Artikel Perekonomian Pemerintah Kota Metro

Demi Menunjang Kesehatan Dan Kebersihan Lingkungan, Pemkot Metro Beri Material Bangunan Secara Gratis

Pemerintah Kota Metro memberikan pembinaan sekaligus menyerahkan bantuan Stimulan Kepada Warga Binaan, yang bertempat di Aula Kelurahan Rejomulyo, Metro Selatan (22/03/2017). Hal ini bertujuan untuk meningkatan Peranan Perempuan Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P3-KSS).

Menurut  Suparjo Rustam selaku Lurah Rejomulyo, warga binaan yang hadir dalam kegiatan ini terdiri dari 100 orang . Yang tersebar di 7 RW diantaranya RW I, RW II, RW III masing-masing berjumah 20 orang, dan RW IV, RW V, RW VI, RW VII masing-masing berjumlah 10 orang.  Dengan mata pencaharian yang mayoritas sebagai petani, peternak dan pembudidaya ikan.

“Saya berharap kepada peserta agar dapat memanfaatkan waktu yang telah disediakan oleh para pembina dengan sebaik-baiknya,” ujar .

Berdasarkan laporan Kepala Dinas PP PA PP & KB Kota Metro, Erla Andrianti menjelaskan bahwa, sasaran dari kegiatan ini adalah Kelurahan Rejomulyo Metro Selatan, yakni perempuan yang berasal dari keluarga pra sejahtera yang sudah berkeluarga sebanyak 100 orang.

Tambahnya, pembinaan P3-KSS bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi warga binaan agar dapat seimbang dengan masyarakat lain. “Selain itu, untuk meningkatkan partisipasi perempuan di bidang pembangunan, meningkatkan pendapatan warga binaan agar dapat hidup layak dan mandiri, meningkatkan derajat kesehatan bagi warga binaan. Serta agar dapat memanfaatkan lahan pekarangan dengan tanaman obat-obatan,” terang Erla .

Bantuan dari Pemerintah Kota Metro, dimaksudkan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program P3-KSS tersebut. Melalui Walikota Metro, Wakil Walikota Metro dan Ketua TP PKK Kota Metro menyerakhan bantuan berupa material bangunan kepada warga binaan secara simbolis. Dimana bantuan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga untuk menunjang derajat kesehatan dan kebersihan di lingkungan keluarga.

Didalam sambutannya, Walikota Metro menyampaikan, Program pemberian bantuan bagi warga binaan P3-KSS ini, merupakan upaya yang dilakukan oleh Pemkot Metro dan Tim Penggerak PKK sebagai program lintas sektoral. Yang diharapkan dapat mengubah pola pikir serta perilaku warga binaan.

“Saya berharap kepada Tim Penggerak PKK, dan Dinas terkait, serta warga binaan untuk bersama-sama melaksanakan program ini dengan sebaik-baiknya. Semoga dari program ini kaum perempuan dapat menunjukkan eksistensi kiprahnya, dalam pembangunan, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat diberbagai sektor kehidupan”, ungkapnya.

Tambahnya, Wakil Walikota Metro Djohan mengatakan pesannya kepada para penerima bantuan, untuk memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya. “Dan bantuan seperti ini kedepan akan kami upayakan untuk ditambah lagi, tentunya sesuai dengan APBD yang ada”, ucapnya.

Wakil Walikota Metro Sampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2016

Wakil Walikota Metro Djohan menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) akhir tahun anggaran 2016 dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Metro diruang sidang Dewan Kota Metro pada Senin (20/3/2017).

Sidang Paripurna DPRD Kota Metro itu dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda didampingi Wakil Ketua Fahmi Anwar dan 21 Anggota DPRD Kota Metro.

Pembacaan LKPJ dihadiri juga oleh Wakil Kota Metro Ahmad Piarin, Anggota Fokorpimda Kota Metro, Plt Sekretaris Daerah Kota Metro, beserta segenap jajaran SKPD dilingkup Kota Metro, Camat, Lurah, pimpinan Parpol, serta perwakilan para tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kota Metro.

Dalam sidang paripurna itu, Wakil Walikota menyampaikan bahwa Muatan LKPJ ini, disusun dengan mengacu Pasal 18 sampai 22, Peraturan Pemerintah Nomor 3 tahun 2007. Hal ini meliputi Laporan tentang arah kebijakan umum pemerintahan daerah, Laporan pengelolaan keuangan daerah secara makro, Laporan penyelenggaraan urusan desentralisasi, Laporan penyelenggaraan tugas pembantuan, serta Penyelenggaraan tugas umum pemerintahan.

Walikota Metro menjelaskan bahwa, pertumbuhan ekonomi Kota Metro pada tahun 2015 sebesar 5,85 persen lebih rendah dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 6,13 persen dan yang terendah dibandingkan periode empat tahun sebelumnya.

Sementara laju inflasi Kota Metro pada tahun 2016 sebesar 2,92 persen. Selama Tahun 2016, inflasi tertinggi terjadi pada Bulan Juni yaitu sebesar 0,67 persen selama bulan Ramadhan.  Sementara deflasi pada Bulan April yang mencapai 0,80 persen yang disebabkan oleh meningkatnya jumlah pasokan beras selama masa panen pada Bulan Maret-April.

“Sedangkan menurut hasil penghitungan IPM, Kota Metro memiliki nilai tertinggi sebesar 75,10  dibandingkan dengan 15 kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Lampung. Dengan Angka Harapan Hidup 70,98 tahun, Harapan Lama Sekolah 14,26 tahun, Rata-Rata Lama Sekolah 10,55 tahun dan Pengeluaran Per Kapita Rp 10,707 juta. Meski demikian permasalahan kesenjangan ekonomi serta tingkat pengangguran, masih menjadi pekerjaan utama kita semua,” ujar Djohan.

Dalam rangka memperkuat struktur APBD Kota Metro, Djohan menjelaskan upayanya untuk meningkatkan pendapatan daerah, baik dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, maupun lain-lain pendapatan daerah yang sah. Sementara PAD dari pajak daerah tahun 2016 mencapai target 97,42%.

Sementara Belanja daerah Kota Metro Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp. 975.809.813.344,94 yang dipergunakan untuk belanja tidak langsung sebesar Rp. 448.254.588.825,00 dan Rp.  527.555.224.519,94 untuk belanja langsung.

Dari sektor ketenagakerjaan tahun 2016 cukup gemilang, Hal ini dapat kita lihat dari penurunan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,22 dari target 5,11. Selain itu, persentase pencari kerja yang ditetapkan sebesar 56,50% dari target 34,3%.

“Secara umum, pembangunan Tahun  2016 terbilang berhasil dengan capaian kinerja rata-rata sebesar 91,77% dan banyaknya pengakuan serta penghargaan berbagai pihak terhadap kemajuan dalam berbagai bidang, baik di tingkat Provinsi lampung maupun nasional. Untuk itu kekurangan dari tahun kemari dapat dijadikan pengalaman untuk pelajaran dalam mewujudkan pembangunan Kota Metro yang lebih baik,” ujar Djohan.

Gubernur Lampung Serahkan Bantuan Beras Untuk Masyarakat Lampung

Walikota Metro dan Wakil Walikota Metro menghadiri acara Launching Penyerahan Perdana Beras Keluarga Prasejahtera yang Dihadiri oleh Gubernur Lampung Ridho Ficardo. Penerima bantuan tersebut diberikan oleh 14 Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung secara simbolis. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan kartu merah putih yang diperuntukan untuk warga prasejahtera, Selasa (14/03/2017).

Dalam acara tersebut juga dihadiri Forkopimda Provinsi Lampung, Walikota/Bupati dan Wakil Walikota/Wakil Bupati di Provinsi Lampung. Selain itu juga turut hadir Para Pejabat, Kepala BI Perwakilan Lampung, Kepala Bank BRI Lampung, Kepala Bulog Lampung dan Para tamu undangan.

Ketua Panitia Pelaksana, Kabag Perekonomian Provinsi Lampung, mengatakan beras diberikan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu bantuan diberikan kepada 600ribuan masyarakat prasejahtera di Provinsi Lampung selain Kota Bandar Lampung. Bantuan diberikan untuk menjaga kesetabilitasan harga dan menekan inflasi harga beras.

Dalam Sambutannya Gubernur Lampung mengatakan program ini merupakan salah satu bentuk nawacita yang diitruksikan Presiden. Bentuk nawacita tersebut yakni memperkuat kehadiran dimasyarakat dengan membantu dalam keadaan sulit. Berdasarkan laporan yang diperoleh Gubernur Lampung, bantuan yang diberikan 12kg beras perkepala keluarga. “Bantuan yang diberikan seringkali dalam pelaksanaannya dilapangan ternyata melebihi kuota sehingga diharapkan perlu adanya musyawarah”ungkap Ridho Ficardo.

“Untuk masalah kemiskinan, penurunan angka kemiskinan di Provinsi Lampung lebih cepat dibanding penurunan kemiskinan secara nasional, yang berarti Provinsi Lampung tidak menjadi beban negara ini, dan itu semua kembali menjadi kerja keras kita semua. Saya ingatkan kepada jajaran pemerintah daerah Kabupaten/ Kota dan steckholder terkait mengenai urusan beras  merupakan tugas mulia dan jangan sampai ada penyimpangan”tutup Gubernur Lampung

 

 

Inflasi Bulan Januari 2017 Penyumbang Terbesar Dari Kenaikan Tarif Listrik

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laju inflasi di Kota Metro pada Bulan Januari 2017 sebesar 0,72 persen. Penyampaian rapat ini berlangsung di OR Setda Kota Metro, yang dipimpin oleh Asisten II Prayetno, Rabu (01/02/2017).

Kepala BPS Taulina Anggarani mengatakan, ada tujuh kelompok pemicu terjadinya inflasi. Penyumbang inflasi terbesar pada bulan lalu oleh Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,3732 persen.

Taulina menjelaskan komoditas yang memberikan andil inflasi cukup besar selama bulan Januari diantaranya, tarif listrik, cabai merah, bensin, bayam, tomat sayur, upah pembantu rumah tangga, ikan kembung, tarif pulsa ponsel, biaya perpanjang STNK dan bawang merah.

“Berdasarkan perhitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan anuari 2017, inflasi di Kota Metro disebabkan oleh adanya kenaikan indeks pada kelompok perumahan sebesar 1,74 persen, kelompok bahan makanan sebesar 0,82 persen, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,77 persen. Selanjutnya kelompok makanan jadi sebesar 0,09 persen dan kelompok sandang sebesar 0,04 persen,” ujar Taulina.

Tambahnya, ia mengatakan, kelompok yang menahan laju inflasi adalah kelompok kesehatan yang mengalami deflasi sebesar 0,10 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga dengan deflasi sebesar 0,01 persen.

Pihaknya mencatat, pada Januari 2017 Kota Metro dengan inflasi 0,72 persen menempati peringkat 59 secara nasional.

“Sementara itu, dari 23 kota di pulau Sumatra seluruhnya mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang sebesar 1,72 persen dan inflasi terendah terjadi di Bukit Tinggi yaitu sebesar 0,22 persen. Dengan hal ini Kota Metro menduduki peringkat ke 14 di pulau Sumatra,” tutup Kepala BPS Metro.

Melalui penyampaian Asisten II Prayetno mengatakan, untuk mengatisipasi inflasi di kelompok bahan makanan kedepan, kita akan menyurati setiap Kelurahan untuk mensukseskan gerak menanam cabai di setiap halaman rumah.

“Selain itu, beras pada tahun 2016 menjadi penyumbang inflasi disetiap bulannya, jadi di harapkan untuk tahun 2017 tidak terjadi lagi. Dan mudah-mudahan di bulan Febuari inflasinya tidak terlalu tinggi,” ucap Prayetno diakhir rapat.

Ahmad Pairin Meresmikan RA Point Supermarket di 29 Banjarsari

img_0793Walikota Metro Ahmad Pairin meresmikan RA Point Supermarket yang beralamatkan di 29 Jln. Patimura Kelurahan Banjarsari, Metro Utara (05/01/2017). Turut dihadiri oleh Wakil Walikota Metro Djohan, Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda, Ketua TP-PKK Kota Metro Heriyati Pairin, serta seluruh undangan yang turut hadir.

Pemilik usaha RA Point Supermarket, Muhammad Sudibyo, menyampaikan bahwa produk yang dijajakan adalah produk-produk kebutuhan masyarakat terutama untuk kalangan menengah kebawah, diantaranya kebutuhan pokok, sembako, pakaian, peralatan listrik, furniture.

Sudibyo memiliki 3 cangkupan misi dalam mendirikan usaha tersebut, yakni ekonomi, pendidikan, dan wisata. Ia turut menjelaskan dalam misi Ekonomi, RA Point Supermarket ingin menjalin UMKM khususnya masyarakat sekitar untuk bisa menitipkan produknya untuk dipasarkan. Dan di misi Pendidikan, sudibyo membuka kesempatan bagi para siswa-siswi SMK SMA yang ingin berpraktik.

Lebih lanjut, ia mengatakatan dalam hal ini Wisata menjadi misi RA Point Supermarket,yang akan memberikan wisata belanja dengan pelayanan yang baik, tempat yang memadahi, dan bagi anak-anak kedepan akan disediakan tempat bermain sehingga wisata belanja dapat dinikmati para pengunjung.

“Kami berharap dengan diresmikannya RA Point Supermarket, dapat meningkatkan sinergitas antara swasta dan pemerintah yang kedepan dapat berkolaborasi demi terwujudnya visi kota metro, dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor perdagangan, jasa dan wisata”. ungkapnya.

Walikota Metro didalam sambutannya mengucapkan selamat atas usaha Bapak Sudibyo dan sekeluarga didalam usahanya membangun dan mendirikan RA Point Supermarket di Kota Metro. Hal tersebut untuk meningkatkan perekonomian yang ada di Kota Metro.

Pairin juga menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan didalam membuka sebuah usaha, diantaranya harga yang dapat terjangkau oleh masyarakat, memberikan pelayanan yang terbaik, dan memberikan kemudahan tempat/lokasi serta produk yang berkualitas.

“Saya berharap, para pegawai yang akan berkerja diupayakan berasal dari Kota Metro terutama dari lingkungan usaha ini berdiri, hal tersebut dimaksudkan untuk membantu Pemerintah Kota Metro dalam mengurangi angka pengangguranan yang saat ini angka pengangguran tercatat 5% dan angka kemiskinan 10,8%”. Ucap Pairin.

Usai sambutan, dilanjutkan dengan pemotongan pita yang dilakukan langsung oleh Ketua DPRD Kota Metro dan Ketua TP-PKK Kota Metro, dan pelepasan balon oleh Bpk Sudibyo dan keluarga.

Walikota Metro Serahkan Dana Insentif Pada Warga Kecamatan Metro Utara

 

1-2

Walikota Metro Achmad Pairin membuka acara pemberian dana Guru TPA,  Sekolah Minggu,  Juru Kunci Makam,  Kaum Se Kota Metro Tahun 2016 untuk Kecamatan Metro Utara sebanyak 255 orang. Acara tersebut berlangsung di Aula Kecamatan Metro Utara, Rabu (28/12/2016).

Dalam acara tersebut dihadiri oleh Walikota Metro Achmad Pairin, Kabag Kesra, Camat Metro Utara, Lurah Kecamatan Metro Utara dan Para Undangan. Dalam sambutannya Kabag Kesra mengatakan agar semua hadirin yang datang dapat bersemangat untuk tahun-tahun yang akan datang.

Dalam sambutannya Walikota Metro mengucapkan terimakasih kepada warga Kota Metro khususnya masyarakat Kecamatan Metro Utara. “Setahun lamanya pengabdian saudara-saudara tetapi pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak dan hanya ini yang bisa diberikan. Kami hanya bisa mendoakan atas usaha yang telah dilakukan. Teruskan perjuangan ini dan semoga kita berbuat lebih baik” ujar Achmad Pairin.

Selain itu Walikota Metro juga berpesan agar masyarakat Kota Metro tetap aman dan nyaman. Pada kesempatan yang sama Walikota Metro menghimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan berdemo dan menyampaikan pesan atau aspirasinya kepada lurah untuk berikutnya disampaikan kepada Walikota.

 

error: Isi dilindungi !!