyambangi lokasi yang terbagi menjadi 5 titik lokasi. Lokasi tersebut diantaranya, ruas Jl. Agus Salim, ruas Jl. Cut Nyak Dien, Lorong Cendrawasih – eks Kopindo, Mega Mall, dan yang terakhir di Terminal Kota.

Penertiban pasar yang dilakukan saat ini berjalan kondusif, dengan pembagian 2 Tim. Dimana Tim 1 beroperasi di ruas Jl. Agus Salim, ruas Jl. Cut Nyak Din dan Tim 2 di Lorong Cendrawasih – eks Kopindo, Mega Mall. Sementara Terminal Kota akan dilakukan pembongkaran secara bersamaan.

Pada kesempatan yang sama, Lurah Imopuro Nasirwan Ali mengatakan rasa syukur, atas pembongkaran pasar ini tanpa adanya perlawanan para pedagang.

“Malahan saya lihat dari tadi siang para pedagang sudah sibuk mengemasi barang dagangannya. Dimana para pedagang juga sudah tahu betul, bahwa pada pukul 17.00 WIB sudah harus dikosongkan. Sementara lapak yang terbuat dari besi atau baja yang belum sempat di bawa pedagang, akan dievakuasi ke Terminal Tejo Agung,” ungkapnya saat mengambil gambar di lokasi.

Demi Keindahan Taman Merdeka, Pedagang Kaki Lima akan Direlokasi

Walikota dan Wakil Walikota Metro meninjau bangunan Nuwo Intan yang merupakan Sentral Makanan Siap Saji di Kota Metro, Senin (21/08/2017). Didalam pantauannya, Walikota Metro Achmad Pairin merencanakan pemindahan pedagang kaki lima yang ada Taman Merdeka Kota Metro.

“Bangunan Nuwo Intan yang sudah dibangun ini akan kita fungsikan kembali, dengan memindahkan para pedagang kaki lima dari Taman Merdeka Kota ke Nuwo Intan. Sehingga Taman Merdeka akan difokuskan pada fungsi awal sebagai taman,” terangnya.

“Tentu untuk meramaikan peminat kita butuh suatu tindakan. Hal tersebut perlu berkoordinasi pada Dinas Perdagangan yang lebih paham tentang aturannya. Yang lebih penting lagi adalah tujuan akhir kita, untuk menyejahterakan rakyat serta mendukung salah satu visi Kota Metro sebagai Wisata Keluarga,” terang Pairin.

Tambahnya, Achmad Pairin menjelaskan bahwa bangunan Nuwo Intan ini memiliki 33 plong, akan ditambah 1 plong lagi, dengan daya tampung mencapai 17 pedagang. Sementara pada 2 plong yang lain akan diperuntukkan satu pedagang, hal ini dilakukan agar tidak terlihat sempit.

“Untuk menindaklanjuti hal tersebut, kita perlu mendata kembali berapa jumlah pedagang dan jumlah tempat yang tersedia saat ini. Menyangkut dalam hal ini,  kita masih akan merancang kembali bersama dinas terkait,” tambah orang no satu di Metro.

Sementara itu, Wakil Walikota Metro Djohan, menambahkan bahwa pemindahan pedagang ke Nuwo Intan akan dilakukan setelah fasilitas-fasilitas pada Nuwo Intan selesai dibangun dan perbaiki.

Penambahan Titik Lampu Jalan, Akan Penuhi Janji Musrenbang

Dalam rangka meningkatkan fungsi pelayanan masyarakat, Pemerintah Kota Metro bekerja sama dengan PT. PLN (PERSERO) Area Metro untuk memenuhi target penambahan titik lampu yang telah dijanjikan pada saat Musrenbang bulan Maret lalu.

Pada tahun 2016 telah terpasang lampu jalan sebanyak 2.833 titik di Kota Metro. Sementara pada  tahun 2017 kita rencanakan ada penambahan 200 titik lampu lagi. Untuk kedepannya, Pemkot Metro akan mengupayakan pada tahun 2020 terpasang sebanyak 3.633 titik PJU, yang idealnya Kota Metro membutuhkan 8.400 titik lampu PJU.

“Pemerintah upayakan infrastruktur, PLN menyediakan daya listrik dan masyarakat melaksanakan kewajibannya. Dengan harapan seluruh wilayah Kota Metro menjadi terang dan hal tersebut perlu adanya kerjasama dari semua pihak,” jelas Walikota Metro saat melakukan Penandatanganan MoU dengan PT. PLN di Ruang Kerja Walikota, Kamis (10/8/2017).

Selain itu juga akan dilakukan penggantian lampu PJU. “Kita upayakan ganti lampu LED, lebih hemat listrik dan tahan lama,” jelas Edwin Soni, Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Manager PT. PLN area Metro, Gustiawan mengharapkan kerja sama Pemerintah Kota Metro untuk mensosialisasikan program migrasi pelanggan pra bayar ke paska bayar. “Kita mendorong pelanggan lama untuk melakukan migrasi kWH meter ke sistem paska bayar, agar meningkatkan kinerja pelayanan kami, sebab kWH meter elektronik tidak dapat berkerja pada tegangan dibawah 180 V, sehingga bila ada masalah dalam tegangan dapat segera terdeteksi,” ujarnya.

“Mohon kerja sama Camat dan Lurah untuk mendorong warganya melakukan migrasi kWH meter ke paska bayar. Selain itu, segera informasikan kepada kami bila terjadi gangguan jaringan baik oleh tanam tumbuh atau kerusakan jaringan. Cukup hubungi hotline kami di nomor 123, kami siap menindaklanjuti,” pungkasnya.

Menutup acara tersebut, Walikota Metro Achmad Pairin, menegaskan kembali bahwa tujuan dari MoU ini untuk menjalin kerjasama dan kebersamaan antara Pemerintah Daerah dengan PT. PLN didalam menangani permasalahan di Kota Metro.

 

Rapat Upaya Evaluasi Penataan Taman Merdeka Kota Metro

Guna meningkatkan penataan Taman Merdeka Kota Metro yang lebih baik, bertempat di OR Setda Kota Metro digelar rapat koordinasi dan evaluasi antara Sekretaris Daerah, Staf Ahli, Para Asisten, dan Kepala Satker terkait, Rabu (5/7/17).

Rapat tersebut sebagai upaya evaluasi penataan taman kota yang telah banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Dari evaluasi tersebut dirumuskan hal apa saja yang menjadi rancangan renovasi taman untuk meningkatkan taman kota agar lebih nyaman.

Sekretaris Daerah berkomitmen menata pedagang kaki lima dan usaha lainnya yang ada di Taman Merdeka Kota Metro. Berpegang kepada Peraturan Daerah Kota Metro No 05 Tahun 2010, pemerintah Kota Metro akan merapikan pedagang-pedagang yang melanggar.

“Taman akan di tata dan dikembalikan sesuai fungsi pertama kali di bangun taman itu sebagai ruang terbuka hijau dan rencananya dibuat pemagaran kecil”, ujar A. Nasir A.T. selaku Sekretaris Daerah Kota Metro.

Nasir menegaskan para pedagang, odong-odong, dan mainan akan di relokasikan ke tempat yang akan ditentukan oleh pemerintah Kota Metro. Hal ini dilakukan untuk menjadikan Taman Merdeka Kota Metro terpusatkan sebagai ruang pendidikan dan menjadi ajang eksplor bakat para pemuda/i Kota Metro, selain itu juga taman akan tetap terjaga keindahannya.

“Dengan menegakkan aturan secara tegas, yakin semua dapat ditata dengan baik, salah satunya dengan cara memberikan surat edaran dan sosialisasi, dengan maksud taman merdeka dapat tetap steril dari pedagang dan taman dapat menjadi ruang terbuka hijau dan menjadi tempat berekspresi oleh komunitas-komunitas yang ada di Kota Metro” ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli Walikota, Yusuf Kota Alam selaku Koordinator, menjelaskan bahwa untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut masih perlu adanya sosialisasi dan pemahaman peraturan yang ada tentang ada atau tidaknya sebuah larangan.