Artikel Perekonomian Pemerintah Kota Metro

Pairin Ikut Tanam, Gebyar Penanaman 5000 Polibeg Sayuran Loncang

Gebyar Penanaman 5000 Polibeg Sayuran Loncang di Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat, telah dihadiri Walikota Metro Ahmad Pairin, Minggu (16//04/2017). Tak hanya itu, pada kesempatan ini turut hadir Camat Metro Pusat Triana Apresia, Luruh Yosomulyo, serta kepala RT dan RW setempat.

Kegiatan yang dibentuk oleh, Formayos yang bekerjasama dengan Kelompok Wanita Tani Yosomakmur dan Karang Taruna Baskoro RW 14, bertemakan meningkatkan ekonomi kreatif berbasis partisipatif dari, oleh dan untuk rakyat.

Penanaman Sayuran Loncang selain sebagai pengisi waktu luang para ibu-ibu dilingkungan sekitar, kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu perekonomian keluarga. Tak hanya itu, para warga sekitar menggunkan pupuk sekam, dan memanfaatkan limbah dedaunan.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Metro Ahmad Pairin berharap kegiatan seperti ini dapat berjalan dengan baik, sehingga kegiatan ini dapat berkembang di Yosomulyo. “Sementara untuk permasalahan-permasalahan yang ada segera dikoordinasikan dengan pamong setempat,” ujarnya.

Pemerintah Kota Metro Adakan Sosialisasi Izin Usaha Mikro Kecil Tahun 2017

Pemerintah Kota Metro menggelar acara Sosialisasi Izin Usaha Mikro Kecil IUMK Tahun 2017 yang terletak di LEC Kartikatama Metro. Dalam acara tersebut dihadiri oleh Asisten II Prayitno, Plt Kepala Dinas Koperasi, UMK, Usaha Menengah dan Perindustrian Siti Aisyah, Camat, Lurah dan Tamu Undangan, Selasa (04/04/2017).

Plt Kepala Dinas Koperasi, UMK, Usaha Menengah dan Perindustrian Siti Aisyah menjelaskan, tujuan diadakannya sosialisasi ini agar peserta dapat memahami peran serta fungsi serta mendapatkan kepastian dan perlindungan dalam berusaha dilokasi sesuai IUMK. Selain itu pelaku usaha dapat mengetahui dana pendampingan untuk pengembangan usahanya, dapat mengetahui kemudahan pembiyaan keuangan bank maupun monbank serta pemerintah.

Asisten II Prayitno mengatakan, UMKM memiliki peran penting untuk memperluas sektor lapangan kerja baru dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat. Saat ini pelaku usaha mikro masih banyak mengalami berbagai kendala dari segi perizinan, permodalan, sumber daya manusia, serta pemasaran produk. Maka dibutuhkan partisipasi dari seluruh elemen terkait untuk meningkatkan tumbuh kembang usaha mikro.

“Terwujudnya kemitraan yang kokoh antara usaha besar dan usaha menengah dengan usaha mikro akan lebih dapat memberdayakan usaha mikro agar dapat tumbuh berkembang untuk meningkatkan kemandirian. Berkembangnya kemitraan usaha akan menimbulkan dampak positif, tumbuhnya berbagai pusat ekonomi baru, sehingga dapat meningkatkan pemerataan pendapatan dan mencegah timbulnya kesenjangan sosial, ujar Asisten II.

Asisten II Prayitno berpesan agar para peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik agar dapat menambah pengetahuan serta pengalaman. Selain itu meminta para peserta agar menanyakan kepada narasumber mengenai materi yang diberikan. Dan dapat mensosialisasikan materi yang telah disampaikan narasumber kepada masyarakat umum.

Pemerintah Kota Metro Menggelar Acara Pekan Panutan PBB-P2 Kota Metro

Pemerintah Kota Metro menggelar acara Pekan Panutan PBB-P2 Kota Metro Tahun 2017. Kegiatan tersebut dibuka oleh Walikota Metro Achmad Pairin yang berlokasi di Badan Retribusi dan Pajak Daerah Kota Metro. Dalam acara ini turut hadir Plt Sekda Metro, Assisten III , Kepala Dinas, Camat, Lurah dan tamu undangan, Kamis (30/03/2017).

Dalam laporannya Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Arif Joko Arwoko, Metro menyampaiakan tujuan diselenggarakannya pekan panutan PBB P2 untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat dan contoh bagi wajib pajak lainnya.

Dalam sambutannya Walikota Metro memaparkan, jika pada tahun 2017 rencana penerimaan PBB Kota Metro dari sektor PBB sebesar 3,232 milyar rupiah. Pencapaian target PBB Tahun 2017 perlu adanya kerja keras dan motivasi dari segenap unsur pemerintah dan masyarakat agar terealisasi. Untuk itu Pemerintah Kota Metro memprogramkan pemberian penghargaan kepada kelurahan yang capaian penerimaan PBB-nya diatas 85% dengan rewadr 1 unit komputer.

Pada kesempatan yang sama Walikota Metro memberikan penghargaan terhadap 7 Kelurahan.    “Saya berharap melalui program pemberian penghargaan ini, hendaknya dapat menjadi motivasi dan semangat kita bersama, khususnya bagi segenap petugas PPB untuk dapat lebih meningkatkan pelayanan yang lebih baik pada masyarakat” ujar Achmad Pairin.

“Saya minta kepada para Camat dan Lurah dapat memonitor perkembangan dilapangan, sehingga target penerimaan PBB dapat terealisasi, dan sebagai tahap awal agar dapat melanjutkan Program Pekan Panutan PBB ini sampai ketingkat Kelurahan. Kepada Para Lurah kiranya dapat segera menyampaikan SPPT PBB yang telah dibagikan pada warganya, agar Wajib Pajak dapat melakukan pembayaran sedini mungkin” ungkap Achmad Pairin.

Demi Menunjang Kesehatan Dan Kebersihan Lingkungan, Pemkot Metro Beri Material Bangunan Secara Gratis

Pemerintah Kota Metro memberikan pembinaan sekaligus menyerahkan bantuan Stimulan Kepada Warga Binaan, yang bertempat di Aula Kelurahan Rejomulyo, Metro Selatan (22/03/2017). Hal ini bertujuan untuk meningkatan Peranan Perempuan Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P3-KSS).

Menurut  Suparjo Rustam selaku Lurah Rejomulyo, warga binaan yang hadir dalam kegiatan ini terdiri dari 100 orang . Yang tersebar di 7 RW diantaranya RW I, RW II, RW III masing-masing berjumah 20 orang, dan RW IV, RW V, RW VI, RW VII masing-masing berjumlah 10 orang.  Dengan mata pencaharian yang mayoritas sebagai petani, peternak dan pembudidaya ikan.

“Saya berharap kepada peserta agar dapat memanfaatkan waktu yang telah disediakan oleh para pembina dengan sebaik-baiknya,” ujar .

Berdasarkan laporan Kepala Dinas PP PA PP & KB Kota Metro, Erla Andrianti menjelaskan bahwa, sasaran dari kegiatan ini adalah Kelurahan Rejomulyo Metro Selatan, yakni perempuan yang berasal dari keluarga pra sejahtera yang sudah berkeluarga sebanyak 100 orang.

Tambahnya, pembinaan P3-KSS bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi warga binaan agar dapat seimbang dengan masyarakat lain. “Selain itu, untuk meningkatkan partisipasi perempuan di bidang pembangunan, meningkatkan pendapatan warga binaan agar dapat hidup layak dan mandiri, meningkatkan derajat kesehatan bagi warga binaan. Serta agar dapat memanfaatkan lahan pekarangan dengan tanaman obat-obatan,” terang Erla .

Bantuan dari Pemerintah Kota Metro, dimaksudkan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program P3-KSS tersebut. Melalui Walikota Metro, Wakil Walikota Metro dan Ketua TP PKK Kota Metro menyerakhan bantuan berupa material bangunan kepada warga binaan secara simbolis. Dimana bantuan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga untuk menunjang derajat kesehatan dan kebersihan di lingkungan keluarga.

Didalam sambutannya, Walikota Metro menyampaikan, Program pemberian bantuan bagi warga binaan P3-KSS ini, merupakan upaya yang dilakukan oleh Pemkot Metro dan Tim Penggerak PKK sebagai program lintas sektoral. Yang diharapkan dapat mengubah pola pikir serta perilaku warga binaan.

“Saya berharap kepada Tim Penggerak PKK, dan Dinas terkait, serta warga binaan untuk bersama-sama melaksanakan program ini dengan sebaik-baiknya. Semoga dari program ini kaum perempuan dapat menunjukkan eksistensi kiprahnya, dalam pembangunan, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat diberbagai sektor kehidupan”, ungkapnya.

Tambahnya, Wakil Walikota Metro Djohan mengatakan pesannya kepada para penerima bantuan, untuk memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya. “Dan bantuan seperti ini kedepan akan kami upayakan untuk ditambah lagi, tentunya sesuai dengan APBD yang ada”, ucapnya.

Wakil Walikota Metro Sampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2016

Wakil Walikota Metro Djohan menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) akhir tahun anggaran 2016 dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Metro diruang sidang Dewan Kota Metro pada Senin (20/3/2017).

Sidang Paripurna DPRD Kota Metro itu dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda didampingi Wakil Ketua Fahmi Anwar dan 21 Anggota DPRD Kota Metro.

Pembacaan LKPJ dihadiri juga oleh Wakil Kota Metro Ahmad Piarin, Anggota Fokorpimda Kota Metro, Plt Sekretaris Daerah Kota Metro, beserta segenap jajaran SKPD dilingkup Kota Metro, Camat, Lurah, pimpinan Parpol, serta perwakilan para tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kota Metro.

Dalam sidang paripurna itu, Wakil Walikota menyampaikan bahwa Muatan LKPJ ini, disusun dengan mengacu Pasal 18 sampai 22, Peraturan Pemerintah Nomor 3 tahun 2007. Hal ini meliputi Laporan tentang arah kebijakan umum pemerintahan daerah, Laporan pengelolaan keuangan daerah secara makro, Laporan penyelenggaraan urusan desentralisasi, Laporan penyelenggaraan tugas pembantuan, serta Penyelenggaraan tugas umum pemerintahan.

Walikota Metro menjelaskan bahwa, pertumbuhan ekonomi Kota Metro pada tahun 2015 sebesar 5,85 persen lebih rendah dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 6,13 persen dan yang terendah dibandingkan periode empat tahun sebelumnya.

Sementara laju inflasi Kota Metro pada tahun 2016 sebesar 2,92 persen. Selama Tahun 2016, inflasi tertinggi terjadi pada Bulan Juni yaitu sebesar 0,67 persen selama bulan Ramadhan.  Sementara deflasi pada Bulan April yang mencapai 0,80 persen yang disebabkan oleh meningkatnya jumlah pasokan beras selama masa panen pada Bulan Maret-April.

“Sedangkan menurut hasil penghitungan IPM, Kota Metro memiliki nilai tertinggi sebesar 75,10  dibandingkan dengan 15 kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Lampung. Dengan Angka Harapan Hidup 70,98 tahun, Harapan Lama Sekolah 14,26 tahun, Rata-Rata Lama Sekolah 10,55 tahun dan Pengeluaran Per Kapita Rp 10,707 juta. Meski demikian permasalahan kesenjangan ekonomi serta tingkat pengangguran, masih menjadi pekerjaan utama kita semua,” ujar Djohan.

Dalam rangka memperkuat struktur APBD Kota Metro, Djohan menjelaskan upayanya untuk meningkatkan pendapatan daerah, baik dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, maupun lain-lain pendapatan daerah yang sah. Sementara PAD dari pajak daerah tahun 2016 mencapai target 97,42%.

Sementara Belanja daerah Kota Metro Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp. 975.809.813.344,94 yang dipergunakan untuk belanja tidak langsung sebesar Rp. 448.254.588.825,00 dan Rp.  527.555.224.519,94 untuk belanja langsung.

Dari sektor ketenagakerjaan tahun 2016 cukup gemilang, Hal ini dapat kita lihat dari penurunan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,22 dari target 5,11. Selain itu, persentase pencari kerja yang ditetapkan sebesar 56,50% dari target 34,3%.

“Secara umum, pembangunan Tahun  2016 terbilang berhasil dengan capaian kinerja rata-rata sebesar 91,77% dan banyaknya pengakuan serta penghargaan berbagai pihak terhadap kemajuan dalam berbagai bidang, baik di tingkat Provinsi lampung maupun nasional. Untuk itu kekurangan dari tahun kemari dapat dijadikan pengalaman untuk pelajaran dalam mewujudkan pembangunan Kota Metro yang lebih baik,” ujar Djohan.

Gubernur Lampung Serahkan Bantuan Beras Untuk Masyarakat Lampung

Walikota Metro dan Wakil Walikota Metro menghadiri acara Launching Penyerahan Perdana Beras Keluarga Prasejahtera yang Dihadiri oleh Gubernur Lampung Ridho Ficardo. Penerima bantuan tersebut diberikan oleh 14 Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung secara simbolis. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan kartu merah putih yang diperuntukan untuk warga prasejahtera, Selasa (14/03/2017).

Dalam acara tersebut juga dihadiri Forkopimda Provinsi Lampung, Walikota/Bupati dan Wakil Walikota/Wakil Bupati di Provinsi Lampung. Selain itu juga turut hadir Para Pejabat, Kepala BI Perwakilan Lampung, Kepala Bank BRI Lampung, Kepala Bulog Lampung dan Para tamu undangan.

Ketua Panitia Pelaksana, Kabag Perekonomian Provinsi Lampung, mengatakan beras diberikan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu bantuan diberikan kepada 600ribuan masyarakat prasejahtera di Provinsi Lampung selain Kota Bandar Lampung. Bantuan diberikan untuk menjaga kesetabilitasan harga dan menekan inflasi harga beras.

Dalam Sambutannya Gubernur Lampung mengatakan program ini merupakan salah satu bentuk nawacita yang diitruksikan Presiden. Bentuk nawacita tersebut yakni memperkuat kehadiran dimasyarakat dengan membantu dalam keadaan sulit. Berdasarkan laporan yang diperoleh Gubernur Lampung, bantuan yang diberikan 12kg beras perkepala keluarga. “Bantuan yang diberikan seringkali dalam pelaksanaannya dilapangan ternyata melebihi kuota sehingga diharapkan perlu adanya musyawarah”ungkap Ridho Ficardo.

“Untuk masalah kemiskinan, penurunan angka kemiskinan di Provinsi Lampung lebih cepat dibanding penurunan kemiskinan secara nasional, yang berarti Provinsi Lampung tidak menjadi beban negara ini, dan itu semua kembali menjadi kerja keras kita semua. Saya ingatkan kepada jajaran pemerintah daerah Kabupaten/ Kota dan steckholder terkait mengenai urusan beras  merupakan tugas mulia dan jangan sampai ada penyimpangan”tutup Gubernur Lampung

 

 

error: Isi dilindungi !!