Upaya Pemkot Metro Ratakan Pembangunan Lewat GERBANG BSW

Kegiatan sosialisasi Gerakan Membangun Bumi Sai Wawai (GERBANG BSW) Kota Metro tahun 2018, kembali digelar yang ke-5 (lima) kalinya dan saat ini bertempat di Aula Kecamatan Metro Pusat, Selasa (31/07/18).

Walikota Metro Ahmad Pairin, yang kali ini diwakilkan oleh Asisten II Prayetno membuka Acara Gerbang BSW tahun 2018 mengatakan, kegiatan ini merupakan program unggulan  Pemerintah Kota Metro yang sekaligus dalam upaya menyejahterakan masyarakat.

“Dengan harapan program ini mampu meningkatkan pembangunan infrastruktur, meningkatkan partisipasi gotong royong dan untuk meningkatkan rasa keperdulian terhadap pembangunan dan fasilitas umum,” ucap Prayetno.

Prayetno juga mengatakan bahwa, kegiatan yang akan dilaksanakan ini merupakan  hasil usulan masyarakat dan telah diputuskan secara bersama. “Sementara itu, Program Gerbang BSW akan memberikan bantuan hibah berupa barang dan jasa, yang senilai Rp. 150.000.000 setiap Kelurahan. Yang nantinya dana tersebut berupa pasir, batu belah, batu bata, besi, split dan semen,” ungkapnya.

Sementara dalam sambutan Camat Metro Triana Apresiasi mengatakan soal kegiatan ini sebelumnya sudah kami koordinasikan terlebih dahulu. Dan pada Kecamatan Metro Pusat memiliki kendala tersendiri dibandingkan Kecamatan yang lain, seperti di Kelurahan Imopuro yang akan disampaikan langsung oleh Lurah Imopuro.

“Sedangkan untuk masalah pembangunan infrastruktur dan pelayanan masyarakat, saya rasa di Kecamatan Metro Pusat sudah mencapai 90%. Namun hal ini juga dimaksudkan dalam mendukung pembangunan Kota Metro sesuai dengan visinya,” kata Triana.

Sosialisasi Gerakan Membangun Bumi Sai Wawai (GERBANG BSW) Kota Metro

Bappeda Kota Metro kembali menggelar sosialisasi Gerakan Membangun Bumi Sai Wawai (GERBANG BSW) Kota Metro tahun 2018, yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Metro Barat, Senin (30/07/18).

Walikota Metro Ahmad Pairin yang membuka Acara Gerbang BSW tahun 2018 dalam sambutannya mengatakan, ketika memenuhi undangan bertemu Presiden RI telah mencoba mengusulkan bantuan untuk Kelurahan. Hal tersebut dikarenakan Kelurahan tidak mendapatkan bantuan, sementara Desa mendapatkan bantuan yang disebut Dana Desa.

“Maka untuk memantapkan Program tersebut, Saya mengusulkan bahwa Kelurahan juga perlu mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat. Respon dari Presiden cukup bagus, semoga tahun 2019 usulan tersebut dapat direalisasikan,” harap Pairin.

Dalam kesempatan yang sama, Camat Metro Barat Abdul Kadir Shofari dalam laporannya mengatakan, sangatlah besar harapan adanya bantuan dari Pihak yang terkait dalam merancang pembangunan Program Gerbang BSW. Implementasi Program tersebut tentunya memerlukan tekhnis yang tinggi, agar bisa bermanfaat dengan baik secara lintas RW maupun lintas Kelurahan.

Kemudian saat melakukan Sosialisasi ataupun pertemuan dengan Warga, lanjutnya, didapati beberapa permasalahan mendasar yang tidak terlihat khususnya di Kecamatan Metro Barat di bidang Kesehatan yakni, Stanting, Gangguan Jiwa, dan TBC.

“Kami berharap kepada Pemerintah khususnya untuk di Kecamatan Metro Barat, agar Program Gerbang BSW diprioritaskan kepada kegiatan Sanitasi, Bedah Rumah, dan Lingkungan,” papar Abdul Kadir.

Sementara Ketua TIM Koordinasi Gerbang BSW Kota Metro Bangkit Haryo Utomo menjelaskan, bahwa  Program Gerbang BSW dilaksanakan dengan maksud meningkatkan peran serta dan swadaya Masyarakat dalam melaksanakan pembangunan Insfratruktur yang telah direncanakan dan diusulkan kepada Pemerintah.

“Usulan tersebut kemudian merujuk kepada Peraturan Mentri Dalam Negeri No. 14 tahun 2016 tentang bantuan sosial yang bersumber dari APBD, dimana bantuan Masyarakat tidak lagi diberikan dalam bentuk uang namun berupa material dan atau barang,” jelas Bangkit.

 

Dalam sosialisasi tersebut hadir Walikota Metro, Camat Metro Barat, para Ketua RT/RW, Anggota LPM, serta Staff dari Kelurahan se- Kecamatan Metro Barat.

Pemkot Metro Kembangkan Usaha Ekonomi Perempuan Pra-KS

Pemerintah Kota Metro yang bekerjasama dengan Kelurahan Ganjar Asri dan Dinas PP, PA, PP, dan KB (Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) Kota Metro, mengembangkan usaha ekonomi Perempuan Pra-KS dan pemberian bantuan alat keterampilan  pada Warga Binaan, berlangsung di Kelurahan Ganjar Asri, Metro Barat, Senin (30/07/18).

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Walikota Metro, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Metro, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Metro, Camat dan Lurah Se- Kecamatan Metro Selatan, Tokoh Masyarakat, Warga Binaan Pra-KS, dan para undangan.

Kepala Dinas PP, PA, PP, dan KB Juni Kuswati dalam laporannya mengatakan, bahwa pembentukan Tim pelaksanaan kegiatan pengembangan usaha ekonomi perempuan Pra-KS di Kelurahan Ganjar Asri, Metro Barat, guna untuk menunjang  kelancaran pelaksanaan program P3-KSS berdasarkan Surat Keputusan (SK) Walikota Nomor : 437/KPTS/D-8/2018 tanggal 9 Mei 2018.

“Tujuan program ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi Warga Binaan, meningkatkan partisipasi Warga agar dapat hidup layak dan mandiri, meningkatkan derajat kesehatan bagi Warga Binaan agar dapat hidup sehat dan mengerti akan kebersihan lingkungan. Dan yang terakhir untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan tanaman obat-obatan yang berguna bagi kesehatan Warga,” tutur Juni Kuswati.

 

Sementara itu, Wakil Walikota Metro Djohan menyampaikan ucapan selamat kepada Warga Ganjar Asri yang telah terpilih sebagai lokus pelaksana kegiatan pengembangan usaha ekonomi perempuan keluarga Pra-Sejahtera, dan lokus penilaian P3KKS tingkat Provinsi Lampung tahun 2019 mendatang.

“Kegiatan hari ini terfokus kepada Perempuan yang berasal dari keluarga Pra sejahtera dan keluarga sejahtera, dengan target sebanyak 100 kepala keluarga yang ada di Kelurahan Ganjar Asri,” papar Djohan.

Lanjutnya, guna menunjang program pengembangan usaha ekonomi tahun 2018, maka Pemerintah Kota Metro dalam mempersiapkan lomba yang akan datang telah memberikan bantuan berupa alat-alat keterampilan seperti, alat Tataboga, Mesin Jahit, dan Bibit Ikan kepada 10 Kelompok/Warga Binaan.

 

 

“Kami berharap bantuan yang telah diberikan dapat dimanfaatkan  dengan sebaik-baiknya oleh kelompok usaha yang sudah ada, yakni dengan dikembangkan dan terus termotivasi untuk menciptakan inovasi,” tegas Djohan lagi.

Selanjutnya, Dinas terkait harus memberikan dukungan yang maksimal kepada para penerima bantuan, sehingga Mereka dapat  memberikan hasil yang maksimal pula. Dengan harapan kedepannya nanti, lomba yang akan terselenggara tersebut dapat meningkatkan usaha dan pendapatan Warga sekitar.

 

Mengenai dana kegiatan bersumber dari APBD Pemerintah Kota Metro tahun anggaran 2018, yang berada di Dinas PP, PA, PP, dan KB Kota Metro.

 

Roadshow Perlindungan Anak Kota Metro

Pemerintah Kota Metro yang bekerjasama dengan unsur vertikal di Kota Metro menggelar kegiatan berupa Roadshow Perlindungan Anak Kota Metro tahun 2018, yang akan dilaksanakan pada tanggal 30 Juli – 27 Agustus 2018.

Peserta Roadshow merupakan para Pelajar dan Guru dari Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri/Swasta se- Kota Metro, dengan Narasumber dari Dinas terkait, Polres, Kejaksaan, Unsur Pengacara, Badan Narkotika Nasional (BNN), Psikolog, dan Balai Pemasyarakatan (Bapas).

Ketua Tim 1 Siti Aisyah Djohan yang membuka upacara perdana pembukaan Roadshow di SMPN 1 setempat dalam sambutannya mengatakan, bahwa kegiatan tersebut untuk memaksimalkan perlindungan terhadap Anak terutama di Lingkungan Sekolah. Sebagaimana banyak kasus kekerasan terhadap Anak di Sekolah yang kerap muncul, maka diperlukan tambahan pembinaan kepada Anak berikut para Pendidiknya untuk saling menghargai satu sama lain.

“Pendidik adalah Orang Tua pengganti di Sekolah, maka sudah selayaknya bersikap baik dan berlaku sesuai peran serta tugasnya kepada para Anak didiknya. Sebaliknya juga demikian, Anak didik tidak boleh membangkang ataupun melawan kepada Gurunya,” tegas Siti Aisyah Djohan, Senin (30/7/2018).

Dilanjutkan olehnya, bahwa kegiatan tersebut juga sebagai pembelajaran bahwa sesulit apapun Anak didik dalam menerima Pelajaran tidaklah boleh dikeluhkan oleh para Pendidik. Kesulitan tersebut justru harus memicu untuk mengeluarkan metode baru agar Pelajaran mudah diterima, tanpa melanggar hak-hak anak yang notabenenya harus mendapatkan perlakuan baik serta dilindungi.

“Tidak kalah pentingnya juga menghilangkan tradisi Bullying yang kerap ditemukan di Lingkungan Sekolah, yang memang sering dilakukan oleh sesama Pelajar. Kebiasaan buruk tersebut adalah yang paling berpotensi berdampak pada Psikologis Anak, sehingga tidak jarang karena Bullying banyak Pelajar yang pada akhirnya tidak lagi bersemangat ke Sekolah, hingga berani bertindak yang melanggar Hukum,” tegasnya lagi.

Diakhir sambutannya Siti Aisyah menegaskan, bahwa apabila nanti didapati pelanggaran Hukum di Sekolah akibat tindakan sesama Pelajar atau bahkan Guru terhadap Pelajar, maka dengan memenuhi unsur aduan diminta untuk bersegera membuat pelaporan ke Pihak berwajib.

“Tindakan cepat pelaporan tersebut sebagai upaya meminimalisir kejadian serupa, sehingga Sekolah bisa kembali menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi Anak untuk menuntut ilmu. Stop kekerasan terhadap Anak,” pungkasnya.

Achmad Pairin Resmikan RSUD Sumbersari Bantul

Walikota Metro Achmad Pairin dalam sambutan peresmian RSUD Sumbersari Bantul Tipe D, menyampaikan bahwa peresmian rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan dalam rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Pada peningkatan Puskesmas Sumbersari Batul menjadi rumah sakit umum daerah tipe D merupakan rintisan, sehingga Pemkot Metro akan terus mendukung proses pembangunan maupun pemenuhan sarana dan prasarana,” ucapnya, Kamis (26/07/18).

“Mudah-mudahan atas dukungan masyarakat, tidak lama RSUD Sumbersari Bantul akan naik kelas, namun perlu perbaikan terutama lantai dinding sehingga lebih layak untuk pelayanan masyarakat,” jelas Achmad Pairin.

“Tujuan dari peningkatan status puskesmas menjadi RSUD Sumbersari Bantul menjadi tipe D merupakan, upaya peningkatan pelayanan terhadap masyarakat, mendorong visi-misi Kota Metro, meningkatkan pendapatan anggaran daerah serta meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya masyarakat Metro,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Maryati.

Kunjungan Tim Penilai Lomba UKS Tingkat Nasional di SMP N 4 Metro

Tim Penilai Tingkat Nasional Kunjungi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Kota Metro yang dalam rangka Menilai Sekolah Sehat Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah Tingkat Nasional Tahun 2018, Rabu (25/07/18).

Dalam kunjungannya, tim penilai yang terdiri dari Kementrian Pendidikan, Kementrian Agama dan Kementrian Kesehatan langsung melakukan penilaian ke 25 pokja yang ada di SMP N 4 Metro.

“Smp N 4 Metro memiliki banyak prestasi, dan apalagi dengan program unggulannya yaitu rendang daun singkong dan pembuatan obat batuk, saya tertarik,” tegas tim penilai Ahyar.

Selain itu, ketua tim penilai nasional Ahyar juga menyampaikan bahwa tim akan menilai dari berbagai aspek, dengan harapan SMP N 4 Metro Lampung dapat menjadi juara di kancah Nasional.

“Lomba sekolah ini nantinya akan dikunjungi oleh tim verifikasi lagi, bilamana sekolah ini mendapati surat atau telephone, itu merupakan peluang besar untuk menjadi juara tingkat nasional bila sebaliknya maka jangan berkecil hati, karena masih ada kesempatan lagi,” ucapnya.

“Saya memiliki harapan besar kepada SMP Negeri 4 Metro agar menjadi juara, karena pada sebelumnya SMP ini sudah melewati lomba dari tingkat kelurahan, kecamatan, tingkat kota dan provinsi. Alhamndulillahnya, pada hari ini telah mewakili Provinsi Lampung untuk lomba usaha kesehatan sekolah UKS tingkat nasional,” jelas Walikota Metro.