Rilis Inflasi Pemerintah Kota Metro pada Bulan Juni Tahun 2019

Rapat Pelaksanaan Rilis Inflasi Pemerintah Kota Metro pada Bulan Juni Tahun 2019, yang berlangsung di Ruang Rapat BPS Kota Metro, Senin (01/07/2019).

Dalam arahannya Kepala BPS Kota Metro Mimik Nurjanti menyampaikan bahwa, perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Juni 2019 secara umum mengalami kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Mei 2019 141,21 dan pada bulan Juni menjadi 141,89.
Adapun beberapa komoditas yang dominan memberikan andil inflasi terbesar diantaranya cabai merah, cabai hijau, cabai rawit, lele, ayam hidup, tomat sayur, wortel, gula pasir dan bayam. “Kota Metro pada bulan Juni 2019 berdasarkan perhitungan inflasi  kalender (Point to point) adalah sebesar 1,76% dan inflasi year to year sebesar 2,29% sehingga inflasi Kota Metro menempati peringkat 41 dari 82 kota,” ucapnya.
Selain itu, Mimik Nurjanti juga menjelaskan empat kelompok pengeluaran yang memberikan andil dalam pembentukan inflasi, yaitu bahan makanan sebesar 0,3971 %, kelompok makanan jadi diantaranya rokok, minuman dan tembakau sebesar 0,0885 %, pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,0716 %, serta kelompok sandang sebesar 0,0510 %. Dan sebaliknya, adapun tiga kelompok pembentuk deflasi diantaranya kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,1206 %, kelompok kesehatan 0,0043 % dan kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar sebesar 0,0002%. (ys)

Jawaban Walikota Metro Atas Pembahasan 4 Raperda Kota Metro

DPRD Kota Metro mengelar rapat paripurna tentang pandangan umum fraksi-fraksi atas penyampaian 4 (empat) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Metro yang dijawab langsung oleh Walikota Metro yang dilaksanakan di Ruang Sidang DPRD Kota Metro, pada Senin (01/07/2019).


Acara tersebut dihadiri oleh Walikota Metro, Wakil Walikota Metro, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Metro, Anggota DPRD, Anggota Fokorpimda, Ketua Pengadilan Agama Kota Metro, Sekretaris Daerah Kota Metro, Para tokoh masyarakat, Pimpinan Organisasi Sosial Politik, Organisasi kemasyarakatan, Organisasi Wanita, LSM, dan para Pers.

Dalam rapat paripurna fraksi-fraksi dari masing-masing partai menyampaikan pandangannya terhadap 4 (empat) Raperda yang terdiri dari Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2018, Sistem Kesehatan Daerah, Pengelolaan Air Limbah Domestik, dan Perubahan atas Perda Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Metro.

Rapat dimulai dari laporan 7 (tujuh) fraksi yang ada di DPRD Kota Metro dalam menanggapi 4 (empat) Perda yang menjadi topik pembahasan. Menurut pandangan fraksi yang disampaikan, terdapat banyak kekurangan yang harus diperbaiki di Kota Metro.

Menanggapi semua laporan, Walikota Metro mengucapkan terima kasih. Baik atas pertanyaan, pendapat, usul, saran, himbauan, dan kritik yang telah disampaikan melalui juru bicara masing-masing sebagai masukan yang membangun untuk perbaikan kinerja pada tahun mendatang.

“Dari segi pertanggungjawaban APBD TA 2018, saat ini permerintah Kota Metro berupaya untuk meningkatkan pendapatan daerah baik dari sektor pajak maupun retribusi daerah seperti lahan parkir,” ungkap Pairin.

Lanjutnya, saat ini kita memiliki 85 titik lahan parkir, salah satunya perubahan yang sudah terjadi dengan mengunakan sistem e-parkir yang sudah terlaksana pada tahun 2017 di RSUD Ahmad Yani Kota Metro. Untuk selanjutnya pada APBD Tahun 2019 telah dianggarkan untuk e-parkir di lokasi pusat pertokoan Sumur Bandung dan selanjutnya akan dipasang di Pasar Cendrawasih.

Sementara itu, pada sistem kesehatan daerah khususnya RSUD A. Yani Metro, pemerintah terus-menerus meningkatkan fasilitas-fasilitas yang ada, menambah dokter spesialis, menambah kelas perawatan, dan masih banyak lagi.

“Dalam pengelolaan limbah domestik saya berharap nantinya akan menjadi sebuah dasar untuk meningkatkan perhatian semua pihak secara terpadu dan komprehensif,” tutur Pairin.

Tambahnya, saat ini pemerintah juga terfokus pada pendidikan, dengan terus meningkatkan kualitas dalam pendidikan formal dan pendidikan karakter. Penataan pada aset daerah seperti tanah, bangunan, kendaraan serta dokumen-dokumen terkait kepemilikan aset-aset juga dilakukan dengan menerbitkan peraturan Walikota Nomor: 005/490/D.4-4/2019 tentang pemanfaatan aset tanah dan bangunan milik pemerintah Kota Metro dalam bentuk sewa dengan melakukan sosialisasi bersama kelurahan dan kecamatan.

Diakhir pidatonya Achmad Pairin berharap, dengan adanya Raperda ini dapat membuka wawasan kita dan memberikan masukan-masukan untuk kemajuan Kota Metro yang lebih baik. (Yl/Gt)

Rapat Koordinasi (Rakor) Bulan Juli Tahun 2019 Pemerintah Kota Metro

Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintah Kota Metro Bulan Juli, diadakan di Aula Pemda Kota Metro, Kamis (01/07/2019).

Rakor kali ini dipimpin oleh Wakil Walikota Metro Achmad Pairin dan dihadiri oleh Wakil Walikota Metro, Sekda Kota Metro, Kepala OPD se-Kota Metro, Camat, dan Lurah se-Kota Metro. Tak luput juga dihadiri oleh instansi vertikal yang diantaranya Lapas Kota Metro, Kepala BPN, Kepala BPJS, Baznas, Kepala BPS, Kepala BNN, Kepala Kantor Kementerian Agama, dan PLN Metro.

Walikota Metro Achmad Pairin menyerahkan piagam penghargaan kepada Elda S Tambara selaku direktur I-tech yang meraih juara 1 nasional 2019 kategori pengelola lembaga kursus dan pelatihan. Dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesempatan (MoU) antara Direktur Bank Lampung dengan Walikota Metro yang didampingi oleh Wakil Walikota Metro mengenai pemanfaatan Tapping Box (alat perekam transaksi) dalam rangka optimalisasi penerimaan PAD.

Walikota Metro Achmad Pairin mengucapkan selamat kepada I-tech dan berharap semoga prestasi tersebut dapat bermanfaat bagi peserta didik dan juga untuk Kota Metro.

Pairin juga mengucapkan terima kasih kepada Direktur Bank Lampung dan berharap agar bisa memajukan Kota Metro dengan Program yang diberikan. “Harapan saya hal ini tidak akan memberatkan pemakai karena akan lebih efektif dan efisien dalam melaksanakan tugas dimana salah satu tujuan akhirnya untuk menunjang dan menopang pendapatan asli daerah,” ujar Pairin.

Sementara itu Perwakilan petugas Lapas menanggapi mengenai pemintaan Tenaga Dokter, Tenaga Ahli Gizi, serta Perpustakaan sudah terealisasikan dan ditambah lagi dengan Kesra yang telah memberikan kursus elektronik. Bahkan di lapas kelas II Metro sedang diadakan rehabilitasi sosial bagi narapidana khusus narkotika.

Disnakertrans Kota Metro terkait juga menyampaikan mengenai persiapan keberangkatan jemaah haji Kota Metro, yakni administrasi dan dokumentasi jemaah serta persiapan manasik tingkat Kota dan Kecamatan.

Dalam menanggapi laporan-laporan tersebut, Wakil Walikota Metro Djohan menyampaikan beberapa hal yang kaitannya berasal dari sisi pendapatan APBD yang persentasenya masih dibawah 50%, sehingga perlu diperhatikan lebih lanjut. (Gt\Bg\Nv)