Walikota Metro Tinjau Pembangunan Infrastruktur Jalan Poros dan Pertamanan

Walikota Metro didampingi Kadis Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Metro bersama rombongan letak lokasi pembangunan infrastruktur jalan-jalan poros dan pertamanan, Jumat (08/12/17).

Usai melakukan peninjauan Walikota Metro Achmad Pairin, mengatakan pada umumnya pelaksanaan pekerjaan dalam pembangunan insfrastruktur yang berada dijalan poros untuk hubungan Kota Metro dengan Lampung Tenggah dan Lampung Timur dan pertamanan cukup baik. “Karena peninjauan ini dilakuan untuk memaksimalkan pembangunan agar lebih baik lagi Saya juga berharap tulisan yang berada di sekitar taman bisa dipercantik dan diperjelas,” terangnya.

Selanjutnya, Achmad Pairin juga menjelaskan dalam proses pembangunan ini tidak ada tebang pilih yang mana pembangunan akan dilaksanakan diseluruh wilayah Kota Metro. Dengan maksud untuk meratakan pembangunan di Kota Metro. “Kita akan bisa semaksimal pembangunan di Kota Metro, sehingga kedepannya akan lebih baik lagi dan saya pun meminta agar Kadis PU Tata Ruang untuk memberikan teguran kepada seluruh pekerja yang kurang baik” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kadis PU dan Tata Ruang Kota Metro Irianto Marhasan mengatakan bahwa saya akan melakukan tugas sesuai dengan perintah Walikota Metro. Dalam batin yang tidak sesuai dengan pekerjaannya sesuai dengan ketentuan dan ketentuan yang berlaku. “Kami akan bertindak tegas ada pekerjaan rekanan yang tidak sesuai RAB yang ada dan bisa kita dapatkan sesuai dengan ketentuan yang ada,” ucapnya. (Sebatin.com)

Rapat Ekspos Pembangunan Gedung Sesat Agung MMC

Rencana pembangunan Sesat Agung Metro Convention Center (MMC) yang dulunya sebagai Eks Gedung Wanita Kota Metro mengalami persiapan yang matang. Hal ini terlihat saat rapat yang dihadiri Walikota, Wakil Walikota, Sekda, para Kepala OPD dan Tokoh Masyarakat Kota Metro.

Rapat yang berlangsung di Ruang OR Kota Metro ini menjelaskan secara rinci mengenai struktur dan fasilitas pendukung bangunan. Rencananya, MMC tersebut akan di dirikan seluas 4.085 m2 dengan 2 lantai. Bangunan yang akan digarap oleh PT. Buana Rekayasa Adhigana tersebut, didukung dengan lahan parkir yang menampung menampung 254 mobil . Untuk bangunan utamanya di dukung dengan Ball Room seluas 1.500 m2, yang mampu menampung 2000 orang.

Menurut Walikota Metro Achmad Pairin mengatakan, sosialisasi ekspos MMC ini dalam rangka memperbaiki Eks Gedung Wanita, dengan membangun gedung yang lebih berkualitas.

“Pada kegiatan ini juga, saya mengajak kita semua untuk memberi masukan mengenai pembangunan MCC, baik dari segi manfaat dan estetikanya. Sementara lebihnya akan di jelasnya konsultan,” ucap Pairin, Senin (20/11/2017).

Sementara itu, Wakil Walikota Metro Djohan menegaskan kembali akan inti dari acara ini, yang bertujuan untuk mengekspos pembangunan MCC yang telah direncanakan selama ini. Dengan kata lain para peserta rapat untuk diminta menyumbangkan pemikirannya tentang rencana pembangunan MCC, yang akan mulai dibangun pada awal tahun 2018 dan ditargetkan akhir tahun sudah rampung.

Ditengah rapat tentang ekspos pembangunan MCC, Sekda Kota Metro A. Natsir mengungkapkan bahwa, kegiatan ekspos ini dilakukan berulang kali di kalangan Demokrat, DPR, dan Tokoh Masyarakat, guna menyamakan persepsi.

“Dimana jika bangunan ini didirikan, maka bangunan tersebut merupakan hasil dari sumbangsih pemikiran kita semua dan kelak bangunan ini juga akan menjadi icon Kota Metro,” kata Natsir.

Wujudkan Kota Smart City, Pemkot Metro Gandeng Pemkot Tangerang Selatan

Walikota Tangerang Selatan dan Walikota Metro menandatangani Nota Kesepakatan tentang Pembangunan Daerah dan dilanjutkan dengan melakukan Perjanjian Kerjasama tentang Replikasi Sistem Informasi Surat Masuk dan Keluar (SISUMAKER), yang berlangsung di Balai Kota Tangerang Selatan, Kamis (02/11/17) lalu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Walikota Metro, Walikota Tangerang Selatan,Wakil Walikota Tangerang selatan, Sekda Kota Metro, Kepala BAPEDA Kota Metro, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Metro, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tangerang Selatan serta peserta yang hadir.

Dalam sambutannya, Walikota Metro Achmad Pairin menyampaikan bahwa kedatangannya ke Tangerang Selatan merupakan silahturahmi. Karena Kota Tangerang Selatan merupakan kota yang maju,sehingga kami datang untuk melakukan kesepakatan dan belajar.

Selain itu, Walikota Metro juga menjelaskan tentang luas wilayah Kota Metro, dimana Kota Metro merupakan salah satu dari 15 Kabupaten/Kota se Provinsi Lampung. “Semoga Pemerintah kota Tangerang Selatan dapat menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Metro, terutama dalam bidang pelayanan dan perizinan, pertanian, ketahanan pangan, pelayanan publik dan pendapatan daerah serta tekhnologi informasinya,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada  Pemerintah Kota Metro, karena telah berkunjung sekaligus belajar di Kota Tangerang Selatan.

Kota Tangerang Selatan merupakan kota yang baru, dengan  jumlah penduduknya sebanyak 1,4 juta penduduk. “Saat ini kami sedang melakukan pembangunan-pembanguna seperti sekolah dan jalan-jalan, karena saat ini kami pun sedang dalam proses mewujudkan Kota Tangsel sebagai kota madani serta mandiri,” terangnya.

“Kota Metro memiliki banyak potensi dan yang saat ini perlu kami contoh yaitu hasil batik ciprat yang diproduksi oleh anak-anak disabilitas. Sebab mewujudkan kota yang smart city tidak harus dengan tekhnologi namun smart city merupakan inovasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Walikota Tangerang Selatan.

Rapat Paripurna, DPRD Kota Metro Setujui Pembentukan Peraturan Daerah tentang Pemeliharaan dan Pelestarian Budaya Lampung

Rapat Paripurna tentang Pembicaraan Tingkat II Pendapat dalam Pengambilan Keputusan Terhadap Tiga Raperda Rancangan Peraturan Daerah Kota Metro, Selasa (10/9/17).

Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD Kota Metro dihadiri oleh, Walikota Metro Achmad Pairin dan Wakil Walikota Metro Djodan, Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda dan Anggota, Fokirpimda Kota Metro, Sekda Kota Metro A Nasir, Asisten Sekda Kota Metro, Kepala OPD se Kota Metro serta tamu undangan.

Dalam laporannya, pansus I dan II menyampaikan pembahasan 3 (tiga) raperda tentang pemeliharaan dan pelestarian budaya lampung, penyelengaraan kota wisata dan keteriban umum, kebersihan serta keindahan. “Pemerintah Kota Metro pun akan membuat tugu kota, menata taman, hutan dan terus melakukan pengembangan Masjid Taqwa sebagai wisata religi serta membangun rumah adat lampung, rumah adat tersebut akan digunakan sebagai tempat upacara adat dan akan dijadikan sebagai destinasi wisata di Kota Metro ” ucap pansus I Nasiyanto.

“Tempat wisata alam akan ditetapkan di Kecamatan Metro Utara dan Kecamatan Metro Selatan sedangkan objek wisata buatan serta taman tematik akan ditetapkan pada setiap kecamatan yang ada di Kota Metro,” terang pansus II Hendri Susanto.

Pada sambutannya, Walikota Metro Achmad Pairin mengucapkan terimakasih kepada pansus I dan II atas persetujuan anggota DPRD terhadap rancangan peraturan daerah menjadi peraturan daerah. Adapun jangkaun dari peraturan daerah pemeliharaan dan pelestarian budaya lampung yakni,
1. Penguatan instusi adat dan budaya lampung di Kota Metro
2. Meningkatkan kemampuan masyarakat akan pengakuan adat budaya
3. Meningkatkan keperdulian dan kesiapan masyarakat pada masalah-masalah adat istiadat dan budaya,
4. Meningkatkan perlindungan dan pelestarian masyarakat adat serta budaya.

Achmad Pairin juga menyampaikan bahwa, raperda tentang kota wisata alam serta buatan seperti penataan taman tematik, pengembangaan bumi perkemahan dan dam raman sangat mendukung visi Kota Metro, sebagai kota pendidikan dan wisata keluarga berbasis ekonomi kerakyatan berlandaskan pembangunan partisipatif.

“Tempat wisata Kota Metro diharapkan dapat memberikan multipller effect (hasil kali pertambahan tiap pos pendapatan) pada kondisi perekonomian lokal, meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata dan membuka peluang kerja pada bidang pariwisata,” jelasnya.

Walikota dan Wakil Walikota Metro Tinjau Pembangunan Jalan WR. Supratman

Senin (9/10/17). Walikota Metro Achmad Pairin dan Wakil Walikota Metro Djohan meninjau pembangunan jalan WR. Supratman dan jalan lingkungan di RW 10, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Metro Utara.

Pada saat meninjau, Walikota Metro Achmad Pairin mengatakan bahwa ada laporan dari warga dari RW 10, yang mengeluhkan bahwa jalan di lingkungannya rusak dan setelah ditinjau ternyata kondisi jalan lingkungan tidak seperti apa yang dilaporkan. “Menurut laporan yang masuk, bahwa jalan tersebut berlubang sedalam betis tapi faktanya jalan baik-baik saja,” tegas Pairin.

Selain itu, Achmad pairin juga menyampaikan bahwa pembangunan jalan WR. Supratman masuk dalam agenda pembangunan prioritas dan saat ini jalan sudah terbangun sepanjang 1,7 Km, lalu pembangunan akan dilanjutkan pada tahun 2018 mendatang.

“Saya harap Dinas PU dan Tata Ruang Kota Metro, dapat mendata semua jalan di Metro seperti jalan nasional, jalan provinsi, jalan Kota maupun jalan-jalan yang ada di Kota Metro beserta kondisinya, karena semua ini dilakukan untuk antisipasi apabila sewaktu-waktu dibutuhkan perbaikan yang sifatnya segera atau urgent sudah siap,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Walikota Metro Djohan menambahkan bahwa semua pembangunan di kelurahan hendaknya dimusyarahkan di lingkungan masing-masing sebelum diusulkan ke pemerintah.

“Rencana pembangunan harus di musyawarahkan dengan warganya, sehingga apa yang dibangun benar-benar yang dibutuhkan dan menyokong warga setempat,”tutur Djohan. (Lampungcentral.com)

Penataan Pedagang Kaki Lima Di Kota Metro Berjalan Kondusif

Demi penertiban pedagang kaki lima di pusat perbelanjaan di Pasar Kota Metro, Pemerintah Kota Metro bersama TNI, POLRI, Satuan Polisi Pamong Praja gelar pembongkaran pasar, Rabu malam (6/9/2017).

Sebelum melakukan pembongkaran, terlebih dahulu para aparatur TNI, POLRI, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), Satpam, dan Anggota Dinas Perhubungan melakukan apel bersama di Halaman Pemda Kota Metro yang dipimpin oleh Asisten II Prayetno.

Tak tanggung-tanggung Asisten II Prayeno dan Asisten I Ridwan didampingi oleh Kepala Sat Pol PP Imron, Kepala Dinas Perdagangan, Camat Metro Pusat dan Lurah Iringmulyo dan para Komanda pasukan langsung menyambangi lokasi yang terbagi menjadi 5 titik lokasi. Lokasi tersebut diantaranya, ruas Jl. Agus Salim, ruas Jl. Cut Nyak Dien, Lorong Cendrawasih – eks Kopindo, Mega Mall, dan yang terakhir di Terminal Kota.

Penertiban pasar yang dilakukan saat ini berjalan kondusif, dengan pembagian 2 Tim. Dimana Tim 1 beroperasi di ruas Jl. Agus Salim, ruas Jl. Cut Nyak Din dan Tim 2 di Lorong Cendrawasih – eks Kopindo, Mega Mall. Sementara Terminal Kota akan dilakukan pembongkaran secara bersamaan.

Pada kesempatan yang sama, Lurah Imopuro Nasirwan Ali mengatakan rasa syukur, atas pembongkaran pasar ini tanpa adanya perlawanan para pedagang.

“Malahan saya lihat dari tadi siang para pedagang sudah sibuk mengemasi barang dagangannya. Dimana para pedagang juga sudah tahu betul, bahwa pada pukul 17.00 WIB sudah harus dikosongkan. Sementara lapak yang terbuat dari besi atau baja yang belum sempat di bawa pedagang, akan dievakuasi ke Terminal Tejo Agung,” ungkapnya saat mengambil gambar di lokasi.