Pawai Budaya Peringatan HUT Kota Metro Ke-82

Pemerintah Kota Metro menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Metro ke-82 dengan pagelaran Pawai Budaya yang diikuti oleh 5 (lima) kecamatan, yang berlokasi di Jl ZA Pagar Alam depan Rumah Dinas Walikota Metro, Selasa (20/08/2019).

Dalam Pawai Budaya ini ke 5 kecamatan menampilkan dan mengenakan pakaian adat Indonesia, diantaranya Kecamatan Metro Barat dengan pakaian Adat Lampung, Kecamatan Metro Timur dengan pakaian Adat Tionghoa, Kecamatan Metro Selatan dengan pakaian Adat Jawa. Sementara untuk Kecamatan Metro Pusat dengan pakaian Adat Padang, dan Kecamatan Metro Utara dengan pakaian Adat Bali.

Asisten II Yerri Ehwan, mengatakan pawai budaya pada tahun ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Dimana pada pawai tahun ini, akan disambut dan diterima oleh Walikota Metro beserta Anggota Forkopimda Kota Metro di Lapangan Samber.

“Saya berharap Pawai kali ini bisa berjalan tertib dan lancar sampai di Samber Park, dengan keadaan baik-baik saja,” ujar Yerri Ehwan saat melepas peserta pawai budaya.

Pada kesempatan ini tampak hadir pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro Ria Andari, Camat dan Lurah se-Kota Metro dan Dewan Kesenian Kota Metro.

Pelepasan Karnaval dalam Rangka HUT RI ke-74 Tahun 2019

Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-74 pada 17 Agustus 2019 mendatang, Walikota Metro Achmad Pairin melepas Pawai/Karnaval yang dilaksanakan di Lapangan Kelurahan Sumbersari Bantul, Kecamatan Metro Selatan. Jumat malam (16/08/2019).

Acara yang sudah menjadi tradisi disetiap tahunnya menjelang 17 Agustus Pemerintah Kota Metro ini diikuti para warga sekitar Kelurahan Sumbersari dengan sangat antusias.

Tampak dihadiri oleh Walikota Metro,Wakil Walikota Metro, Ketua DPRD, Anggota Forkopimda Kota Metro, Sekretaris Daerah Kota Metro, Asisten I, Asisten II, para Asisten Sekda Kota Metro, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah se-Kota Metro, Camat Metro Selatan, Lurah Sumersari Bantul, serta para tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Lurah Sumbersari Bantul M.Raifiudin, menyampaikan laporan bahwa kegiatan pawai pembangunan Sumbersari Bantul merupakan salah satu bantuan dari APBD Kota Metro sejumlah 15 juta yang dipergunakan untuk melaksanakan kegiatan pada malam ini.

“Saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat atas antusianya yang telah membantu menyiapkan material sehingga telah terlaksanakannya acara ini, bukan masyarakat Kota Metro saja yang menghadiri bahkan dari luar Kota pun ikut serta, dan selamat berjuang untuk kita semua,” paparnya.

Dalam kesempatan ini, Walikota Metro Achmad Pairin mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-74. Dimana juga kegiatan pawai ini sudah berjalan 4 kali selalu meriah dan kompak.

“Mudah-mudahan dalam bidang budaya seni ini juga menjadikan gambaran kekompakan untuk hal yang baik. Dimana kegiatan ini bukan yang pertama dan terakhir. Saya juga berharap kegiatan seperti ini selalu bersinambungan dan menjadi contoh untuk para lurah-lurah lainnya”. tutup Pairin.

Usai sambutan, Walikota beserta rombongan melakukan pembakaran obor dan pelepasan karnaval.

DPRD Kota Metro Menggelar Sidang Paripurna Mendengarkan Pidato Presiden

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro menggelar Sidang Paripurna Istimewa dalam agenda Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, dalam Rangka Peringatan HUT RI ke-74 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2019, yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD Kota Metro, Jumat (16/08/2019).

Rapat yang menyaksikan pidato Kepala Negara RI Joko Widodo, yang mengatakan bahwa Indonesia adalah seluruh pelosok tanah air dari Sabang sampai Merauke. Maka itulah pembangunan yang kita lakukan harus dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh pelosok Nusantara.

“Keberhasilan Indonesia bukan hanya hasil upaya Wakil Presiden, Lembaga Eksekutif, Lembaga Legislatif tetapi keberhasilan Indonesia ini juga karya para Pemimpin Agama, Budayawan, Pendidik, pelaku usaha, petani, nelayan, dan UMKM. Jika kita sepakat dan satu visi Indonesia maju, kita mampu melakukan lompatan kemajuan, lompatan untuk mendahului kemajuan bangsa lain,” ujar Joko Widodo.

Lanjutnya, Presiden RI yang ke-7 ini mengajak semua warga untuk optimis dan bekerja keras, karena persaingan semakin tajam antar negara untuk saling berebut prestasi dan teknologi guna membawa kemajuan bagi negaranya.

“Dalam bidang pertahanan dan keamanan, kita juga harus siap menghadapi radikalisme, terorisme dan ancaman kejahatan lainnya baik dari dalam maupun dari luar yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa kita. Saya juga memohon izin kepada seluruh rakyat Indonesia untuk memindahkan Ibukota negara ke pulau Kalimantan,” ungkapnya.

Diakhir rapat paripurna Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda, menyampaikan agar kita bersama-sama dapat menjaga Kota Metro sehingga terhindar dari hal-hal yang terkait dengan radikalisme, terorisme, dan ideologi-ideologi yang menyimpang dari ideologi kita sebagai bangsa Indonesia yaitu pancasila.

Dimana sidang Paripurna DPRD ini dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda, didampingi Wakil Ketua Fahmi Anwar, dan Nuraida, serta dihadiri Walikota Metro Achmad Pairin, Wakil Walikota Metro Djohan, Anggota Forkopimda Kota Metro, Sekretaris Daerah Kota Metro, Asisten Kota Metro, Kepala Dinas Kota Metro, Pimpinan Instansi Vertikal, Camat Kota Metro, Lurah Kota Metro, Pimpinan Perguruan Tinggi, Wakil Cabang Gerakan Pramuka, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pimpinan Partai Politik, Organisasi Masyarakat, serta Pimpinan Organisasi Perempuan se-Kota Metro.

Kelurahan Purwoasri Sabet Peringkat 2 Kelurahan Terbaik Tingkat Nasional

Kelurahan Purwoasri, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro menjadi kelurahan terbaik ke 2 Tingkat Nasional Regional I Sumatera. Lurah Purwoasri Sutoyo beserta istri, menerima penghargaan di Hotel Discovery Ancol, Jakarta, Kamis (15/08/2019) malam.

Dimana kegiatan yang berlangung dari tanggal 15-19 Agustus 2019 ini bertemakan, Temu Karya Nasional dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan Tahun 2019, yang Berlandaskan Semangat dan Berdaya Gotong Royong Kita Wujudkan Desa dan Kelurahan yang Maju, Mandiri dan Sejahtera Menuju Indonesia Unggul.

Berdasarkan keterangan Lurah Purwoasri Sutoyo, mengatakan tahapan lomba Kelurahan dilakukan secara berjenjang, diawali dari lomba tingkat Kecamatan, Kota, Provinsi sampai dengan Tingkat Nasional.

“Kemenangan ini telah melalui tiga tahapan yaitu, seleksi dokumen dilanjutkan dengan Klarifikasi Lapangan pada tanggal 26 Juli 2019 lalu dan terakhir dengan paparan dihadapan tim penilai pusat, yang dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 8 Agustus 2019, akhirnya secara resmi Kelurahan Purwoasri dinyatakan menjadi juara ke 2 (dua),” jelas Sutoyo.

Kemudian diakhir penyampaian Sutoyo, mengungkapkan rasa syukurnya terhadap kemenangan yang dicapai Kota Metro. “Allhamdulillah Kelurahan Purwoasri menjadi juara kedua. Dimana program-program unggulan kami bukan hanya untuk perlombaan saja, melainkan implementasi nyata kepada masyarakat,” ujarnya.

Rapat Paripurna Mengenai Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro mengadakan rapat Paripurna Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 yang bertempat di Lantai 2 Gedung DPRD Kota Metro, Jumat (09/08/2019).

Dalam sambutannya Walikota Metro Achmad Pairin, menyampaikan pertumbuhan ekonomi di Kota Metro tahun 2019 berkisar antara 5,83 – 6,90 dengan inflasi di perkirakan 2,0 – 2,5 persen. Kondisi ini diprediksi dapat memicu kenaikan harga barang dan jasa, dan tentunya nilai inflansi diharapkan tetap berada di bawah nilai pertumbuhan ekonomi. Dibandingkan dengan APBD TA. 2019, pendapatan daerah pada perubahan APBD TA. 2019 ini diperkirakan akan meningkat sebesar Rp. 17.563.949.439 atau sebesar 8,5% yang semula Rp. 890.812.272.373 menjadi Rp. 904.376.221.816.

Proyeksi peningkatan penerimaan pendapatan daerah yang berasal dari pos Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada perubahan APBD TA. 2019 adalah sebesar Rp.11.542.019.846,69 atau 8,09%, sehingga menjadi Rp. 154.164.602.836.
Peningkatan tersebut ditunjang dari sektor Pajak Daerah yang naik sebesar 13,4%, Hasil Pengelolaan Kekayaan daerah yang dipisahkan mengalami kenaikan sebesar Rp.12,7% dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah sebesar Rp. 8.351.702.354 atau 7,6%.

“Sedangkan dari sektor retribusi daerah mengalami penurunan sebesar Rp. 291.000.000. Untuk pendapatan daerah dari Pos Dana Perimbangan terjadi penurunan sebesar 4,1% jumlah ini adalah pengurangan alokasi DAK Non Fisik dikarenakan penggunaan sisa belanja DAK Non Fisik tahun sebelumnya. Sementara SILPA DAK non fisik tahun 2018, langsung di potong pada penyaluran DAK non fisik Tahun 2019,” ungkap Pairin.

Selanjutnya, untuk dana bagi hasil atau bagi hasil bukan pajak mengalami kenaikan sebesar Rp. 984.056.325. Dengan melihat kondisi aktual kinerja ekonomi daerah dan nasional dari sisi pendapatan, maka kebijakan pendapatan perubahan APBD Kota Metro diarahkan untuk penyesuaian pendapat asli daerah, dengan mempertimbangkan optimalisasi sumber-sumber pendapatan melalui perkiraan yang terukur secara rasional 1 tahun 2019.

“Sedangkan belanja daerah mengalami kenaikan sebesar Rp.45.383.703.374 dari total belanja daerah pada APBD tahun anggaran 2019 yang semula Rp. 942.581.953.970 sehingga menjadi Rp. 987.965.657.344.
Belanja tidak langsung mengalami penurunan sebesar Rp. 10.495.264.963 sehingga total belanja tidak langsung yang semula sebesar Rp. 395.911.296.989 menjadi sebesar Rp. 385.416.032.026. Kemudian untuk kebijakan perubahan APBD TA 2019 terjadi pada penurunan pos belanja pegawai sebesar 2,8% yang semula sebesar Rp. 380.600.017.289 dan menjadi Rp. 370.073.092.326. Adapun kenaikan pada pos belanja hibah sebesar Rp. 31.660.000 dan belanja sosial sebesar Rp. 1.514.300,” terang Pairin.

Lanjutnya, untuk jumlah belanja langsung sebesar Rp. 602.549.625.318 atau meningkat sebesar Rp. 55.878.968.337 dibandingkan belanja langsung pada APBD TA 2019 yang sebesar Rp. 546.670.656.981.

“Peningkatan anggaran belanja langsung pada perubahan APBD TA 2019 tersebut di arahkan untuk pergeseran anggaran OPD, percepatan perwujudan Visi Kota Metro, mempercepat pencapaian sasaran program prioritas, penguatan kegiatan rutin kantor OPD dalam rangka peningkatan kinerja OPD, penyesuaian belanja di karenakan peningkatan pendapatan dan sisa anggaran tahun sebelumnya. Dan yang terakhir untuk pelaksanaan usulan Musrenbang tahun 2019 dimana terdapat beberapa usulan masyarakat yang dapat diakomodir pada RKPD perubahan Tahun 2019 dengan mempertimbangkan waktu pelaksanaan perubahan efektif 3 bulan saja,” papar Pairin.

Maka dapat disimpulkan bahwa pada perubahan APBD Kota Metro Tahun Anggaran 2019 mengalami DIFISIT belanja sebesar Rp. 83.589.435.528 yang disebabkan karena proyeksi pendapatan Rp. 897.376.221.816 lebih kecil di bandingkan dengan proyeksi belanja Rp. 980.965.657.344.

Kebijakan umum Pembiayaan dalam Perubahan TA 2019, ditujukan untuk kebutuhan daerah yang relatif sangat mendesak dan lebih merupakan pemenuhan kewajiban yang perlu direncanakan dalam APBD Kota Metro. Peningkatan penerimaan pembiayaan dari sebelumnya meningkat sebesar Rp. 31.819.753.935 yang berasal dari peningkatan SILPA. Penerimaan pembiayaan pada perubahan ini diarahkan untuk menutup defisit.

“Selanjutnya, Pengeluaran pembiayaan pada perubahan APBD TA. 2019 tidak mengalami perubahan. Beberapa prestasi dan indikator kerja pembangunan telah diraih dengan baik. Nilai IPM di Kota Metro terus meningkat 0,35 poin dari tahun 2017 atau mencapai angka 76,22. Begitu pula angka kemiskinan yang semakin menurun sebesar 0,75 poin di bandingkan tahun 2017, yaitu di angka 9,89 menjadi 9,14,” tutup Pairin.

Rapat Paripurna dihadiri oleh Walikota dan Wakil Walikota Metro, Wakil Ketua dan Anggota DPRD, Wakil Walikota Metro, Forkopimda Kota Metro, Sekretaris Daerah Kota Metro, Para tokoh sesepuh Kota Metro, Tokoh Agama, Pimpinan Organisasi Politik, Organisasi Kemasyarakatan, Organisasi Wanita, dan beserta rekan LSM.

Penandatanganan KUA-PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro menggelar Rapat Paripurna tentang penandatanganan Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tentang perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2019 yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD Kota Metro, Jumat (09/08/2019).

Dalam laporannya Badan Anggaran DPRD Kota Metro yang diwakili oleh Anggota Dewan Badan Anggaran Wiwin Septiani, menyampaikan progress terhadap KUA-PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019. Terdapat pergeseran anggaran dari yang diusungkan, dengan dasar pertimbangan yang telah disepakati antar Badan Anggaran Komisi-Komisi DPRD Kota Metro dengan OPD yaitu sebagai berikut, APBD yang terdiri Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, dan lain-lain telah mengalami kenaikan sebesar Rp. 13.563.949.439 dari anggaran Rp. 890.812.272.377 menjadi Rp. 904.376.221.816 atau sebesar 1,5%.

“Dengan rincian pendapatan asli daerah yang terdiri dari komponen pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan serta PAD biasa mengalami kenaikan sebesar Rp. 11.542.019.846 dari anggaran awal Rp. 142.622.582.990 menjadi Rp. 154.164.602.836 atau sebesar 8,1%. Dana Perimbangan yang terdiri dari komponen dana bagi hasil pajak atau bagi hasil bukan pajak, dana alokasi umum, serta dana alokasi khusus mengalami penurunan sebesar Rp. 5.773.322.020 dari anggaran awal Rp. 142.622.582.990 menjadi Rp. 154.164.602.836 atau sebesar 0,9%,” jelasnya.

Lebih lanjut Wiwin Septiani, memaparkan Anggaran Belanja Daerah yang terdiri atas belanja tidak langsung dan belanja langsung. Belanja tidak langsung mengalami penurunan dari Rp. 10.495.264.963 dai anggaran awal Rp. 390.110.296.989 menjadi Rp. 385.416.320.026 atau sebesar 2,7%. Sedangkan belanja langsung mengalami kenaikan sebesar Rp. 45.383.703.374 dari anggaran semula Rp. 942.581.953.970 menjadi Rp.987.965.657.344 atau sebesar 4,8%.

“Maka dapat digambarkan bahwa struktur perubahan APBD Kota Metro Anggaran Tahun 2019 mengalami defisit sebesar Rp.31.819.753.935 dari anggaran awal Rp.51.769.681.593 menjadi Rp.83.589.435.528 atau sebesar 61,5%. Sementara perhitungan SILPA anggaran tahun sebelumnya mengalami kenaikan sebesar Rp. 31.819.753.935 dari anggaran Rp. 53.769.681.593 menjadi Rp. 85.589.435.528 atau sebesar 59,2%,” terang Wiwin Septiani.

Berdasarkan penyampaian Walikota Metro Achmad Pairin mengatakan pembahasan kebijakan umum tentang PPAS perubahan APBD Kota Metro Anggaran Tahun 2019 adalah hasil kerja keras antara komisi DPRD, Badan Anggaran DPRD Kota Metro bersama tim anggaran Pemerintah Daerah secara maksimal.

“Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pimpinan dan Anggota Dewan, yang telah bersedia melaksanakan pengkajian dan pembahasan secara objektif dan mendalam terhadap Rancangan KUA-PPAS Perubahan Tahun Anggaran 2019,” tutup Pairin.

Kemudian acara ini dilanjutkan dengan penandatangan nota kesepatakan antara Pemerintah Kota Metro yang terwakili oleh Walikota Metro Achmad Pairin dan DPRD Kota Metro oleh Wakil DPRD Fahmi Anwar. (Bn/Cv)