Diskon 15 Persen, Warga Kota Metro Bawa KIA ke TMII

Kabar gembira bagi masyarakat Kota Metro khususnya yang berumur 17 Tahun kebawah, pasalnya bagi mereka yang ingin menikmati beragam wahana menarik di Taman Metro Indonesia Indah (TMII) bakal mendapatkan potongan hingga 15 persen.

Potongan harga tersebut tentu bukan tanpa syarat, para anak wajib membawa Kartu Identitas Anak (KIA) untuk menikmati seluruh wahana di TMII dengan biaya yang terjangkau.

Direktur TMII Kota Metro, Efril Hadi, SE. M. Kes,. menyampaikan, diskon 15 persen tersebut dikeluarkan TMII bagi pemilik KIA berdasarkan hasil Memorandum of Understanding (MoU) antara Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan TMII.

“Ini merupakan bentuk dukungan dari TMII untuk Kota Metro, guna mewujudkan salah satu visi Kota Metro sebagai Kota wisata keluarga dengan memberikan diskon masuk TMII untuk pemegang KIA di Kota Metro,” ujarnya, Jum’at (26/4/2019).

Sementara itu, mewakili Kepala Disdukcapil Kota Metro Fitri Maria Jayasinga, Sekertaris Disdukcapil Kota setempat Supratman menyampaikan bahwa MoU penggunaan KIA di TMII sebagai bentuk menjalankan intruksi Kementerian Dalam Negeri (Mendagri).

“Hari ini kami penandatanganan kerjasama dengan TMII, maksud dan tujuannya untuk memanfaatkan Kartu Identitas Anak atau KIA. Jadi untuk anak yang 17 tahun kebawah masuk ke sini ada diskon 15 persen, itu sesuai intruksi Kementerian Dalam Negeri untuk pemanfaatan Kartu Identitas Anak,” ucapnya usai menandatangani MoU di TMII, Jl. Pattimura Kel. Banjarsari, Kec. Metro Utara, Jum’at (26/4/2019).

Dirinya menyampaikan, di Kota Metro saat ini telah terdata sebanyak 43.821 anak yang dapat memanfaatkan KIA.

“Untuk di Kota Metro rata-rata sudah memiliki KIA semua terutama untuk Paud dan TK serta yang di bawah 17 tahun. Tercatat wajib KIA sudah ada 43.821 anak se-Kota Metro. Kita juga selalu jemput bola ke sekolah-sekolah, dan kita juga bekerjasama dengan rumah sakit dan klinik bersalin,” kata Supratman.

Tak hanya itu, Sekertaris Disdukcapil ini juga menghimbau masyarakat khususnya anak yang belum memiliki KIA dapat melaporkannya ke dinas setempat.

“Dan untuk masyarakat, para orangtua di Metro yang belum memiliki KIA, silakan datang Disdukcapil untuk memperoleh KIA, atau informasikan ke kami maka kami siap menjemputnya agar anak-anak dapat memperoleh KIA,” tandasnya. (Lc)

Lima ASN Di Kota Metro Resmi Duduki Jabatan Baru

Lima (5) Pejabat Kota Metro Melakukan Penandatanganan  Serah Terima Jabatan  (Sertijab) Pimpinan Tinggi Pratama Di Lingkungan Pemerintah Kota Metro di OR Setda, Senin (29/04/19).

Dalam kesempatannya, Sekda Kota Metro A Nasir menyampaikan untuk pejabat yang dilantik saat ini Juni Kuswati S.H., Ir. Yerri Ehwan, MT., Misnan, dr.  Erla Andrianti, dan Prayetno S.E, semoga dapat menjalankan amanah yang telah diberikan.

“Karena rolling jabatan ini merupakan kebijakan kepala daerah. Dan sudah menjadi kewajiban dari setiap pejabat yang telah dilantik agar terus mengikuti dan menjalankan tugas sebagaimana mestinya,” ucapnya.

Dalam hal ini, A. Nasir juga mengumumkan agar para pejabat yang sudah memenuhi syarat agar dapat mengikuti seleksi terbuka untuk mengisi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kota Metro.

Deklarasi STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) Kecamatan Metro Pusat

Walikota Metro yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten I Ridwan membuka langsung Deklarasi STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) Kecamatan Metro Pusat yang berlangsung di aula kecamatan Metro Pusat, Senin (29/04/2019).

Dalam kesempatan ini turut hadir Camat Metro Pusat, Lurah se-kecamatan Metro Pusat, Kapolsek Metro Pusat, Kepala Puskes Metro Pusat, Babinsa, Babinkamtimbas  serta para kader se-kecamatan Metro Pusat. Deklarasi STBM ini meliputi Kelurahan Metro, Kelurahan Imopuro, Kelurahan Yosomulyo, Kelurahan Hadimulyo Barat serta Kelurahan Hadimulyo Timur.

Camat Metro Pusat dalam sambutannya menyampaikan bahwasannya Metro Pusat merupakan kecamatan yang tingkat kepadatan penduduknya paling tinggi di Kota Metro. Hal ini merupakan PR berat bagi kami yang berada di Kecamatan Metro Pusat untuk mengupayakan perilaku hidup bersih dan sehat bagi masyarakat.

Tambahnya, Camat Metro Pusat mengatakan, pelaksanaan STBM di Kecamatan Metro Pusat berdasarkan data per tahun 2018 masih ada 124 KK yang  tidak memiliki jamban dan 113 KK yang suka BAB sembarangan.  Hal ini tentunya bukan suatu prestasi, melainkan sebagai pemicu dalam menggiatkan untuk  merubah pola pikir masyarakat dalam berperilaku hidup bersih dan sehat khususnya.

Deklarasi STBM Kecamatan Metro Pusat ini merupakan tindak lanjut masing-masing kelurahan yang sudah berupaya dalam proses pengentasan pembuatan jamban untuk KK yang belum memiliki jamban atau masih BAB sembarangan.

“Kalau di akumulasikan se-kecamatan Metro Pusat  akan dibuat sekitar tujuh puluh lima jamban pada tahun 2019 ini melalui dana kelurahan, dan sisanya akan dialokasikan dari CSR atau swadaya masyarakat sendiri,” tutupnya.

Asisten I Ridwan  menyampaikan sebagaimana hasil rapat minggu lalu bahwasanya Metro Pusat pada gelombang kedua ini mendapat kesempatan pertama dibandingkan kelurahan yang lain untuk mendeklarasikan STBM. Metro Pusat yang berkomitmen untuk sesuai jadwal yang ditetapkan.

“Atas nama Pemerintah Kota Metro kami menyambut baik dan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini, mudah-mudahan kegiatan ini dapat memberikan kontribusi dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia melalui sektor kesehatan di Kota Metro,” ucapnya.

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat adalah suatu strategi intervensi yang menitikberatkan pada percepatan kondisi sanitasi total melalui perkembangan perilaku hidup higienis yang melibatkan seluruh komponen masyarakat.  Suatu masyarakat dikatakan mencapai kondisi sanitasi total apabila seluruh komponen masyarakat telah melaksanakan lima pilar STBM. Yakni tidak buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, mengelola air minum dan makanan yang aman, mengelola sampah dengan aman serta mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman.

“Deklarasi STBM merupakan konmitmen yang harus ditingkatkan dengan monitoring evaluasi secara bertahap serta pemberitaan terus menerus kepada masyarakat sehingga tujuan STBM dapat membumi menjadi kebutuhan kehidupan masyarakat kita,“ tutupnya.

Sosialisasi Traumatik Pasca Bencana oleh BPBD Kota Metro

Walikota Metro yang diwakili Sekertaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Metro membuka langsung acara Sosialisasi  Traumatik Pasca Bencana yang berlangsung di Barokah Meeting Point, pada Senin (29/04/19) yang bertemakan “Tingkatkan Pemahaman Masyarakat Tentang Pemulihan Psikologis Bencana Alam”.

Ahmad Zaini selaku Sekertaris BPBD Kota Metro melaporkan kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Undang-undang RI Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Metro Tahun 2019 dan Keputusan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Nomor : 18/KTPS/LL_!/2019, tentang pembentukan panitia pelaksana, narasumber, moderator dan peserta kegiatan sosialisasi traumatik pasca bencana tahun 2019.

“Kegiatan sosialisasi dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 29-30 April 2019 di mulai dari pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai dengan menghadirkan Narasumber Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Metro, KODIM 0411 Lampung Tengah, SPNF (Satuan Pendidik Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar) Kota Metro, dan BPBD Kota Metro,” ujarnya. Lanjutnya, maksud kegiatan sosialisasi  traumatik pasca bencana untuk meningkatkan pengetahuan dalam penanganan korban traumatik pasca bencana yang cepat, tepat dan tanggap.

Sementara itu, Walikota Metro yang diwakili Sekertaris BPBD Kota Metro berharap sosialisasi yang dilaksanakan dapat meningkatkan pengetahuan dan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya kemampuan teknis dalam penanggulangan korban traumatik pasca bencana dengan mengikuti sosialisasi dengan baik.

Senam Pagi LLI Kota Metro di Kelurahan Karangrejo

Pemerintah Kota Metro mengadakan senam pagi Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) secara rutin tiap bulannya, yang pada minggu keempat ini bertempat di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Metro Utara, Minggu (28/04/2019) pukul 06.30 WIB.

Pada kesempatan ini turut hadiri Walikota Metro Achmad Pairin, Wakil Walikota Metro Djohan, Kepala Dinas Sosial, Camat Metro Utara, serta para Lurah se-Kota Metro dan tidak ketinggalan para anggota LLI setiap Kelurahan di Kota Metro.

Dalam sambutan Wakil Walikota Metro Djohan mengungkapkan bahwa, senam pada pagi ini merupakan senam yang terakhir sebelum kita menunaikan ibadah puasa.

“Oleh karena itu, saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Mudah-mudahan kita semua bisa menjalankan ibadah ini hingga hari kemenangan mendatang yaitu Hari Raya Idul Fitri,” ungkap Djohan.

Sedangkan Walikota Metro Achmad Pairin mengatakan bahwasanya, semalam beliau dan para rombongan baru mengantarkan rombongan Kafilah Kota Metro untuk mengikuti lomba MTQ tingkat Provinsi di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba).

“Oleh karena itu, saya minta kepada masyarakat Kota Metro, khususnya para anggota LLI untuk mendoakan para Kafilah kita dalam mengikuti lomba MTQ disana. Dan semoga pada tahun ini, Kota Metro dapat menduduki peringkat yang lebih baik dari yang sebelumnya Kota Metro berapa urutan ke 8 se-Lampung,” ujar Pairin.

Pada kesempatan ini juga, Pemerintah Kota Metro membagikan 2 sepeda dan 5 amplop yang berisi uang tunai 200 ribu kepada anggota LLI yang beruntung. Dan kali ini anggota yang berutung yang mendapatkan sepeda dari Kelurahan Rejomulyo dan Karangrejo.

Tak sampai disitu, acara senam pagi LLI Kota Metro turut dimeriahkan dengan pengobatan gratis kepada peserta. Untuk akhir acara, para pengurus LLI Kelurahan mengadakan rapat 4 bulanan yang berlokasi di Aula Kelurahan Karangrejo. (Sr)

Gubernur Lampung Resmikan Pembukaan MTQ ke-47 di Kabupaten Tulang Bawang Barat

Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, menghadiri Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-47 yang diselenggarakan di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Sabtu malam (27/04/19) pukul 20:00 WIB.

Selain dari itu, dari Kementerian Agama Republik Indonesia yang diwakili Dirjen Bina Islam, Duta Besar dari Palestina Zuhair Al Shun, Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri, para Bupati dan Wakil Bupati se-Lampung, Ketua PKK Provinsi Lampung Yustin Aprilia Ridho Ficardo, serta para Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan ribuan kafilah se-Provinsi Lampung.

Dalam sambutan Bupati Tubaba Umar Ahmad SP, mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang sudah mempercayai Kabupaten Tubaba menjadi tuan rumah MTQ tingkat provinsi yang ke-47.

“Syukur alhamdulillah acara MTQ ke-47 bisa berjalan dengan lancar, semua ini karena dukungan oleh semua pihak sehingga acara bisa seperti ini,” ujar Umar.

Sementara Dirjen Bina Islam dari Kementerian Agama RI Prof. Dr. Muhammad Ya Amin, sangat mengapresiasi tema yang diberikan Pemkab setempat dalam MTQ tingkat Provinsi Lampung.

“Saya sangat tersanjung dan terkesima dengan tema yang sangat unik sekali yaitu, Allah Memberi Waktu, Kita Menuju Cahaya. Selama ini biasanya tema dalam MTQ itu sangat singkat sekali,” ungkap M. Ya Amin.

Pada kesempatan yang sama Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo dalam sambutannya  mengatakan, MTQ adalah benteng keimanan masyarakat kita atas pesatnya pembangunan di Provinsi Lampung saat ini. MTQ juga sebagai media dalam menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an, serta menjadi benteng terakhir untuk menjaga anak-anak kita dan masyarakat dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saya juga mengapresiasi terhadap kemajuan Kabupaten Tubaba, yang usianya baru saja 10 tahun, namun sudah terkenal hingga ke mancanegara. Saya yakin, yang tadinya Kabupaten Tubaba disebut Kabupaten bukan-bukan dan sekarang sudah menjadi daerah tujuan. Hal ini sudah terbukti dengan menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi ke-47, terlebih bisa menciptakan bangunan yang sangat unik dan megah,” kata Ridho Ficardo.