Kota Metro pada bulan Juni 2018  mengalami inflasi  sebesar 0,52 %, hal ini dikarenakan adanya kenaikan indeks dari 137,73 pada bulan Mei  2018 menjadi 138,44 pada bulan Juni 2018. Rapat yang dipimpin Asiten II Prayetno tersebut, berlangsung di ruang OR Sekda Kota Metro, Senin (02/07/2018).

Berdasarkan laporan Kepala BPS Kota Metro Mimik Nurjanti, mengatakan dengan inflasi sebesar 0,52 %, Kota Metro menempati peringkat ke-53 dari 82 kota se-Indonesia, dan peringkat ke-11 di pulau Sumatra.

“Pada Juni 2018, dari 82 kota yang telah diamati perkembangan harganya, seluruh kota Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi. Inflasi tertingi terjadi di Tarakan sebasar 2,71 persen dan inflasi terendah dialami Medan dan Pekanbaru sebesar 0,01 persen. Sedangkan dari 23 kota IHK di pulau Sumatra, Inflasi tertingi dialami Pangkal Pinang sebesar 1,82 persen dan terendah dialami oleh Medan dan Pekanbaru,” ujar  Kepala BPS Kota Metro.

Tambahnya, Ia juga menjelaskan mengenai 6 (enam) kelompok yang memberikan andil dalam pembentukan inflasi, yaitu dari kelompok transportasi, komunikasi, jasa keuangan sebesar 0,2488 %, kelompok makanan sebesar 0,1832%, kelompok sandang 0,0664 %, kelompok kesehatan 0,0127 %, kelompok perumahan, air, listrik gas dan bahan bakar sebesar 0,0105 % dan kelompok pendidikan, rekriasi dan olahraga sebesar 0,0018 %.

Sementara Asisten II Prayetno, selaku pimpinan rapat mengucapkan rasa terimaksihnya kepada Bulog Lampung Tengah, yang telah mensupport kami dari Desember 2017 hingga  menjelang lebaran.

“Selain itu saya ucapkan terimakasih kepada para anggota, yang telah memantau beberapa item bahan pokok ke beberapa gudang dan pasar untuk monitoring ketersediaan dan harga barang. Dan tak lupa hasil saat ini yang cukup baik, didukung dengan adanya penetrasi di pasar,” ungkap Prayetno.

There are no comments yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).